DESA CILEMBU

Adat Sunda

Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia.
Melihat realita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang maka akanb terlihat pula adanya berbagai suku bangsa di Indonesia. Tiap suku bangsa inilah yang kemudian mempunyai ciri khas kebudayaan yang berbeda-beda. Suku Sunda merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia, suku Sunda memiliki kharakteristik yang membedakannya dengan suku lain. Keunikan karakteristik suku Sunda ini tercermin dari kebudayaan dan kesenian yang mereka miliki baik dari segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya.
Adat Sunda
Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudah hampir punah. Pada umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih mempertahankan dan menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Kebanyakan masyarakat memilih untuk menampilkan dan menggunakan kesenian dan budaya modern daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokalah yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya.
Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tetntu sesuai dengan keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri.
Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan faktor utama terbentuknya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di masyarakat. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalamnya. 
Adat Sunda
Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kerana letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat.
KEBUDAYAAN SUKU SUNDA 
Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Kebudayaan-kebudayaan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :
A. Sistem Kepercayaan 
Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha. Selatan. Praktek-praktek Sinkretis medan mistik masih dilakukan. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta.Keseimbangan magis dipertahankan dengan upacara-upacara adat, sedangkan keseimbangan sosial dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong). Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun Lutung Kasarung, salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal) yang menitiskan sebagian kecil diri-Nya ke dalam dunia untuk memelihara kehidupan manusia (titisan Allah ini disebutDew ata). Ini mungkin bisa menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka.
B. Mata Pencaharian 
Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atau hidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Kebutuhan orang Sunda terutama adalah hal meningkatkan taraf hidup. Menurut data dari BAPPENAS (kliping Desember 1993) di Jawa Barat terdapat 75% desa miskin. Secara umum kemiskinan di Jawa Barat disebabkan oleh kelangkaan sumber daya manusia. Maka yang dibutuhkan adalah pengembangan sumber daya manusia yang berupa pendidikan, pembinaan, dll.
C. Pakaian Adat 
Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasional. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.
D. Kesenian 
Sisingaan
Sisingaan atau juga dikenal dengan istilah Kirab Helaran adalah suatu jenis kesenian tradisional atau seni pertunjukan rakyat yang dilakukan dengan arak- arakan dalam bentuk helaran dan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara khitanan atau acara peringatan hari-hari bersejarah seperti ; menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan hari-hari besar lainnya 
Kuda lumping
Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan  cara
mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian
ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk
seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini
adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu
orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya
kesenian ini dipimpin Oleh seorang pawing, Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam
memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang
cukup berbahaya. 
Kuda renggong.
Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yang
terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannyayaitu,
seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda
tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru
pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, Takwa dan pakai kain serta selop. 
Reog. 
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebutReog, kesenian ini pada umumnya
ditampilkan denganBodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung.
Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan
berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang
kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon. 
Wayang golek. 
Jepang boleh terkenal dengan ‘Boneka Jepang nya’, maka tanah Sunda terkenal 
dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek merupakan kesenian.Tradisional dari
jawa Barat, yaitu pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh
seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki
keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan
Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sinden
nya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara
lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk)
dimulai sekitar pukul 20.00-21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar
pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat).
Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang
Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India.
Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok
yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena
mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering
memancing gelak tawa penonton. SeorangDalang yang pintar akan memainkan tokoh
tersebut dengan variasi yang sangat menarik. 
Karya sastra. 
Di bawah ini disajikan daftar karya sastra dalam bahasa Jawa yang berasal dari daerah
kebudayaan Sunda. Daftar ini tidak lengkap, apabila para pembaca mengenal karya sastra
lainnya dalam bahasa Jawa namun berasal dari daerah Sunda.
  • Babad Cerbon
  • Cariosan Prabu Siliwangi
  • Carita Ratu Galuh
  • Carita Purwaka Caruban Nagari
  • Carita Waruga Guru
  • Kitab Waruga Jagat
  • Kitab Pramayoga/Jipta Sara 
Pencak silat cikalong. 
Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional. Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya I ket. Pada umumnya kesenian pencak silat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet. Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya “Maempo Cikalong”. Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini. Daerah Cianjur sudah sejak dahulu terkenal sebagai daerah pengembangan kebudayaan Sunda seperti; Musik Kecapi Suling Cianjuran, Klompen Cianjuran, Pakaian Moda Cianjuran yang sampai kini dipergunakan dll.
Seni tari
a. tari jaipong 
Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan 
adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong
sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern karena merupakan modifikasi atau
pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan
dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam
alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’
dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang
menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi
tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai
tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau
pesta pernikahan.
b. tari ketuk tilu
Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan. Selain Tari Jaipong, suku sunda juga mempunyai dua macam tarian lainnya, yaitu : Tari Merak dan Tari Topeng

Seni musik dan suara 
a. rampak gendang.
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini
adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama
tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya
dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam
menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada
acara ritual.  
b. Degung. Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada acara 
hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Degung ini
merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, Gendang, Goong, Kempul,
Saron, Bonang, Kacapi, Suling, Rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu
kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu
digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu
musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni 
tradisional Jawa Barat lainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni
suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan
lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita
yang dinamakanSinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan
Sinden karena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.

Alat Musik 
a. Calung. Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah 
kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan
dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan
nada-nada yang khas. Cara menabuh calung adalah dengan memukulBatang (wilahan, bilah)
dari Ruas-Ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut Titi Laras 
(tangga nada) Penta tonik (da-mi-na-ti-la). Biasanya calung ini ditampilkan dengan
dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring
nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan. Jenis bambu untuk pembuatan calung
kebanyakan dari Awi Wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari Awi Temen
 (bambu yang berwarna putih)
b. Angklung. Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bamboo
 khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal
penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional
c. Bangreng. Seni Bangrengadalah pengembangan dari seni “Terbang” dan “Ronggeng”. Seni
terban itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan “Terbang”, yaitu semacam rebana
tetapi besarnya tiga kalidari alat rebana. Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang penabu
gendang besar dan kecil. 
d. Rengkong. Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur 
masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orang yang
pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentuk kesenian ini
sudah diambil dari tata cara masyarakatsunda dahulu ketika menanam padi sampai dengan
menuainya. 
e. Kacapi Suling. 
Kacapi Sulingadalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu
 permainan alat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi
(kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi olehMa maos (tembang) Sunda yang
memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khasSunda, yang pada umumnya nyanyian atau
lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut
Sinden. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda. Sunda. Kacapi

Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa
Barat dan seluruh dunia.

f. Bajidoran
       Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern, hanya lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang,Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab,Jenglong Terompet Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta.
g. Cianjuran
       Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi.

E. Sistem Kekerabatan
       Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat parental, garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu bersama.Dalam keluarga Sunda, ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat suku Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan. Dicontohkannya, pertama, saudara yang berhubungan langsung, ke bawah, dan vertikal. Yaitu Anak, Incu (cucu), buyut (piut), bao, canggahwareng atau Janggawareng, Udeg-Udeg,Kaitsiwur atau Gantungsiwur Kedua, saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atau Uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara piut. Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak, keponakan anak adik, dan seterusnya. Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata sajarah dan (salsilah, silsilah) yang maknanya kurang lebih sama dengan kosa kata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sajarah adalah susun galur/garis keturunan.
F. Bahasa
       Bahasa yang digunakan oleh suku ini adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda adalah bahasa yang diciptakan dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dan sebagai alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasa Sunda merupakan bagian dari budaya yang memberi karakteryang khas sebagai identitas Suku Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada diIndonesia.Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Masalah pendidikan dan teknologi di dalam masyarakat suku Sunda sudah bisa dibilang berkembang baik. Ini terlihat dari peran dari pemerintah Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat memiliki tugas dalam memberikan pelayanan pembangunan pendidikan bagi warganya, sebagai hak warga yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan. Visi Pemerintah Jawa Barat, yakni, Dengan Iman dan Takwa Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010 merupakan kehendak, harapan, komitmen yang menjadi arah kolektif pemerintah bersama seluruh warga Jawa Barat dalam mencapai tujuan pembangunannya. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat vital dan fundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan Jawa Barat di bidang lainnya. Pembangunan pendidikan merupakan dasar bagi pembangunan lainnya, mengingat secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah membangun potensi manusia yang kelak akan menjadi pelaku pembangunan.  Dalam setiap upaya pembangunan, maka penting untuk senantiasa mempertimbangkan karakteristik dan potensi setempat. Dalam konteks ini, masyarakat Jawa Barat yang mayoritas suku Sunda memiliki potensi, budaya dan karakteristik tersendiri. Secara sosiologis -antropologis, falsafah kehidupan masyarakat Jawa Barat yang telah diakui memiliki makna mendalam adalah Cageur, Bageur, Bener, Pinter,  Dalam kaitan ini, filosofi tersebut harus dijadikan pedoman dalam mengimplementasikan setiap rencana pembangunan, termasuk di bidang pendidikan. Cageur mengandung makna sehat jasmani dan rohani. Bageur, berperilaku baik, sopan santun, ramah, bertata krama. yaitu jujur, amanah, penyayang dan takwa.Pinter memiliki ilmu pengetahuan. artinya kreatif dan inovatif. Sebagai sebuah upaya mewujudkan pembangunan pendidikan berfalsafahkan Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tersebut, ditempuh pendekatan Melalui pendekatan ini diharapkan akan lahir peran aktif masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan pendidikan yang digulirkan pemerintah.
UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA
       Adat Sunda merupakan salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Adapun rangkaian acaranya dapat dilihat berikut ini.
Nendeun Omong. 
       Yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat mempersunting seorang gadis.
Lamaran. 
       Lamaran dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. Disertai seseoran berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. Bawa lamareun atau sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Cincin tidak mutlak harus dibawa. Jika dibawa, bisanya berupa cincing meneng, melambangkan kemantapan dan keabadian.
Tunangan. 
      Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis. 
Seserahan. 
       Seserahan (3 - 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain. 
Ngeyeuk Seureuh. 
        Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah).
Dipimpin Pengeuyeuk. 
       Dipimpin pengeuyeuk, Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doa restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten, pangradinan dan sebagainya. 
Diiringi lagu kidung oleh Pengeuyeuk.
       Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeuk. Disawer beras, agar hidup sejahtera. Dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dan giat bekerja.
Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. 
       Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum ternoda. 
Membelah Mayang Jambe dan Buah Pinang. 
       Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. 
Menumbukkan Alu sebanyak tiga kali. 
       Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).
Membuat Lungkun. 
       Membuat lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan. Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Berebut uang di bawah tikar sambil disawer.Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga.
Upacara Proses Pernikahan. 
       Penjemputan calon pengantin pria, oleh utusan dari pihak wanita.
Ngabageakeun. 
       Ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.
Akad nikah. 
       Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempat nikah. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan yang masih murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah.
Sungkeman. 
       Sungkeman, Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.
Saweran. 
       Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung 
Meuleum Harupat. 
        Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.
Nincak Endog. 
       Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita. 
Buka Pintu
       Buka pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan  Suku Sunda merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. Suku Sunda memiliki kharakteristik yang unik yang membedakannya dengan masyarakat suku lain. Kekharakteristikannya itu tercermin dari kebudayaan yang dimilikinya baik dari segi agama, Mata Pencaharian, Pakaian Adat, kesenian, sistem kekerabatan, bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat istiadat, dan lain sebagainya.Kebudayaan yang dimiliki suku Sunda ini menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang perlu tetap dijaga kelestariannya. 

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

9 komentar

tetap smangat jaga kebudayaan bangsa
salam dari jogja kang

Balas

yogya kota seni dan pelajar, kangen saya ke kota yogyo.

salam kembali semoga sehat selalu

Balas

wah panjang sekali ya kalau diuraikan, saya mah cuma hafal sebagian :D

Balas

beragam ya kang traidisi adat sunda, baruu tau euy..
jadi tambah bangga, jadi orang sunda :D

Balas

walah panjang banget ya kalau diceritakan. tapi pada point terakhir itu sekarang yang sudah mulai ditinggalakan. contohnya kang hadi kalau masuk rumah sendiri ga pakai ketok pintu dan salam. hehehe iya kan? ngaku aja dech, hehe

Balas

itulah kelemahan anak muda muda seperti kita ini ya....males ngikutin aturan adat yang panjang...:D

Balas

mo gimana lagi coba...masa orang usnda bangganya jadi orang medan..sem mana pula itu...:p

Balas

ahihihii...kataun kalau akang cuman baca judul dan paragrap terakhirnya doangan...:p

Balas

wah adat istiadat urang sunda banyak ya, lengkap banget jadi lebih tahu
semoga terus di lestarikan dan di jaga adat sundanya

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger