DESA CILEMBU

Pemberdayaan Masyarakat

       UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TELAH BANYAK DILAKUKAN,  BERBAGAI PROGRAM YANG DILAKSANAKAN BERTUJUAN MENGANGKAT HARKAT DAN MARTABAT “AGAR HIDUP LEBIH HIDUP” . NAMUN JIKA DILAKSANAKAN TIDAK BERTUMPU PADA NILAI-NILAI POTENSI DAN KARAKTER KE-INDONESIAAN YANG TELAH ADA, NISCAYA JUSTRU AKAN MENGHILANGKAN  IDENTITAS KEINDONESIAAN YANG TELAH LAMA BERAKAR SEHINGGA YANG TERJADI BUKAN “PEMBERDAYAAN” MELAINKAN “PEMERDAYAAN” KARENA TELAH MENCABUT MASYARAKAT DARI AKAR BUDAYA DAN JATI DIRINYA.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERDAYAAN ADALAH 
  • FAKTOR PENDIDIKAN 
  • FAKTOR KESEHATAN
  • FAKTOR PENGUASAAN AKSES SUMBER –SUMBER KEMAJUAN EKONOMI   
  • FAKTOR SOSIAL BUDAYA
    PRINSIP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
    • Prinsip Partisipatif 
    • Prinsip Terarah (targetted) 
    • Prinsip Pemihakan 
    • Prinsip Kemandirin 
    • Prinsip Desentralisasi 
    • Prinsip Keterbukaan 
    • Prinsip Keswadayaan
    Strategi dan Bentuk Pemberdayaan MasyarakatPenguatan Kelompok Masyarakat 
    1. Pemberian kesempatan setiap kelompok masyarakat yang ada   untuk   ikut mengelola sumber  daya alam yang selama ini   telah mereka ambil manfaatnya secara lebih baik
    2. Pemberian keterampilan teknis dan budidaya sesuai dengan   potensi sosial budaya  masyarakat setempat. 
    3. Pemberian kepercayaan untuk ikut serta berpartisipasi secara   aktif dalam pengamanan dan  pelestarian lingkungan hidup yang ada di sekitarnya. 
    4. Pengembangan usaha bersama dalam pengelolaan sumber   daya   yang ada, baik dalam  bentuk koperasi maupun usaha   ekonomi lainnnya.
    5.  Pengembangan kelompok baru baik berdasarkan  bidang   kegiatan sosial maupun usaha  ekonomi produktif atau   bidang-bidang lain. 
    Penguatan Kelembagaan 
    1. Identifikasi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di daerah lokasi   sasaran   program
    2. Pemberian kesempatan untuk ikut serta terlibat dan mempunyai wewenang   dalam  pengembilan keputusan, baik dalam penggalian gagasan,    perencanaan,   pelaksanaan,  pemantauan, maupun evaluasi kegiatan. 
    3. Pemberian kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan penyuluhan,   pelatihan,  dan  pengorganisasian terhadap masyarakat berkaitan   dengan   perencanaan,   pelaksanaan,  pemnatauan dan evaluasi   kegiatan, secara   terarah dan terencana. 
    4. Pemberian kesempatan untuk ikut serta merumuskan dan menetapkan   mekanisme,  proses, dan aturan-aturan yang perlu ditaati oleh masyarakat   sesuai dengan   budaya, adat  istiadat, dan keyakinan masyarakat   setempat tanpa harus   bertentangan dengan peraturan  perundang-  undangan formal yang berlaku. 
    5. Pemberian kesempatan untuk ikut dalam berbagai pelatihan, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan organisasi, dan pelatihan-pelatihan yang   berkaitan   dengan  pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya   alam. 
    Pendampingan  
    1. Penyediaan tenaga pendamping yang betul-betul mempunyai keahlian di   bidang tertentu  sekaligus mempunyai keahlian di bidang pengembangan dan   pemberdayaan masyarakat. 
    2. Pola pendampingan yang digunakan sedapat mungkin merupakan pola   pendampingan  purna waktu, sehingga upaya memfasilitasi masyarakat dapat   dilaksanakan secara     maksimal     dan intensif. Konsekuensi dari pola   pendampingan purna waktu ini adalah   adanya   keharusan bagi tenaga   pendamping untuk bertempat tinggal dan hidup   bersama-sama   masyarakat   di desa tempat tugasnya. 
    3. Pemberian pembinaan kepada para tenaga pendamping dilakukan secara   periodik dan  kontinyu dalam jangka waktu tertentu guna memberikan   peluang bagi mereka untuk  berkoordinasi dan membahas bersama persoalan-    persoalan yang dihadapi di masyarakat. 
    Pengembangan SDM 
    1. Identifikasi individu ataupun kelompok-kelompok   masyarakat  yang  mempunyai  keterampilan khusus. 
    2. Pemberian pendidikan dan pelatihan secara sistematis   mengenai keterampilan khusus yang  dibutuhkan sesuai   dengan potensi alam yang ada di sekitarnya. 
    3. Pengiriman kader-kader pembangunan masyarakat atau   generasi muda untuk mengikuti   pelatihan keterampilan   tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing ke luar   daerah  komunitas mereka. 
    4. Pemberian bea siswa kepada putra-putra desa yang berbakat    untuk melanjutkan pendidikan  ke jenjang yang lebih tinggi,   terutama untuk pendidikan kejuruan yang dapat mendukung program pemberdayaan masyarakat yang sedang dilaksanakan. 
    Pemberian Stimulan 
    1. Identifikasi program-program kegiatan yang tidak dapat dibiayai    sepenuhnya oleh  masyarakat sendiri dan memerlukan pemberian   dana bantuan, baik yang secara hibah  maupun pinjaman. 
    2. Pemberian bantuan dana secara hibah untuk penyediaan prasarana   fisik baik yang dapat  menunjang secara langsung usaha pengelolaan   sumber daya alam yang ada di masayarakat  sekitarnya maupun yang   secara nyata menunjang peningkatan kualitas hidup masyarakat seperti air bersih, irigasi, transportasi, dan sebagainya. 
    3. Pemberian bantuan dana pinjaman lunak atau yang bersifat hibah   bergulir untuk modal  usaha ekonomi produktif dari upaya   pengelolaan sumber daya alam yang ada di masyarakat    sekitarnya. 
    4. Penetapan perlunya penyertaan dana swadaya masyarakat dalam   setiap kegiatan yang  diberikan stimulan bantuan dana sesuai dengan   kemampuan masyarakat. 
    5. Pemberian fasilitas dan kesempatan terhadap masyarakat untuk   mengakses dengan mudah  kepada lembaga-lembaga dana dan   keuangan terdekat. 
    Industrialisasi Perdesaan 
    1. Peningkatan peluang pasar dan daya saing   produk pertanian 
    2. Pengembangan teknologi peralatan proses; 
    3. Pemenuhan konsumsi dari hasil produksi   sendiri dan menekan komoditas sejenis dari luarn daerah atau desa; 
    4. membuka peluang pemasaran komoditas   produk pertanian sendiri dengan nilai tambah yang tinggi 
    Catatan : Salah satu produk yang harus mendapat perhatian  adalah batik tulis di Desa Pamulihan dan Dodol Ubi di Cilembu
    Pengembangan Usaha Ekonomi Rakyat 
    1. menciptakan efisiensi biaya produksi, distribusi,   dan pemasaran; 
    2. mempertahankan kualitas barang yang stabil   dengan harga yang reltif murah; 
    3. menciptakan diferensiasi produk secara bervariasi; 
    4. memfokuskan pasar pada segmen tertentu,   sehingga terhindar dari persaingan yang frontal; 
    5. berusaha untuk memperoleh perlindungan dari   pemerintah melalui subsidi, pembinaan manajemen dan teknologi produksi, regulasi, dan   penetapan harga
    6. mengembangkan model kemitraan usaha yang   sederajat dan saling menguntungkan.
    Pengembangan Pola Kemitraan
      Prasyarat yang harus dipenuhi agar dapat tercipta  kemitraan yang kuat dalam kegiatan usaha ekonomi rakyat. Ketiga prasyarat tersebut adalah: 
      1. komoditas yang menjadi produk usaha   ekonomi rakyat tersebut harus mempunyai   harga  yang kompetitif, sehingga dapat    menjaga kelangusngan usahanya dan   menguntungkan  pihak mitranya;
      2. komuditas yang menjadi produk usaha ekonomi rakyat tersebut harus mempunyai kualitas  yang standar, konsisten setiap waktu, dan kompatibel dengan industri mitranya; 
      3. delivery harus tepat waktu sehingga tidak mengganggu jadwal kerja pihak mitranya. 
      4. Pola Dagang; yaitu pola kemitraan yang bersifat dagang biasa seperti   penjual   dan pembeli 
      5. Pola Vendor; yaitu pola kemitraan yang dilakukan dalam bentuk   dimana   salah satu pihak  menjadi pemasok produk atau barang   baku kepada   pihak lain yang menjadi mitranya.    Dalam pola ini kepastian pasok   barang dari pemasok tidak   terlalu mengikat
      6.  Pola Waralaba; yaitu pola kemitraan yang dilakukan dalam bentuk   kerjasama   antara pihak  yang memiliki produk, preskripsi,   brand image, dan     kemampuan manajerial   dengan pihak    lain yang memiliki   semangat bisnis sebagai mitranya 
      7. Pola Pembinaan; yaitu pola kemitraan yang dilakukan dalam bentuk   pemanfaatan nilai   peduli dan kelebihan mitra usaha dalam   relasi, akses pasar, dan kepercayaan  lembaga  keuangan untuk   pengembangan usaha ekonomi rakyat yang dimiliki oleh pihak   yang    menjadi mitranya
      8. Pemberdayaan masyarakat merupakan   program yang bersifat multidimensi, meskipun harus bertitik tolak dari suatu bentuk kegiatan tertentu. Berbagai prinsip, strategi, dan bentuk program dalam penerapannya di lapangan akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi  obyektif yang ada. Keberhasilan dari program pemberdayaan masyarakat sangat tergantung  dari komitmen, semangat dan kesungguhan dari para pelaku pemberdayaan di lapangan.
      sumber : Badan Pemberdayaan dan lainnya

      Semoga bermanfaat...

      Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
      Print PDF
      Next
      « Prev Post
      Previous
      Next Post »

      2 komentar

      wiiiiii aku ijin copi ya mas untuk bahan pertimbangan nntiknya

      mksh mas

      Balas

      silahkan semoga ada gunanya

      Balas

      Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger