logo
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan berbahan dasar bambu ramah lingkungan...dimensi bisa request. Lihat GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU

Desa Cilembu Sebagai Labsite

www.desacilembu.com
PNFI Desa Cilembu Sebagai Labsite ~Adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan khususnya bagi pengelola PNFI Desa dan seluruh masyarakat desa cilembu pada umumnya, dikala Desa Cilembu dijadikan Labolatoriumsite(Labsite)oleh P2PNFI Regional 1 Jawa Barat dalam rangka kegiatan pengkajian, pengembangan dan pengendalian mutu program Non formal dan Informal (PNFI) yang berbasis keunggulan lokal dan karakteristik kewilayahan. Post desa kali ini ingin share tentang apa dan bagaimana labsite itu.

A. LATAR BELAKANG
Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (PP PNFI) sebagai salah satu unit pelaksana teknis pusat, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memperhatikan pula berbagai kebijakan nasional khususnya dalam meningkatkan ketersedian layanan, keterjangkauan, kualitas dan relevansi, kesetaraan dalam memperoleh layanan dan meningkatkan kepastian/keterjaminan memperoleh layanan pendidikan, serta kebijakan daerah berkenaan dengan kebutuhan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang dapat dilayani melalui jalur pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal dalam rangka menunjang visi, misi dan meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) daerahnya.
Cilembu Sebagai Labsite
Berdasarkan Tugas, fungsi dan kebijakan nasional maupun daerah, serta data sasaran, maka kegiatan layanan pengkajian, pengembangan dan pengendalian mutu program, sumberdaya manusia dan lembaga penyelenggara pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal dipandang penting dan perlu untuk dilakukan secara optimal. Untuk itu, pengembangan penyelenggaraan labolatoriumsite (labsite) pada satuan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) yang berbasis keunggulan lokal dan karakteristik kewilayahan dipandang strategis dan menjadi penting adanya. Pedoman ini disusun dalam rangka memberikan acuan/panduan mekanisme penyaluran dana blockgrant penyelenggaraan labsite.

B. DASAR HUKUM
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 tahun 2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal;
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 7 Tahun 2009 tentang Pemberian Bantuan kepada Lembaga Pendidikan Nonformal dan Informal;
  3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 15 Tahun 2010 tentang jabatan fungsional Pamong Belajar dan angka kreditnya;
  4. Pedoman penyelenggaraan program PAUD NI, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Januari 2011.
  5. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal Regional I Bandung Tahun 2011, revisi tanggal 24 Juni 2011.
C. BIAYA
  • Sumber pembiayaan pengembangan Labsite dari DIPA Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal Regional I Bandung Tahun 2011, sebesar Rp.1 Milyar. Berupa bantuan langsung pengembangan Labsite minimal Rp. 35.000.000/labsite dan maksimal Rp. 60.000.000/labsite
D. PENGERTIAN LABSITE
Labsite adalah tempat melaksanakan pengkajian dan ujicoba model percontohan dan penyelenggaraan PAUDNI, tempat pelatihan dan magang. Bentuk Labsite merupakan tempat yang ditetapkan oleh PPPNFI dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, dapat berupa kawasan dan lembaga. Labsite berbentuk kawasan adalah bagian wilayah dan atau pulau-pulau kecil yang memiliki fungsi tertentu yang ditetapkan berdasarkan kriteria karakteristik fisik, biologi, sosial, dan ekonomi untuk dipertahankan keberadaannya/ kawasan perbatasan/kawasan perdesaan /kawasan perkotaan/kawasan permukiman. Jadi yang dimaksud kawasan labsite adalah sebuah tempat/lokasi yang mempunyai ciri serta mempunyai kekhususan untuk melaksanakan kegiatan PAUDNI berdasarkan kebutuhan masyarakatnya. Setiap tempat yang mempunyai ciri dan identitas khas merupakan keunggulan guna implementasi pengembangan kegiatan PAUDNI. Labsite berbentuk lembaga adalah Unit Pelaksana Teknis Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), Lembaga Keterampilan Pendidikan/lembaga Kursus dan Pelatihan dan/atau Yasasan.

E. TUJUAN PETUNJUK TEKNIS
Memberikan acuan yang jelas bagi lembaga penyelenggara Labsite dan semua pihak terkait, mengenai mekanisme penyaluran dana blockgrant untuk pengembangan dan penyelenggaraan Labsite.

GAMBARAN UMUM LABOLATORIUM SITE (LABSITE)
A. HAKIKAT LABSITE
Setiap lembaga pengkajian dan pengembangan dipastikan melakukan penelitian sebagai proses ilmiah dengan harapan hasilnya dapat dipertanggung-jawabkan secara keilmuan dan tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah serta norma yang berlaku di masyarakat. Ahli–ahli fisika biologi memerlukan laboratorium fisika biologi, kedokteran memerlukan laboratorium medis, pertanian memerlukan demontration plot (demplot), pendidikan luar sekolah memerlukan laboratorium site (labsite).
Laboratorium merupakan sebuah tempat, kawasan atau komunitas yang memiliki ciri khusus dan unik yang dipergunakan untuk melakukan penelitian, ujicoba dan tepat diskusi mendalam tentang objek khusus untuk memperoleh pengetahuan, gambaran sifat, jenis, dan esensi agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan mutu kehidupan alam. Pendidikan nonformal dan informal atau pendidikan luar sekolah merupakan rumpun ilmu-ilmu sosial memerlukan tempat pengkajian dan pengembangan untuk menggali, menemu-kenali, mengujicoba, mengevaluasi dan mengembangkan kebijakan dan program PNFI agar efektif, efisien dan produktif, untuk itu memerlukan laboratorium site atau disebut labsite. Tujuan inilah mengapa labsite sangat diperlukan oleh PPPNFI. Labsite PNFI yang berupa lembaga atau satuan pendidikan yang dimiliki pemerintah seperti balai pengembangan, balai latihan, sanggar kegiatan belajar, dan sekolah, sedangkan lembaga yang dimiliki masyarakat antara lain lembaga kursus, pusat kegiatan belajar masyarakat, taman bacaan masyarakat, pusat PAUD, majlis taklim atau satuan pendidikan sejenis lainnya. Labsite PNFI yang lebih luas yang berupa kawasan atau wilayah antara lain desa, banjar, kecamatan dan kabupaten yang memiliki ciri khas karena geografis, sosial- ekonomi - budaya dan lingkungan hidup.

B. KARAKTERISTIK LABSITE
  • Labsite yang berupa lembaga/satuan pendidikan pada umumnya melakukan program/kegiatan dari pemerintah pusat dan daerah serta kegiatan yang murni dari inisiatif masyarakat. Aktifitas yang dilakukan antara lain pembelajaran, pelatihan dan pembimbingan bagi masyarakat yang memerlukan peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap untuk memperbaiki mutu kehidupan saat ini maupun masa datang. Lembaga seperti ini dikelola oleh kepala lembaga yang berstatus PNS atau ketua lembaga sebagai pemilik lembaga tersebut dengan status non PNS.
  • Lembaga/satuan pendidikan merupakan organisasi formal yang diakui oleh pemerintah, memiliki struktur organisasi yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi, memiliki pemimpin serta karyawan sesuai dengan beban pekerjaan, memiliki tugas dan fungsi serta wilayah kerja tertentu yang diatur oleh peraturan yang berlaku. Lembaga/satuan pendidikan tersebut dibedakan berdasarkan tugas fungsi, vokasi, sosial kemasyarakatan atau kekhususan.
  • Perbedaan lembaga/satuan pendidikan di atas nampak pada visi dan misi lembaga tersebut yang akan mempengaruhi pelaksanaan program atau kegiatan yang dilakukan, lembaga tersebut antara lain (1) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau UPTD kabupaten/kota menyelenggarakan pembelajaran, pelatihan dan pembimbingan bagi warga belajar yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat maupun daerah, (2) Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) melaksanakan pembelajaran, pelatihan dan pembingan cenderung kepada penguasaan vokasi spesifik yang dilaksanakan atas kebijakan pemerintah maupun kebutuhan belajar masyarakat, (3) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan lembaga yang dimiliki masyarakat melaksanakan program atas kebijakan pemerintah ataupun inisiatif masyarakat untuk memajukan SDM di wilayah desa dilingkungan PKBM, (4) Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan lembaga yang menyediaan media pembelajaran atau bacaan untuk meningkatkan minat belajar masyarakat, mempertahankan dan mengembangan kompetensi keaksaraan, mendorong inovasi program pembangunan desa yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, (5) Pusat PAUD menyelenggarakan pembimbingan dan pengasuhan bagi anak usia dini agar anak tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas dan ceria, serta pusat pelatihan bagi orang tua produktif agar mampu mendidik dan mengembangkan anaknya seoptimal mungkin (6) Majlis Taklim merupakan lembaga yang didirikan atas inisiatif komunitas masyarakat muslim melaksanakan pembelajaran dan pengajian Al Qur’an agar masyarakat lebih beriman, agamis dan maju.
  • Labsite yang berbasis kawasan seperti di atas disebutkan desa/kelurahan, banjar, kecamatan dan kabupaten ditentukan oleh perbedaan geografis, sosial, ekonomi, budaya serta lingkungan hidup merupakan tempat yang dijadikan laboratorium dengan ciri yang khas satu sama lain antara lain, wilayah terisolir, terpencil, perbatasan, pesisir, pegunungan, perdesaan, perkotaan, rawan bencana, pertanian, perikanan, peternakan, holtikultura, perkebunan, industri, adat, suku, ras, agama serta komunitas khusus lainnya. Labsite ini juga dibedakan atas ekonomi seperti daerah miskin, makmur, kaya, sumber daya alam terbatas dan sumber daya alam melimpah. Labsite juga dibedakan karena faktor sosial seperti anak jalanan, perdagangan manusia, narkoba, penduduk usia lanjut, kekerasan anak dan keluarga serta penyimpangan sosial lainnya.
C. FUNGSI LABSITE
Setiap lembaga tentu memiliki fungsi yang terkait dengan keberadaan lembaga tersebut. Setiap fungsi menggambarkan aktivitas yang dilakukan lembaga yang dapat dijadikan dasar untuk penyusunan program dan kegiatan lembaga serta bermanfaat sebagai sumber informasi bagi lembaga lain yang akan berpartisipasi untuk melakukan kemitraan.
Labsite pendidikan nonformal dan informal memiliki fungsi:
  1. Tempat pengakajian dan kebijakan pendidikan nonformal informal. Sebagai tempat pengkajian dan kebijakan akan dipergunakan oleh tim pengkaji dan pengembang untuk melaksanakan uji kebijakan, uji implementasi kebijakan, evaluasi kebijakan, uji dampak kebijakan, ujicoba program PNFI, ujicoba inovasi program PNFI, ujicoba kurikulum, ujicoba media dan sarana pembelajaran pembelajaran, ujicoba program peningkatan kompetensi SDM PNF dan desiminasi atau replikasi program PNFI.
  2. Tempat penyelenggaraan program pendidikan nonformal dan informal. Labsite menyelenggarakan program-program PNFI sebagai tindak lanjut dari kebijakan Direktorat Jenderal PAUDNI. Labsite tidak harus menyelenggarakan semua program PNFI, tetapi dapat menyelenggarakan satu atau beberapa program PNFI sesuai dengan karakteristik sasaran dan wilayah dimana labsite berada. Banyak/sedikitnya program yang dilaksanakan bukan merupakan ukuran keberhasilan labsite, tetapi pengelolaan program yang optimal dan hasil serta dampak program yang positif lebih berguna sebagai ukuran kinerja labsite. Beberapa labsite diarahkan memiliki program yang spesifik yang sangat dipengaruhi oleh karakter sasaran dan daerah,
  3. Tempat percontohan. Labsite dikarenakan melaksanakan program PNFI dapat dijadikan tempat percontohan. Ujicoba program yang dilakukan di labsite dapat berhasil atau kurang berhasil. Ujicoba memang untuk mengetahui bagaimana program tersebut dilaksanakan, apabila program ujicoba tersebut berhasil baik maka setiap orang atau lembaga dapat mencontoh atau mengikuti program yang berhasil, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut program sebagaimana yang telah diujicobakan,
  4. Tempat pelatihan dan pemagangan. Labsite sebagai lembaga pendidikan juga memiliki fungsi sebagai tempat pelatihan dan pemagangan. Pengelola labsite memiliki banyak pengalaman melaksanakan program baik program yang bersifat reguler maupun program hasil ujicoba dari lembaga pengkajian dan pengembangan. Pengalaman untuk menyusun rencana program, implementasi program, memantau dan mengevaluasi program serta menganalisis dampak program merupakan aktivitas yang dilakukan pengelola labsite sejak awal pelaksanaan sampai akhir ujicoba. Kompetensi pengelola tersebut patut disampaikan atau dibelajarkan kepada setiap orang atau pengelola lembaga lain agar dapat mengikuti sebagaimana program yang dilaksanakan di labsite bersangkutan, 
  5. Tempat pengembangan media dan sarana pembelajaran. Pengelola Labsite yang berpengalaman dapat menyusun media dan sarana pembelajaran sebagai upaya menyebarkan pengetahuan dan informasi bagi siapapun yang berkepentingan. Media dan sarana pembelajaran yang disusun lebih bersifat fungsional dan kontekstual. Media yang disusun juga merupakan bagian dari lembaga tersebut sebagai tempat pelatihan dan pemagangan, berguna sebagai bahan ajar atau bahan informasi.
D. PENGELOLAAN LABSITE
  • Eksistensi labsite yang begitu penting memerlukan pengelolaan yang baik serta berupaya untuk memelihara keberadaannya sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai aktivitas pengakajian dan pengembangan program PNFI. Labsite yang dimiliki pemerintah maupun yang dimiliki masyarakat berperan saling melengkapi dan saling membina dengan harapan selain dijadikan tempat ujicoba juga dapat dijadikan tempat pembelajaran, pelatihan dan pembinaan bagi lembaga atau masyarakat yang ingin mengembangkan potensinya di masa depan.
  • Sebagai insitusi selayaknya dikelola oleh orang-orang yang berkompeten, berdedikasi dan memiliki integritas akan pentingnya sumber daya manusia unggul, kreatif, produktif dan berdaya saing tinggi untuk memajukan daerah dan bangsa Indonesia. Kepemimpinan yang baik akan membawa labsite mampu dijadikan percontohan bagi lembaga atau orang lain, serta mampu mengembangkan jejaring untuk memperkuat eksistensinya.
  • Labsite yang berbentuk lembaga dipastikan memiliki struktur organisasi, pengurus dan pengelola, tugas dan fungsi, wilayah kerja, program kerja serta kelengkapan lembaga lainnya seperti sarana prasarana, kelengkapan administrasi (NPWP, rekening bank) dan sumber pembiayaan. Keberadaan sumber daya organsiasi inilah yang dapat menjamin keberlangsungan dan kelayakan sebagai labsite. Khususnya pembiyaan kegiatan pada labsite dapat bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga yang bersangkutan, lembaga lain serta partisipasi masyarakat. Labsite yang dimiliki masyarakat yang berbentuk LKP, PKBM, TBM dan sejenisnya perlu memperoleh izin pendirian lembaga dari dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.
  • PP PNFI sangat memerlukan labsite dengan berbagai ciri khas mengingat pelayanan pendidikan nonformal dan informal sangat beragam sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masayarakat dan kondisi lingkungan hidup dari masyarakat akan menentukan labsite yang layak dipergunakan untuk aktivitas tugas pokok dan fungsi sekaligus mempersiapkan labsite tersebut untuk dijadikan pusat pembelajaran dan percontohan program PNFI.
E. MEKANISME KERJA LABSITE
  • Lembaga labsite baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun masyarakat dalam melaksanakan program kerja dapat melibatkan berbagai unsur yang relevan dengan kegiatan yang dilakukan. Kemitraan dengan lembaga lain merupakan keharusan sebagai bentuk strategi untuk pengembangan labsite. Program pembelajaran yang berada di labsite dapat berbentuk program reguler dan program pengkajian dan ujicoba dari pemerintah atau lembaga lain yang membutuhkan tempat tempat ujicoba.
  • Program reguler yang dilakukan oleh labsite sebagai implementasi kebijakan atau kegiatan dari pemerintah, lembaga lain atau inisiatif masyarakat dilaksanakan sesuai dengan arahan atau pedoman yang berlaku umum. Koordinasi kerja dilakukan dengan pemberi dana dan pemangku kepentingan yang terkait agar program dapat terlaksana sesuai rencana dan berhasil sebagaimana yang telah ditetapkan sejak awal. Program ujicoba dilaksanakan atas arahan atau pedoman yang diterbitan oleh lembaga pemberi dana ujicoba. Koordinasi dan komunikasi kerja dilaksanakan secara berkala dan intensif guna menghindari implementasi program ujicoba tidak sesuai dengan arah atau pedoman. Pada umumnya program ujicoba sesuatu yang baru yang belum dipahami secara keseluruhan oleh pengkaji atau pengembang serta pengelola labsite, sehingga pertemuan pada setiap tahapan ujicoba perlu dilakukan. Pengkaji atau pengembang setiap saat akan melakukan monitoring dan pembinaan serta melakukan evaluasi untuk penyempurnaan program ujicoba, sedangkan pengelola labsite menyelenggarakan program, memantau proses pembelajaran dan menyampaikan laporan setiap detail pelaksanaan ujicoba kepada pengkaji atau pengembang program. Guna meningkatkan kualitas proses dan hasil ujicoba, pengelola labsite dapat memberikan masukan, pendapat atau mengkritisi program ujicoba, untuk diingat pada dasarnya pengelola labsite sangat mengenal kerakteristik sasaran dan wilayah ujicoba.
  • Labsite juga sebagai tempat desiminasi dari model pendidikan nonformal informal yang dikembangkan di lembaga lain atau wilayah lain. Penyelenggaraan desiminasi model terkait dengan panduan atau pedoman yang telah dihasilkan dari hasil ujicoba model sebelumnya. Koordinasi kerja dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman dari pengembang model ataupun dari pengelola lembaga yang menjadi tempat ujicoba terdahulu. Pengelola labsite pada aktivitas desiminasi melaksanakan secara utuh apa yang tertuang dalam pedoman. Pengelola labsite juga dapat memberikan masukkan dan atau kritikan
  • kepada pengembang model untuk model yang didesiminasikan.
KRITERIA LABSITE

A. PERSYARATAN LABSITE
Lembaga penyelenggara labsite adalah lembaga sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya dengan persyaratan antara lain:
  1. Berbadan hukum (Akte notaris atau SK pendirian lembaga dari instansi yang berwenang;
  2. Memiliki ijin operasional yang masih berlaku dari Dinas instansi yang berwenang;
  3. Memiliki rekening bank yang masih aktif dan NPWP atas nama lembaga (Bukan rekening pribadi dan bukan NPWP pribadi);
  4. Nama dan alamat lembaga pada nomor rekening dan NPWP harus sama;
  5. Bersedia sebagai lembaga pembelajaran, pengkajian, pengembangan PNFI dan ujicoba model;
  6. Bersedia sebagai tempat percontohan, tempat pelatihan dan magang;
  7. Bersedia melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan program keunggulan setempat;
  8. Memiliki data profil potensi desa/kelurahan di lokasi penyelenggaraan labsite.
B. PROGRAM DAN FASILITAS DI LABSITE
Labsite telah menyelenggarakan program pendidikan nonformal dan informal serta telah ada fasilitas pembelajaran, seperti:
  1. Pendidikan Anak Usia Dini;
  2. Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan;
  3. Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills);
  4. Pendidikan orang Dewasa;
  5. Pendidikan Pemberdayaan Perempuan;
  6. Memiliki sarana dan prasarana pembelajaran sesuai program PAUDNI;
  7. Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan program PAUDNI;
  8. Memiliki data program PAUDNI;
  9. Kelengkapan administrasi lembaga;
  10. Memiliki jaringan kemitraan yang luas;
  11. Melaksanakan pengendalian mutu program.
C. TANGGUNGJAWAB
  1. Melakukan koordinasi kegiatan pengembangan labsite dengan PP PNFI;
  2. Melakukan kerjasama dengan pihak terkait dalam penyelenggaraan labsite;
  3. Menyiapkan fasilitas yang diperlukan bagi penyelenggaraan kegiatan labsite di lembaga masing-masing;
  4. Melaksanakan kegiatan percontohan, proses belajar mengajar serta pengkajian dan pengembangan sesuai akad kerjasama;
  5. Menyelenggarakan program usaha berbasis keunggulan lokal;
  6. Menyusun laporan tertulis pelaksanaan kegiatan labsite dan pertanggungjawaban keuangan.
PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL
Lembaga penyelenggara labsite wajib menyusun proposal sesuai dengan format yang sudah ditetapkan (formulir pengajuan penyelenggara labsite, terlampir).

A. MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL
Calon penyelenggara labsite dapat mengajukan proposal kepada Kepala PP PNFI Regional I Bandung.

B. WAKTU PENGAJUAN PROPOSAL
Mengingat waktu yang tersedia untuk menetapkan lembaga labsite dan menyalurkan dana penyelenggaranya sangat singkat, maka pengajuan proposal ke PP PNFI Regional I Bandung dimulai dari bulan Juli dan paling lambat bulan Agustus Tahun 2011.

C. PROGRAM/KEGIATAN YANG DI AJUKAN
  1. Karakteristik program/kegiatan yang diselenggarakan di labsite Dalam menyelenggarakan program labsite lembaga tahun 2011 diprioritaskan pada PKBM, LKP,Yayasan maupun kawasan yang telah menyelenggarakan beberapa program yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM, membuka peluang kerja dan pemberdayaan bagi masyarakat disekitarnya.
  2. Rencana pelaksanaan program Labsite diharapkan dapat merancang program yang mampu meningkatkan aktivitas masyarakat disekitar tempat program labsite berjalan secara terencana dan berkesinambungan.Untuk itu diharapkan pimpinan labsite membuat program yang dapat memberdayakan masyarakat dan membuat jadwal kegiatan harian, mingguan dan bulanan.
PENILAIAN DAN PENETAPAN LABSITE

A. TIM PENILAI
  1. Tim penilai proposal Labsite dibentuk, ditetapkan, dan bertanggungjawab kepada Kepala PP PNFI;
  2. Tim penilai minimal terdiri dari atas unsur PP PNFI;
  3. Tim penilai proposal bekerja setelah mendapat Surat Keputusan Kepala Pusat serta melaporkan hasil penilaiannya Kepala PP PNFI tepat pada waktu yang telah dijadwalkan.
B. TUGAS TIM PENILAI
  1. Meneliti kelengkapan dokumen proposal yang diusulkan;
  2. Melakukan penilaian kelayakan jenis layanan program, keterampilan dan usaha dari isi proposal yang diajukan oleh lembaga pengusul;
  3. Melakukan verifikasi ke lapangan;
  4. Merekomendasikan lembaga yang akan ditetapkan menjadi calon penyelenggara labsite.
C. MEKANISME PENILAIAN

Penilaian proposal dilaksanakan maksimal 3 (tiga) periode melalui tahapan sebagai berikut:
Tahap pertama, penilaian kelayakan jenis keterampilan dan substansi program.
  • Jenis program yang dianggap layak dengan prospek yang jelas untuk program labsite.
  • Kelayakan program sesuai dengan isi proposal.
  • Struktur organisasi, instruktur dan fasilitas yang dimiliki.
Tahap kedua, verifikasi persyaratan administrasi proposal:
  • Berbadan hukum (Akte notaris atau SK pendirian lembaga dari instansi yang berwenang.
  • Memiliki ijin operasional yang masih berlaku dari Dinas instansi yang werwenang.
  • Memiliki rekening bank yang masih aktif dan NPWP atas nama lembaga (Bukan rekening pribadi dan bukan NPWP pribadi).
  • Nama dan alamat lembaga pada nomor rekening dan NPWP harus sama.
  • Dokumen-dokumen pendukung lainnya. Bagi proposal yang memenuhi persyaratan akan dilakukan verfikasi lapangan oleh tim penilai.
Tahap ketiga, presentasi/paparan proposal program labsite.
Tahap keempat, visitasi/verifikasi ke lembaga pengusul (bila diperlukan). Tim penilai melakukan kunjungan lapangan atau visitasi untuk memverifikasi kebenaran proposal dengan kondisi riil dilapangan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tahap kelima, penetapan lembaga penyelenggara program labsite.
Tim penilai akan merekomendasikan kepada Kepala PP PNFI apabila:
  • Proposal lolos penilaian administrasi;
  • Proposal keterampilan yang diusulkan dinilai layak dan lolos penilaian teknis/substansi, dan
  • Lolos verifikasi lapangan
Tahap Keenam, Kepala PP PNFI akan menetapkan lembaga penyelenggara program
Labsite setelah memperoleh rekomendasi (berita acara) dari tim penilai berdasarkan hasil penilaian.

D. PENETAPAN LEMBAGA LABSITE
  1. Kepala PP PNFI mengeluarkan SK penetapan penerima bantuan pengelolaan labsite, berdasarkan hasil berita acara penilaian calon penerima bantuan pengelolaan labsite setiap periode seleksi. Penetapan dilaksanakan maksimal 3 (tiga) kali.
  2. Kepala PP PNFI mempersiapkan akad kerjasama penyelenggaraan labsite.
E. PENYALURAN DANA
Mekanisme penyaluran dana program labsite dilakukan sebagai berikut:
  1. Lembaga yang ditetapkan sebagai penyelenggara program labsite akan menandatangani akad kerjasama antara Kepala PP PNFI dengan pimpinan lembaga penyelenggara Labsite;
  2. Setelah SK penetapan lembaga dan akad kerjasama di tandatangani Kepala PP PNFI Regional I Bandung mengajukan usulan kepada kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk membayarkan/mengirimkan dana penyelenggaraan Labsite ke rekening lembaga penerima;
  3. Setelah menerima dana, lembaga penyelenggara program Labsite yang bersangkutan wajib melaksanakan program Labsite sesuai dengan proposal yang telah disetujui (paling lambat 1 minggu setelah dana diterima);
  4. Lembaga penerima dana blockgrant wajib membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
F. PEMANFAATAN DANA
Dana bantuan labsite dimanfaatkan untuk :
  1. Bantuan penyelenggaraan (Maksimal 30%), dipergunakan untuk melaksanakan program, pemenuhan media/sarana Proses Belajar Mengajar, Bantuan transport dan insentif tutor dan fasilitas PBM.
  2. Bantuan pemandirian (minimal 50%), dipergunakan melaksanakan kegiatan usaha produktif, program kewirausahaan, kelengkapan alat produksi, pasca produksi, pemasaran, pengelolaan usaha, kerjasama dan prakoperasi.
  3. Bantuan Manajemen (maksimal 20%), dipergunakan untuk pengadaan ATK, perbaikan dan kelengkapan sarana kerja, pengelolaan administrasi termasuk pelaporan, perawatan labsite, bantuan transport dan insentif pengelola.
G. PELAPORAN
Setiap lembaga penerima dana blockgrant pengembangan dan penyelenggaraan labsite wajib membuat dan menyampaikan laporan keuangan dan laporan kegiatan:
  1. Laporan keuangan Lembaga penyelenggara labsite wajib mengirimkan fotokopi bukti penerimaan transfer dana dari bank penyalur kepada PPPNFI paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah dana bantuan labsite masuk ke rekening lembaga penyelenggara.
  2. Laporan kegiatan Lembaga penyelenggara labsite diwajibkan untuk membuat dan menyampaikan laporan kegiatan secara tertulis kepada Kepala PP PNFI Regional I Bandung.
  3. Laporan disampaikan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Oktober dan Desember tahun 2011.
INDIKATOR KEBERHASILAN DAN PENGENDALIAN MUTU
A. INDIKATOR KEBERHASILAN
Indikator keberhasilan program labsite dapat dilihat dari:
  1. Lembaga penyelenggara program labsite dapat dijadikan tempat pembelajaran, pengkajian dan pengembangan, selayaknya lembaga- lembaga yang memiliki tugas penelitian;
  2. Masyarakat dapat memanfaatkan labsite sebagai tempat menyelenggarakan proses belajar mengajar;
  3. Terselenggaranya usaha produktif berbasis keunggulan lokal sesuai dengan programnya;
  4. Adanya laporan penyelenggaraan program pembelajaran, keuangan program labsite.
B. PENGENDALIAN MUTU

Pengendalian mutu terhadap pelaksanaan program labsite dilakukan oleh:
  1. Unsur internal Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal, Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional, PP PNFI, Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan Kab/Kota.
  2. Unsur ekternal terdiri dari BPKP/BPK.
Catatan:
  1. Pengendalian mutu merupakan rangkaian kegiatan pemantauan, evaluasi, dan pembinaan dilakukan secara internal dan eksternal.
  2. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pembinaan proses pembelajaran dilakukan oleh pengelola lembaga terhadap kegiatan program yang diselenggarakan secara internal, sedangkan ekternal dilakukan oleh PP PNFI sebagai penanggungjawab program labsite PP PNFI Tahun 2011.
  3. Dalam melaksanakan evaluasi dan pembinaan dapat dilibatkan unsur terkait seperti penilik PNF dan pamong belajar SKB/BPKB dan PPPNFI dan atau BP PNFI.
PENUTUP
Dengan terbitnya Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat menjadi acuan, rujukan dan petunjuk bagi semua pihak yang berkepentingan dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan melaporkan penyelenggaraan dan pengembangan labsite.
Apabila masih ada hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Teknis ini, dan dianggap penting, akan ditetapkan kemudian berdasarkan hasil kesepakatan antara PP PNFI dengan Ketua Lembaga/Instansi Pelaksana
Kegiatan labsite.

Lampiran 1
SISTEMATIKA PROPOSAL DANA BANTUAN (BLOCKGRANT) PROGRAM LABSITE
Proposal minimal memuat tentang:
Halaman sampul, terdiri dari: judul dan identitas lembaga
Kata pengantar
Halaman pengesahan/persetujuan
Uraian setiap bab:

  1. Pendahuluan
  2. Tujuan
  3. Kegiatan/program kerja
  4. Hasil dan manfaat yang akan diperoleh
  5. Rancangan anggaran dan biaya
  6. Lampiran (SK kelembagaan, rekening bank, NPWP, dan dokumen lain yang dianggap perlu).
Lampiran 2

SISTEMATIKA LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DAN PENYELENGGARAAN LABSITE PP PNFI DAN ATAU BPPNFI TAHUN 2011
Laporan sekurang – kurangnya memuat:
  1. Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi
  2. BAB I PENDAHULUAN
  • Latar Belakang
  • Dasar
  • Tujuan
  • Ruang Lingkup
PENYELENGGARAAN PROGRAM/KEGIATAN
  1. Bantuan penyelenggaraan, dipergunakan untuk melaksanakan program, pemenuhan media/sarana Proses Belajar Mengajar, Bantuan transport dan insentif tutor dan fasilitas PBM.
  2. Bantuan pemandirian, dipergunakan melaksanakan kegiatan usaha produktif, program kewirausahaan, kelengkapan alat produksi, pasca produksi, pemasaran, pengelolaan usaha, kerjasama dan prakoperasi.
  3. Bantuan Manajemen, dipergunakan untuk pengadaan ATK, perbaikan dan kelengkapan sarana kerja, pengelolaan administrasi, perawatan labsite, bantuan transport dan insentif pengelola.
HAMBATAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
  1. Penyelenggaraan, terdiri dari: pemenuhan media/sarana Proses Belajar Mengajar, Bantuan transport dan insentif tutor dan fasilitas PBM.
  2. Bantuan pemandirian, terdiri dari: kegiatan produktif, program kewirausahaan, kelengkapan alat produksi, pasca produksi, pemasaran, pengelolaan usaha, kerjasama dan prakoperasi.
  3. Bantuan Manajemen, terdiri dari: untuk pengadaan ATK, perbaikan dan kelengkapan sarana kerja, pengelolaan administrasi, perawatan labsite, bantuan transport dan insentif pengelola.
RENCANA TINDAKLANJUT

A. Penyelelenggaraan program
B. Bantuan pemandirian
C. Bantuan Manajemen

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

LAMPIRAN

1. Rekapitulasi kegiatan, sasaran (satuan dan jumlah), dan jumlah dana.
2. Laporan Kegiatan.
  • Penyelelenggaraan program
  • Bantuan pemandirian
  • Bantuan Manajemen
3. Dokumen administrasi pemanfaatan dana program labsite.
4. Foto-foto kegiatan dalam pemanfaatan dana Pembantuan yang relevan.
5. Dokumen lain yang terkait.
Desa Cilembu Sebagai Labsite
Sumber : Panduan Teknis Labsite P2PNFI Regional 1 Jawa Barat

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
ARTIKEL TERKAIT : data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,4" data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">
Tulisanmu ingin dibayar? Kirim artikelmu ke: troyalfawaz@gmail.com
NOTES: Jika Kolom Komentar Nggak Terbuka, Harap Muat Ulang Halaman ini
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | DMCA.com Protection Status | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger