DESA CILEMBU

Keluarga Islami

Arti Keluarga
Unit terkecil dlm masyarakat yg terdiri dari suami, isteri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya yg terikat secara hukum dalam perkawinan, (Kebiasaan di Indonesia hidup dalam keluarga besar sehingga ditambah sanak atau orangg tua suami/isteri keluarga tersebut)
Pengertian
Keluarga dalam pandangan syar’i merupakan wadah yang alami dan tepat untuk memelihara kelestarian dan kelangsungan hidup sekaligus untuk pembentukan karakter bagi individu manusia yang merupakan elemen hidup terpenting bagi pembangunan masyarakat (Q.S 49 : 13)
Keluarga Islami
Generasi Terbaik menurut Al Qur-an dan Sunnah
Mengamalkan Al Quran dan sunnah
  • Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya
  • Mencintai Nabi
  • Birrul walidain (Berbuat baik pada orang tua)
  • Menyebarluaskan nilai-nilai  kebaikan (QS: 46: 15 -16, 31:13-19)
Fungsi biologis, sebagai pemenuhan beberapa kebutuhan individual, seperti pemenuhan dorongan seksual, pengembangan keturunan, membesarkan dan mendidik anak.
  • Fungsi ekonomis, memenuhi kebutuhan sandang, papan, pangan dan kebutuhan sosial
  • Fungsi psikologis, memenuhi kebutuhan rasa aman, nyaman,diterima apa adanya
  • Fungsi pendidikan, sebagai ‘sekolah pertama’ bagi anak, pembentukan karakter,pewarisan nilai
Harmonis:Islami, cerdas, dan tangguh
  • Ada kestabilan yang menjamin kelangsungan hidup kelompok (misalnya kehidupan keluarga bahagia, sehat dan sejahtera material dan spiritual)
  • Keutuhan dan kerukunan rumah tangga yang aman, tentram dan damai, adalah impian dambaan setiap orang
Karakteristik keluarga harmonis:
  • Adanya kesetaraan antara suami dan isteri yg bersifat saling memberi dan saling menerima keadaan
  • Ada hubungan antara anak dan ortu utk saling memahami keinginan masing-masing dan saling menghargai
  • Ada  suasana dialog, setiap anak merasa bebas mengemukakan pikiran dan perasaan
  • Saling menempatkan diri dalam situasi anak atau orang tua artinya masing-masing mampu meninjau sesuatu dari sudut pandang anak atau orang tua
  • Orang tua tidak membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain, menerima , menghargai setiap kelebihan, kelemahan anak-anak (laki-laki dan perempuan)
  • Meningkatkan rasa kasih sayang, melalui pandangan, sentuhan, ucapan maupun perilaku lainnya
Aspek-aspek Manajemen yang dapat diterapkan dalam keluarga, yaitu:
  • Memulai dan mengembangkan rencana kegiatan
  • Menentukan dan membagi kewajiban antar anggota keluarga
  • Mengorganisasikan dan mengontrol penggunaan antara sumber-sumber manusia, antara(hub antar keluarga) dan material yg terdapat dalam rumah.
Manajemen keluarga:
  • Tentukan Visi
  • Mengatur, merencanakan, membagi tugas kepada anggota keluarga degan mempertimbangkan waktu, kedudukan,keuangan dan kemampuan setiap anggota
  • Menjelaskan tugas dan tanggungjawab anggota keluarga sesuai degan fungsi dan peranannya
  • Mengelola Sumber daya, sarana dan prasarana yg tersedia dalam keluarga
  • Berupaya memenuhi kebutuhan anggota keluarga secara individual maupun kebut secara bersama 
  • Menjaga keterpaduan dan keserasian interaksi dan komunikasi antar anggota dalam keluarga (hub suami-isteri, orang tua-anak, dan antar saudara)
  • Melakukan pengawasan secara rutin terhadap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab sesuai dgn fungsi dan peranannya, baik secara mandiri (introspeksi) maupun antar anggota keluarga.
Pola Asuh
  • Membahas tentang pentingnya memahami, memilih dan menerapkan pola asuh bagi setiap tahapan perkembangan anak.
  • Karakteristik anak pada setiap tahapan perkembangan berbeda-beda, merupakan pribadi yang unik.
Komunikasi
  • Diperlukan situasi komunikasi terbuka dan ikhlas, sehingga antar anggota tidak terjadi saling mencurigai dan saling mendendam prasangka.
Faktor pendukung dan penghambat terciptanya keluarga harmonis: Faktor pendukung terbagi:
  • Faktor pendukung dan faktor penghambat harus dikelola dan perlu kita perhatikan dengan baik, agar kita dapat mewujudkan keluarga harmonis.
  • Suatu Keluarga harmonis diyakini sebagai tempat untuk membentuk generasi yang sehat lahir dan batin, produktif dan merupakan modal untuk membangun bangsa
  • Faktor dalam keluarga sendiri, artinya yang sudah ada melekat dalam kehidupan keluarga (intern),
  • Faktor yang datang dari luar(ekstern) seperti adat istiadat, kebiasaan (hubungan dengan tetangga) dan lain-lain
Kesimpulan
  • Keluarga merupakan lembaga yang paling dasar untuk membentuk masyarakat
  • Keluarga adalah Unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami,isteri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya yang terikat secara hukum dalam perkawinan.
  • Keluarga yang harmonis ditandai degan adanya saling menghargai diantara anggotanya, saling bertanggungjawab terhadap kesejahteraan keluarga, melalui komunikasi yang terbuka. Setiap anggota mendapatkan pengakuan atas perannya dan atas haknya utk mewujudkan diri
  • Usaha untuk menciptakan dan memelihara keluarga harmonis harus dilakukan bersama oleh seluruh keluarga, meski ayah dan ibu mempunyai tanggungjawab utama
  • Tiga aspek penting dalam menerapkan pendekatan agar tercipta keluarga harmonis adalah     bagaimana menerapkan manajemen keluarga, memilih dan menerapkan pola asuh serta menerapkan pola komunikasi antara anggota keluarga
  • Dalam menerapkan manajemen, pola asuh maupun pola komunikasi tidak terlepas dari akar budaya tempat keluarga itu berada atau berasal. Tetapi sikap terbuka, tenggang rasa dan saling percaya harus diterapkan baik dlm menerapkan manajemen, pola asuh maupun pola komunikasi.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger