DESA CILEMBU

Konsep Kesehatan Lingkungan

Teori dan konsep pendidikan keaksaraan berwawasan kesehatan lingkungan
A. PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR
Pendidikan Keaksaraan Dasar yang disingkat dengan PKD adalah upaya peningkatan kemampuan keaksaraan penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas agar memiliki kemampuan membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, dan berhitung, untuk mengkomunikasikan teks lisan dan tulis menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia. Adapun tujuan dari pendidikan keaksaraan dasar, antara lain: a) meningkatkan kemampuan keberaksaraan penduduk usia 15 tahun ke atas. b) membangun keaksaraan penduduk dewasa yang belum bisa membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi dalam bahasa nasional melalui pengalaman nyata, c) memberikan kemampuan dasar  belajar  agar siapapun dapat mencari, memperoleh, menggunakan dan mengelola informasi untuk
meningkatkan mutu hidupnya.
Konsep Kesehatan Lingkungan
Salah satu sasaran dari program pendidikan keaksaraan dasar, adalah masyarakat perdesaan, yang antara lain mempunyai karakter; a) bekerja sebagai petani, buruh, dan nelayan, b) belum pernah sekolah atau putus sekolah SD, c)  cenderung kurang memperhatikan pentingnya belajar, dan d) kurang memiliki kesempatan mendapat informasi, dan bimbingan atau penyuluhan. Dalam proses pencapaian kemampuan keberaksaraannya, warga belajar pendidikan keaksaraan dasar harus mengacu pada Standar Kompetensi Keaksaraan Dasar (SKK-KD) adalah seperangkat kemampuan minimal untuk mencapai kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis dan kemampuan berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Nah untuk mengetahui isi dari SKK-KD tersebut, teman-teman bisa memahaminya di lampiran, yang terdapat di halaman belakang model ini. 
B.  PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAGI ORANG DEWASA 
Bentuk Pendekatan, Apa itu pendekatan pembelajaran? Adalah cara mengajar tutor dalam proses pembelajaran supaya materi-materi yang diajarkan dapat dengan mudah dipahami oleh warga belajar. Banyak sekali pendekatan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran keaksaraan. Tapi, dalam model ini kita akan mempergunakan tiga jenis pendekatan pembelajaran yang dihasilkan oleh  Lyra Srinivasan, yaitu: 
Pendekatan Yang Berpusat pada Masalah. Intinya pendekatan ini, menganjurkan kepada kita supaya materi yang diajarkan harus bersumber dari pengalaman dan permasalahan warga  Lalu tutor dan warga belajar, sama-sama aktif mencoba untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi warga belajar Pendekatan Proyektif. Pendekatan ini, dalam pelaksanaannya harus dibantu oleh media media belajar yang diperkirakan akan mempermudah penyampaian suatu materi kepada warga belajar. Sehingga, warga belajar bisa menelaah (proyeksi) dan mendapatkan makna dari media-media tersebut, kemudian merekadiarahkan untuk “berkaca” dari makna yang mereka dapatkan kedalam masalah-masalah yang sedang mereka hadapi 
  1. Pendekatan Aktualisasi Diri. Pembelajaran dengan mempergunakan pendekatan ini, materi-materinya diambil dari pengalaman-pengalaman dan kemampuan-kemampuan warga belajar. 
  2. Pendekatan Andragogi (Pendidikan Orang Dewasa) Teman-teman jangan lupa, jika warga belajar yang kita kelola adalah orang dewasa. Selayaknya kita ketahui, kalau orang-orang dewasa itu mempunyai ciri:  a). tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi, . b)merasa rendah diri, c). cepat patah semangat, d). merasa tidak berdaya terhadap tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya,  e). sikap hormat yang berlebihan pada orang yang dianggap sebagai tokoh bijaksana, dan  f). tidak mempercayai adanya nilai praktis pendidikan bagi kepentingan kehidupan mereka sehari hari.Nah, oleh karena itu dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan keaksaraan, kita harus menggunakan pendekatan andragogi yang antara lain, mempunyai prinsip-prinsip: Berorientasi pada pemecahan masalah lingkungan digali dari pendapat dan diketahui oleh warga belajar Berbasis pada pengalaman pribadi warga Memberikan pengalaman yang bermakna bagi warga belajar Memberi kebebasan bagi warga belajar untuk ikut memilih isi dan proses belajar sesuai dengan minat, kebutuhan dan pengalamannya. Pembelajaran harus dimulai dari dan berdasarkan pada pengetahuan dan kompetensi yang sudah ada sebelumnya Penguatan harus bersifat positif dan meningkatkan motivasi belajar bagi warga belajar. Pembelajaran harus memungkinkan warga belajar untuk berpartisipasi secara aktif sehingga dapat memperbaiki dan memperpanjang ingatan.

C.  KESEHATAN LINGKUNGAN 
Kita harus mengetahui, bahwa masalah kesehatan biasanya timbul dari tingkah laku kita dengan lingkungan hidup yang kita tempati. Dengan kata lain, kesehatan lingkungan punya dua lingkup bahasan yang sangat penting, yaitu: a) pengawasan lingkungan sekitar pemukiman dan, b) pengawasan vector (serangga penyakit) Seringkali sekitar pemukiman penduduk  terabaikan begitu saja. Hal ini, berhubungan dengan perilaku manusia, sedikit sekali perhatian terhadap masalah lingkungan sehingga tidak jarang implikasi dan perilaku tersebut berupa kerusakan lingkungan. Kedua, pengawasan vector, sangat penting bagi masyarakat karena penyakit seperti malaria ditimbulkan oleh adanya serangga perantara, yaitu nyamuk dan genangan air, sebagai sarang nyamuk sering terdapat di lingkungan dekat pemukiman.  
semoga konsep kesehatan lingkungan ini berguna...
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

makasih yah atas infonya,kita memang harus selalu menjaga kebersihan lingkungan agar selalu terhindar dari segala macam penyakit,kan kebersihan sebagian daripada iman,love,peace and gaul.

Balas

persis kang, setuju pisan
salam sehat selalu

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger