DESA CILEMBU

Bahan Ajar Wira Usaha

Hasil dari "Validasi dan Finalisasi model pendidikan masyarakat yang diselenggarakan oleh PPPNFI Reg.1 Bandung dari tanggal 8 November sampai dengan 10 November 2011 bertempat dihotel Imperium Jl. Dr. Roem Bandung, salah satu hasilnya adalah menyusun draf bahan ajar yang ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan PKBM di kawasan pengirim TKI, supaya dapat membantu menyiapkan mental, keahlian, dan sikap para calon TKI. Lebih jauh, diharapkan semoga nilai-nilai positif yang terdapat dalam bahan ajar ini dapat menjadi bahan refleksi untuk terciptanya nilai positif yang melembaga dalam diri warga belajar. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk menciptakan perilaku yang baik dalam menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari.
menjadi wirausaha sukses 

Penanggung Jawab:
Drs. Endin Suhanda, M.M.Pd.

Penulis:
Dian Sudaryuni

Editor:
Agus Ramdani

Layout dan Design Cover
Ujang Rahmat

PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL
PP-PNFI REGIONAL I BANDUNG

2011


Kelebihan Menjadi Wirausaha
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh seorang wirausaha, antara lain:

1.    Kesempatan untuk mewujudkan cita-cita.
2.    Kesempatan untuk menciptakan perubahan.
3.    Untuk mencapai potensi penuh Anda.
4.    Untuk menuai keuntungan yang mengesankan.
5.    Memberikan kontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan 
6.    Pengakuan untuk usaha Anda.
Selain kelebihan menjadi seorang wirausaha, juga terdapat beberapa kekurangan dan risoko yang hasus dipatahkan oleh wirausahawan, antara lain:
1.  Ketidakpastian pendapatan, mendirikan dan menjalankan bisnis tidak memberikan jaminan akan mendapatkan cukup uang untuk bertahan hidup.
2.     Adanya risiko kehilangan seluruh investasi, tingkat kegagalan  
3.     bisnis kecil relatif tinggi
4.    Jam kerja yang panjang dan bekerja keras
5.     Kualitas hidup lebih rendah sampai bisnis didirikan.
6.     Tanggung jawab kompleks, banyak pengusaha diharuskan untuk   
7.     membuat keputusan mengenai isu-isu di luar bidang ilmu.
8.     Putus asa, sangat membutuhkan dedikasi, disiplin, dan keuletan untuk mengatasinya.
Langkah-langkah menjadi Wirausaha Sukses.
              Mengolah ide menjual gagasan
              Memulai usaha
              Mengatur strategi bisnis
              Mematahkan belenggu kegagalan
              Memegang Kunci Sukses.
Kunci Sukses
a.    Pilar Sukses Wirausaha Sejati
             Mampu Memanfaatkan Waktu
             Memiliki Keseungguhan dan Kemampuan Kerja secara Kontinyu
             Kreatif dan Inovatif
             Percaya Diri
             Kemampuan Meraih Teman (Networking) 
             Kemampuan mempengaruhi orang lain.
 b.    Lima Prinsip Kerja Wirausaha
           Kerja Ikhlas (Aspek Spiritual)
           Kerja Mawas (Aspek Emosional)
           Kerja Cerdas (Aspek Intelektual)
           Kerja Keras (Aspek Fisik)
           Kerja Tuntas (Aspek Manajemen Diri)
c.    Etos Kerja Wirausaha Unggul
           Kerja itu suci, kerja adalah panggilanku, aku sanggup bekerja benar.
           Kerja itu sehat, kerja adalah aktualitasku, aku sanggup bekerja keras.
                      Kerja itu rahmat, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus.
           Kerja itu amanah, kerja adalah tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas.
           Kerja itu seni/permainan, aku adalah kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif.
           Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdianku, aku sanggup bekerja serius.
           Kerja itu mulai, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.
           Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul.
Sifat-sifat individu seorang pengusaha (Munawir Yusuf, 1999) yaitu:
1.    Motivasi Berprestasi
2.    Kemandirian
3.    Kreatifitas
4.    Pengambilan Resiko
5.    Keuletan
6.    Orientasi Masa Depan
7.    Komunikatif dan Reflektif
8.    Kepemimpinan
9.    Perilaku Instrumenal
10. Penghargaan Terhadap Uang
Beberapa Sebab Kegagalan usaha kecil :
1.    Individu atau kelompok bisnis tidak punya komitmen secara total.
2. Karena ukuran bisnisnya yang kecil maka mereka mengabaikan prinsip-prinsip operasional perusahaan yang sehat.
3.  Tidak Punya perencanaan yang jelas.
4.   Perusahaan kecil biasanya enggan menggunakan promosi dan penelitian sebagaimana
     perusahaan besar.
5.   Pengusaha kecil berlagak sebagai pengusaha besar yang sukses.
6. Dalam hal pemasaran - biasanya tidak ada yang kecocokan antara produksi dan pemasaran.
7. Banyak usaha kecil yang gagal karena tak jelas akan persoalan keorganisasian perusahaan.
8. Tak Jarang pengusaha pemula melakukan perluasan tanpa analisis dan perencanaan matang.
kegiatan belajar  3
cara mendapatkan modal
Sumber Modal dan Usaha dan Cara Memperolehnya
1.   Sumber Internal /Modal Sendiri (Pemilik Usaha)
Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik usaha. Keuntungan menggunakan
modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga.
Kerugian menggunakan modal sendiri jumlahnya sangat terbatas dan relatif sulit
memperolehnya. Perolehan dana dari modal sendiri biasanya berasal dari:
a.  Tabungan sendiri
b.  Setoran dari pemegang saham
c.  Menjual barang yang kurang produktif
d. Menjual barang yang menguntungkan (pada saat menjual, lebih  mahal serta lebih
    menguntungkan jika dibandingkan dengan saat membeli)
e. Fasilitas/tempat milik sendiri (tanah, bangunan, garasi, mesin dan sebagainya)
2.   Sumber Eksternal
Modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan
biasanya diperoleh secara pinjaman. Menggunakan modal pinjaman untuk membiayai
suatu usaha akan terkena beban biaya, biaya administrasi, provisi dan komisi serta bunga
yang besarnya relative. Kemudian adanya kewajiban untuk mengembalikan pinjaman
setelah jangka waktu tertentu sesuai perjanjian sebelumnya.
Cara memperoleh modal usaha dari sumber ekternal, diantaranya :
a.   Modal Pinjaman
1. Pinjaman dari lembaga keuangan syariah, seperti :dari Baitul Maal wa Tamwil (BMT),
    pegadaian syari’ah, bank syari’ah, dan sebagainya.
2. Pinjaman dari perbankan : Bank, BPR
3. Pinjaman dari lembaga lain, diantaranya: pinjaman dari Badan Usaha Milik Negara
    (BUMN), asuransi, kelurahan, koperasi, dan lain-lain.
4. Pinjaman dari perorangan: pinjaman dari isteri/suami, orang tua/mertua, saudara,
    tetangga, teman sekolah/kuliah, teman kerja, dan sebagainya.
5. Pinjam ke teman-teman Anda (teman bermain, kuliah, olah raga,santai, band, dan
    sebagainya).
Tips untuk mencari modal dengan cara ini, ikuti langkah berkut ini :

@  Tetapkan berapa jumlah modal yang  butuhkan.Misalnya 2 juta atau 5 juta atau berapa saja terserah Anda , yang penting logis.
@  Buatlah daftar nama teman-teman , semakin banyak makin bagus
@  Bikinlah sebuah surat yang isinya permohonan pinjam uang ke teman-teman Anda itu
@ Jadikan surat permohonan ini sebagai jaminan Anda, dan buatlah teman Anda untuk percaya kepada Anda.
@  Fotocopy surat tadi sebanyak nama yang telah Anda buat di daftar nama
@  Mulailah datangi teman-teman Anda satu persatu dan berikan surat permohonan Anda
@ Jika anda beruntung , dan Allah menghendaki, Insya Allah i'tikad baik Anda akan mudah terpenuhi.
Ilustrasi :
#  Jika umpamanya anda membutuhkan modal 2 juta, Dan anda telah mendaftar sebanyak
    100 nama teman.
#   Maka untuk setiap nama teman itu akan anda pinjam uangnya : 2 jt /100 = 20 rb .
#  Jika anda punya 200 teman : maka satu teman = 2 jt/200 = 10 rb .
#  Semakin banyak nama teman anda , akan semakin kecil jumlah pinjaman ke masing-masing teman, dan akan semakin besar peluang anda mendapatkan pinjaman itu.
b. Modal dari Uang Muka
Berupa uang muka yang diperoleh dari konsumen Anda sewaktu melakukan transaksi.
3. Gabungan (Internal dan Ekternal)
a. Modal Pribadi dan Pinjaman
b. Kerjasama
Kerja sama dengan teman, cari teman yang kira-kira punya modal tetapi masih
bingung untuk diinvestasikan. Anda bisa menawarkan kepada mereka untuk
berkoalisi, syaratnya Anda harus sudah memiliki model bisnis yang jelas, agar
nantinya Anda percaya diri dalam urusan ini.
B. Proses Kredit Usaha ke Lembaga Keuangan
Belakangan ini banyak bank-bank besar mengucurkan kredit untuk kalangan usaha
segmen KUKM. Bahkan ada bank yang mendirikan unit/divisi yang khusus menangani
kredit mikro, seperti Bank Danamon, Mega membentuk KUKM Center. Hal ini dimaksudkan
untuk lebih mendekatkan bank dengan kalangan KUKM. Namun sayang, banyak
pengusaha dikalangan KUKM masih gamang dengan hal-ikhwal kredit. Hal ini boleh jadi
karena ketidaktahuan mereka tentang seluk beluk pengajuan kredit dan pengucurannya.
Jika Anda atau koperasi Anda ingin mendapatkan pinjaman dari bank, maka Anda perlu
mengetahui step-step yang harus dilalui. berikut ini proses atau alur kerja permohonan dan
penyaluran kredit.
1. Persiapan Sebelum ke Bank
Sebelum Anda pergi ke bank, sebaiknya Anda terlebih dahulu menyiapkan beberapa
dokumen penting , antara lain:
#  Membuat proposal usaha
#  Administrasi dan legalitas usaha
#  Surat-surat penting sebagai pendukung
Jika Anda telah menyiapkan semua dokumen dan berkas sebagai penunjangan permohonan kredit, langkah selanjutnya Anda menemui petugas bank di bagian kredit. Biasanya Anda akan diberikan formulir (isian) permohonan kredit.
2. Mengisi Formulir Permohonan Kredit
Di bank tertentu, formulir permohonan kredit Anda diisi oleh petugas bank. Jadi, Anda hanya diwawancarai saja. Namun, tidak menutup kemungkinan, di bank lain Anda akan mengisi formulir sendiri. Formlir tersebut pada umumnya berisi tentang data pribadi, profil usaha, pengalaman usaha, jumlah pengelola, jumlah karyawan, jenis dan pemasaran produk (barang atau jasa) termasuk bahan bakunya, omset usaha, profit margin rata-rata, modal, jaminan, tujuan penggunaan kredit, kebutuhan kredit, kepemilikan Jaminan, dan lain sebagainya. Setelah formulir diisi dan ditandatangani oleh Anda, lalu diserahkan kembali kepada petugas bank, maka bank akan melakukan berbagai analisa atas permohonan kredit Anda tersebut.
3. Analisa Awal Pejabat Bank
Analisa awal dilakukan bank dengan cara antara lain:
Wawancara. Gunanya untuk untuk mencari kebenaran data di dalam formulir permohonan
kredit dan data tambahan yang diperlukan bank. kunjungan pihak bank ke tempat usaha Anda.laporan kunjungan
4. Analisa Lanjutan oleh Bank
Analisa Keuangan menyangkut :
Likuiditas, kemampuan prototype usaha dalam membayar utang yang jatuh tempo.
Mengukur seberapa besar asset calon debitur yang dibiayai oleh bank (kreditur).
Kalkulasi ini dapat dilihat melalui komparasi total utang yang dimiliki dengan modal sendiri, perbandingan total utang dengan modal sendiri, dan perbandingan antara pendapatan bersih dengan bunga yang harus dibayar. Aktivitas usaha, dinilai oleh bank melalui perbandingan pembayaran yang diterima dengan persediaan barang, perbandingan-perbandingan penjualan dengan persediaan total asset, serta perputaran modal kerja dalam setahun. Profitabilitas atau kemampuan menghasilkan keuntungan, diukur melalui perbandingan laba bersih dengan total asset, serta perbandingan laba bersih dengan modal sendiri.
a. Analisa Usaha/industri
b. Analisa Manajemen
c. Analisa Yuridis Usaha
d. Analisa Jaminan
5. Persetujuan/Penolakan Kredit
Setelah melakukan analisa-analisa tersebut diatas, bank akan menyetujui atau menolak permohonankredit Anda. Jika bank menyetujuinya, maka Anda (calon debitur) akan memperoleh  surat persetujuan prinsip bersyarat dari bank yang bersangkutan.
6. Pengikatan/Perjanjian Kredit
Bila Anda (calon debitur) setuju atas persyaratan yang termuat dalam offering letter, maka akan dilanjutkan dengan pengikatan pembiayaan (kredit) dan jaminan.
7. Pencairan Kredit (Pembiayaan)
Setelah offering leffer yang dilanjutkan dengan pengikatan/ perjanjian kredit (utang-piutang) maka proses selanjutnya adalah pencairan dana. Tiap bank mempunyai kebijakan berbeda. Seperti Bank Muamalat, Anda tidak akan diberi uang dalam bentuk cash, tetapi barang yang Anda butuhkan sesuai dengan usaha Anda. Pemilihan produsen atau pedagang yang menjual diatur dalam kesepakatan antara debitur dan kreditur.
8. Monitoring
Bank akan melakukan monitoring (pengawasan) terhadap usaha Anda agar dapat berjalan secara berkesinambungan dan meningkat menjadi besar. Sistem nomitoring yang dijalankan sesuai kebijakan masing-masing bank. Biasanya, sifatnya timbal balik, Anda membuat laporan kegiatan usaha, dan pihak perbankan akan mendatangi usaha Anda.
9. Pelunasan Utang
Hutang yang Anda peroleh dari bank, mempunyai hak untuk dibayar. Buatlah budget anggaran setiap bulan dari penyisihan laba usaha Anda.


daftar pustaka
nubagertea.multiply.com/journal/item/40 – Filipina
ristae @ fastkaya.blogspot.com/2011/.../kelebihan-menjadi-wirausahawan
ruben wiliiam haposan ritonga dalam manajemen pemasaran 2007
www.karirsmk.com/unduhan/elearn/usaha_smk.pdf
www.motivasi-islami.com/sukses-wirausaha-cara-mendapatkan-modal/
Semoga berguna[]


Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger