DESA CILEMBU

Ke Neraka..., Siapa Takut?

Masuk Neraka …, Siapa Takut ???
“Banyak orang takut mengatakan apa yang mereka inginkan.
Itulah mengapa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.”
Allâh Subhânahu wa Ta’âla sendiri telah menyatakan di dalam firman-Nya,


وَإِنْ مِنْكُمْ إِلاَّ وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْماً مَقْضِيّاً. ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيّاً.


“Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami (Allâh) akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa, dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut” (Qs. Maryam [19]: 71-72).

Pada penjelasan ayat di atas dikemukakan, bahwa semua kita pasti akan merasakan panasnya siksa api neraka. Pertanyaannya kemudian, “Mengapa kita harus takut terhadap sesuatu yang kepastiannya telah ditetapkan oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âla sebagai Pemilik manusia, dan juga seluruh isi alam raya ini; langit maupun bumi beserta isi keduanya?”
Kehidupan di alam dunia ini hanya menyediakan dua penilaian, yakni baik dan buruk. Sedangkan di alam akhirat kelak juga hanya tersedia dua balasan berupa neraka atau surga; tidak tersedia pilihan antara. Siapa yang melakukan amal kebaikan di alam dunia ini pasti kelak akan memeroleh balasan berupa kebaikan dan surga-Nya di alam sana. Sedangkan bagi siapa yang telah melakukan keburukan pada saat berada di alam dunia ini pasti akan menuai balasan berupa siksa dan neraka-Nya di alam akhirat. Tidak tersedia pilihan antara yang berada di celah-celah keduanya. Jika kita melakukan kebaikan maupun keburukan, maka pasti balasannya telah ditetapkan oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âla.
Jika demikian kondisinya, lalu mengapa kita harus merasakan ketakutan yang tidak perlu, atau dengan bahasa yang umum biasa disampaikan dengan istilah berlebihan? Apakah ada di antara kita (manusia) yang seumur hidupnya pernah merasa tidak melakukan aktivitas yang bernilai dosa sama sekali, kecil maupun besar? Dan, mesti diingat, bahwa balasan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan itu, kecil maupun besar, hanya tersedia dalam bentuk siksaan di dalam api neraka. Hingga setiap kita pasti akan merasakan neraka itu, sebentar maupun lama. Karena, tidak satu pun dari kita yang mampu menghindarkan diri dari melakukan dosa.
Mahasuci Allâh, Dzat Yang Mahamulia, Dia Subhânahu wa Ta’âla membingkai penjelasan ayat berikutnya dengan menyatakan, “Kecuali mereka yang bertakwa dan berhasil meraih kecintaan-Nya.” Inilah sesungguhnya kunci sebagai letakmpuan untuk menghindarinya.
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger