DESA CILEMBU

Pa Tua Petani Ubi Cilembu Sejati

Jam didinding rumahku menunjukan 6.00 WIB, sebentar lagi akan lewat, Pa tua dengan topi koboy dan keranjang dipundaknya,....sesaat kemudian....dari kejauhan tampak sosok tegap itu berjalan perlahan menyusuri pematang sambil mengisap tembakau hasil lintingan sendiri. Pa tua petani ubi cilembu sejak kecil sudah menjadi petani, bertahun-tahun tak pernah melihat kehidupan lain selain ladang garapan, cangkul, dan keranjang yang setiap waktu menemani kehidupannya. Tidak tampak kerentaan yang menggerogoti usianya, sorot mata yang tajam dengan jenggotnya yang memutih, menggambarkan betapa gagahannya kala muda dahulu. sebuah harapan selalu dia pikul dan sematkan dalam keranjang yang sudah lama menjadi teman setianya, saya tak hapal siapa namanya, karena sejak menjadi dekat selalu saya panggil dengan sebutan Pa Tua.
Pa Tua Petani Ubi Cilembu Sejati
Bila senja menjelang sepulang dari ladang ubi milik orang kota (karena dia hanyalah petani penggarap), Pa tua akan singgah melepas lelah digubukku, sambil menikmati kopi dan rokok yang disuguhkan, maka ceritanya akan diawali dengan perjuangannya bagaimana dia bertahan hidup dengan pekerjaannya sebagai buruh tani ubi cilembu. Menggarap, menanam, merawat dan saat panen tiba dihargai hasil panennya sesuka sukanya para tengkulak...(kapan harga ubi cilembu dapat seperti harga BBM? tidak pernah turun...yang ada selalu naik dan naik?......mimpi yang GELO....
Potret buruh tani yang tak berdaya tergambar jelas ada dihadapan kita, disekitar kita, dilingkungan kita....apa yang bisa kita perbuat untuk mereka?
Untuk Pa Tua...sehat selalu ya pa..!!


Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger