DESA CILEMBU

Tahu, Tempe Ramah Lingkungan

Tahu, Tempe ramah lingkungan  ~  berita bagus untuk para pengusaha tahu yang ada disumedang sebagai kota tahu sebagai motivasi agar juga terdorong untuk melakukan yang telah dilakukan oleh pengusaha tahu dijakarta yang dibantu Primkopti dibantu Mercy Corps Indonesia yang berencana pada tanggal 12 April 2012 akan memperkenalkan tahu, tempe yang berlabelkan higienis dan ramah lingkungan di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya, Fitria Rinawati, koordinator komunikasi Mercy Corps Indonesia, menjelaskan, produk tahu dan tempe bermerek saat ini sudah ada di pasaran. Namun, belum bisa dipastikan apakah tahu dan tempe itu sudah diproses secara higienis dan ramah lingkungan.
Yang dimaksud higienis adalah tahu dan tempe tersebut pembuatanya melalui proses yang higienis, sesuai dengan kaidah kesehatan dan keamanan untuk konsumen, mulai dari pemilihan bahan baku, kacang kedelai, sampai proses pembukusan tahu dan tempenya. Sebagai contoh, dipastikan perajin tempe dan tahu yang produknya diberi merek dan direkomendasi Primkopti tersebut sudah tidak menggunakan lagi drum-drum bekas oli untuk merebus kedelainya. Selain tidak higienis, penggunaan drum bekas oli itu juga cepat rusak karena mudah berkarat. 

Sedangkan yang dimaksud Tahu, Tempe ramah lingkungan, lanjutnya, antara lain pengrajinnya tidak lagi menggunakan kayu sebagai bahan bakar dalam merebus kacang kedelainya, melainkan menggunakan gas. "Berdasarkan hitung-hitungannya, terbukti juga menggunakan gas, biaya produksinya menjadi lebih murah dibanding kalau perajin itu mengunakan kayu atau batang pohon," kata Fitria.
Ramah lingkungan lainnya, limbah bekas proses pembuatan tahu tidak lagi dibuang ke saluran air atau ditumpuk begitu sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan atau udara. Limbah bekas proses pembuatan tahu itu diubah menjadi biogas, yang digunakan kembali untuk proses perebusan atau pemasakan kedelai.  
Mercy Corps Indonesia melakukan intervensi pada masalah tahu dan tempe karena melihat hampir seluruh perajin tahu dan tempe, khususnya di Jakarta, belum higienis dalam memproduksi pangan yang dikonsumsi secara luas di Indonesia. Tahu dan tempe pun mengandung tinggi nutrisi dan protein, harga murah, dan enak rasanya.  
"Pada saat yang sama, tahu dan tempe telah menjadi rantai ekonomis yang menjadi kunci bagi perekonomian lokal, sebagai sumber pengahasilan dari 85.000 perajin dengan 285.000 pekerja (di mana 40-50 persennya adalah perempuan) dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp 700 miliar per tahun atau 78 juta dollar AS per tahun," tutur Fitria.  

Mercy Corps adalah organisasi yang memfokuskan membantu di tempat-tempat sulit di dunia dengan meringankan penderitaan, kemiskinan, dan tekanan dengan mengubah krisis menjadi kesempatan membangun masyarakat yang aman, produktif, dan adil. Kantor pusatnya ada di Portland, Amerika Serikat, dan Edinburgh, Inggris, dengan kantor perwakilan ada di 40 negara, termasuk di Indonesia, tepatnya di Pancoran, Jakarta Selatan. [kompas.com]

Semoga Tahu,Tempe Ramah Lingkungan ini dapat menjadi motivasi bagus untuk pengusaha dan pihak terkait di Kab. Sumedang.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

16 komentar

Wahh saya demen banget sob ma Tempe dan Tahu...

Nice share

Balas

makanan rakyat sejak jaman londo ya gan.

terimakasih udah mampir kesini blog n'deso.

Balas

wah.. artikelnya mantabbss.. :D selain hal diatas kata kakak saya untuk *tempe* saja.. tempe itu makanan mahal di Amerika... :D dan karena mahalnya itu Malaysia pengen meng-Klaim itu miliknya.. tapi kagak bisa karna itu sudah menjadi PATEN punya Indonesia kita ini.. :D

Balas

kalau soal tahu tempe..terus terang bang aku paling doyannnn..gizinya tinggiu banget tuh bang..

Balas

Amiin...terimakasih.
Sayangnya orang endonesia sendiri masih menganggap tempe/tahu termasuk makanan kelas bawah, padahal amerika. jepang, disana sudah jadi tren.

Mlaysia sih emang begitu, maklum negara kecil yang minim potensi.

Balas

pasti kan terbuatnya juga dari kedelai, pasti gizi tinggi, tinggal bagaimana caranya agar bangsa ini meng tren kan makanan ini, seperti halnya bangsa lain.
terimakasih kunjungannya, semoga sehat selalu

Balas

semoga home industry semakin maju :)

tahu tempe itu uenak bangett, cuma di goreng gitu aja manteb hehe

Balas

jadi yang di pancoran itu mercy kantor cabang ya?

ahh iya sih kalo tahu tempe mah, nggak akan lekang oleh jaman.

Balas

terimakasih suportnya kang

Balas

wahaaa...persis kang, tak lekang oleh hujan badai sekalipun, tetap tempe dan tahu namanya...:o)

Balas

Tempe atau tahu, kalo kreatif bsa di jadikan dan di sajikan dengan aneka rasa dan rupa. Hehe kalau sya tempe atau tahu itu biasanya buat lauk tapi di goreng pke tepung. Tapi tempenya disisir dulu yg lembut jadi nantinya keliatan spt bukan gorengan tempe... Awas loh itu hasil ide kreatif saya, siapa yg mau meniru silahkan dan di jamin enak :D

Balas

sampai saat ini saya masih setia sama yang namanya tahu tempe :D

Balas

tengkyu..sama dong

Balas

bumbunya apa azh tuh om?
nanti kita coba bikin terus kita posting dan nempelin sumbernya dari om Yayack Faqih..geto...:O)

Balas

tengkyu atas kesetiaannya, sebab jika abang ngga setia...meranalah daku...:o)
makasih suport nya yah
salam sehat selalu

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger