DESA CILEMBU

Filosofi Dagang Orang Tionghoa

Filosofi Dagang Orang Tionghoa ~ Bulan April ini mendadak jadi sering pulang kota, ada sesuatu yang harus diurus, jadi punya kesempatan untuk mampir, kumpul dengan temen lama, salah satunya Koh A Hong, temen bandel waktu kecil, dia kini sudah sukses....padahal di SD nya tukang minta contekan..:o)...kesuksesan tidak ditentukan oleh nilai akademik
"Ha..ya...lu masih gila?...teguran khas si A hong setiap ketemu sambil mengangkat kedua tangannya lebar-lebar seperti mau memeluk, (lucu...jadi kaya artis, wkwkwk),"Gilaa lu hong..kaya raya luh..mantaf coy...kasih tau gua caranya hong, mumpung bisa mampir nih".....tanpa bermaksud menjawab, saya, balik berujar. Panjang lebar kita kangen-kangenan, cerita ngalor ngidul, sambil ngopi ditambah ubi cilembu asli oleh-oleh yang kebetulan ada.
"Hong...gua serius soal ilmu dagang lu, nih"..."Tumben lu...emang bisa serius?" kata Ahong sambil garuk-garuk hidungnya (kebiasaan sejak kecil)"Buru lah...geura der, kaburu magrib", ujarku...(sambil tangan kananku mengangkat kopi yang mulai dingin)."aahhh..lagu lu masih jadul azh...kata ahong sambil ikutan ngangkat kopi yang tinggal ampasnya...wkwkwk."begini nih.......ujar Ahong sambil membetulkan perut gendutnya....Orang Cina kalau dagang :
Filosofi Dagang Orang Tionghoa
  • KERJAnya DUA KALI LEBIH KERAS ketimbang orang lain
Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan lebih keras dan rajin, jika kita sama rajinnya dengan orang Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka.
inilah poin-poin dari filosofi dagang orang Tionghoa itu:
  • Orang Cina berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin, yang mereka lakukan tidak banyak formalitas dan birokrasi, contohnya "Bila dahulu bapaknya berjualan air dipinggir jalan, anaknya akan embuka restoran, dan cucunya akan membuat pabrik air kemasan".
  • Pola pikir orang cina(Tionghoa) pada perdagangan selalu positif, dunia dagang adalah dunia yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan, pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali. 
  • Berdagang dapat dijadikan hobi, tetapi bukan untuk mengisi waktu luang.
  • Pedagang Cina memiliki kode etik yang sangat dijungjung tinggi, menjatuhkan perdagangan orang lain adalah perbuatan tabu dan terkutuk, bagi pedagang Cina , sangat dilarang menganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan orang lain, persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan, pedagang yang tidak mematuhi kode etik tersebut akan mendapatkan sangsi moral, sekali namanya rusak, selamanya orang tidak akan mempercayainya lagi.
  • Dunia perdagangan penuh dengan persaingan, oleh karena itu harus mempersiapkan diri dengan seni "bela diri" perdagangan untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan datang.
  • Seni berdagang memerlukan kecermatan dan ketelitian, tidak cukup hanya teoritapi perlu praktek dan fleksibilitas, juga harus memiliki daya tahan, mental dan jiwa yang kuat.
  • Seni berdagang orang Tionghoa mengutamakan prinsip "win-win", tanpa mengalami kerugian, keuntungan tdak akan datang. 
  • Sebagian dari keuntungan selalu disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan yang datang diluar dugaan, sebagian keuntungannyapun digunakan untuk menambah modal kerja dan investasi. Uang digunakan untuk menghasilkan uang
  • Kerugian jangka pendek merupakan jalan yang dilalui untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.
  • Pantang mengeluh dihadapan pelanggan, apalagi menunjukan emosi negatif, selalu bersikap terbuka dan lapang dada bila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.
  • Harus memiliki daya dukung dangan sikap agresif, proaktif, berani, tahan banting, semangat tinggi, dan rela berjuang untuk merebut segala peluang yang ada,
  • Orang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malan hari
  • Kegagalan pertama tidak akan dapat melunturkan semangatnya, malah jadi motivasi untuk lebih gigih lagi, kegagalan kedua dijadikannya pelajaran, kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak, kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan ketabahan.
  • Bila sudah melibatkan diri dengan dunia perdagangan, kita harus menyiapkan tujuan dan target untuk mendapatkan jangka panjang.
Filosofi Dagang Orang Tionghoa, bersambung.... ke Filosofi dagang orang Tionghoa part2



Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger