DESA CILEMBU

Khitan(Sunat) Part.3 (de'end)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalam'muallaiqum.Wr.Wb...Sampurasun...Rampes.
Khitan (Sunat) Part.3 ~.....cie....cie....udah seperti para master nih si sayah teh - lah....aya' tulisan tubikontinyu dan pastina akan diakhiri dengan kalimat/tulisan de'end...sagala he'euh?!....meni gaia-lah. Postingan anu harita teh :
Anu kahiji mah..."Khitan(sunat)...Mau Part.1?!", dilanjutin ke "Khitan(Sunat). Part.2".....padahal mah, ti sumberna mah ngan hiji, sabab kapanjangan teuing kusayah dipunggel jadi 3 bagian...sekedar memuaskan bathin pribadi wungkul...sugan atuh aya nu nyengseurikeun....sugan deui mang google jengkeleun atuh...!!sekali-kali mah urang ledek - lah mang google teh atuh.

Sesuai dengan janji soal penjabaran mengenai 7(tujuh) Metode Khitan, mungkin sebagian sohib ada yang sudah meng-klik tautan "sumber" di artikel Part.2...lebih bagus langsung komentari sajah , ngga perlu dibaca lagi, tapi bagi sohib yang belum sempet meng'klik tautannya, silahkan disimak sampe ka budeg 7 penjelasan metode khitan ini, sugan isuk pageto bakal aya gunana ieu elmu teh...tapi mun sakirana teu guna...mending balikkeun deui weh...wkwkwk.

1.  Klasik atau Dorsumsisi.

Metode jadul, alat yang digunakan untuk memotong tititnya adalah bambu yang telah diraut tajam, skalpel (pisau bedah), dan silet. Sebelum digunakan peralatan tersebut disterilkan menggunakan alkohol...metode ini sudah lama ditinggalkan...yang mengalami metode ini sejaman dengan para bloger yang sering mampir kesini...dijamin menggunakan metode ini semua...
Silahkan dibayangkan apa yang telah dilakukan para pe-Sunat terhadap burung kita dahulu kala?? ini lah caranya :

  1. Membersihkan peralatan yang akan dipakai
  2. Mengukur atau memperkirakan panjang kulit yang akan dipotong, relatif terhadap ukuran penis
  3. Menarik bagian depan dari kulit dan meregangkannya dengan semacam penjepit
  4. Memotong kulit yang sudah diregangkan dengan sekali iris
  5. Mengaplikasikan obat anti-infeksi atau betadine

Bekas luka yang ditinggalkan dari metode ini tidak dijahit dan langsung dibalut (secara agak longgar tergantung kenyamanan) dengan kain kassa. Dengan cara sekali iris, metode ini memang menjadi metode tercepat dari semua metode yang ada. Namun, metode ini memberikan dampak yang sangat luas. Dampak tersebut adalah:

  • Terpotongnya pembuluh darah yang berperan mengalirkan darah ke sebagian kepala penis
  • Terpotongnya susunan syaraf yang diduga memengaruhi kenikmatan saat hubungan seksual
  • Pendarahan yang hebat jika pasien mengalami hemofilia yang belum terdeteksi
  • Lecet yang disebabkan karena masih adanya perlengketan kulit dengan kepala penis saat pemotongan
  • Rasa sakit yang amat sangat bisa menyebabkan pasien bergerak dan menyebabkan alur pemotongan tidak rata (untungnya rata...coba kalau jingjet?..gawat euy)

2.  Kovensional atau umum
Metode ini telah berevolusi dari metode sebelumnya, yaitu metode klasik. Pada metode ini, semua prosedur telah mengacu kepada aturan atau standar medis, sehingga meningkatkan keberhasilan sirkumsisi. Kemungkinan terjadinya infeksi pasca operasi dapat diminimalkan sampai tidak ada infeksi.
3. Lonceng atau Ikat
Metode yang unik, karena tidak ada pemotongan atau operasi, silahkan dipikirkan gimana tuh tanpa rasa sakit, tanpa operasi, tiba-tiba titit kita sudah berubah bentuk jadi buleneng, metode ini kini sudah dilarang, karena memerlukan waktu yang lama.

4.  Clamp atau Klamp
Metode ini pada prinsipnya adalah kulit yang akan dihilangkan dijepit kemudian dipotong saat itu juga. Secara sekilas, proses penjepitan terlihat seperti metode lonceng, namun, sangat berbeda di tahap selanjutnya, yaitu pemotongan. Pada metode ini, penjepitan hanya dilakukan sebentar saja selama operasi berlangsung dan segera dilepas lalu penjepit kemudian langsung dibuang (sekali pakai) sehingga tidak terjadi nekrosis. 

5. Tara Clamp
Ditemukan dan dipatenkan oleh seorang professor, dr. Tara Gurcharan Singh pada awal tahun 1990, alat ini hampir seluruhnya terbuat dari plastik dan digunakan hanya sekali saja.
Pada metode ini, kulit yang akan dihilangkan dilebarkan, kemudian ditahan dengan Tara Clamp itu sendiri. Setelah 3-5 menit, kulit akan terlepas dengan sendirinya dikarenakan tekanan.
Walaupun metode ini menggunakan tekanan, nyatanya metode ini tidak menimbulkan rasa sakit, tanpa pendarahan, tanpa jahitan, dan bisa langsung melakukan aktivitas yang relatif ringan.

6. Electrocautery
Metode ini menggunakan teknik yang berbeda sekali dengan metode yang lainnya, dimana umumnya menggunakan pemotongan dengan pisau bedah atau alat lain, sementara metode ini menggunakan panas yang tinggi tetapi dalam waktu yang sangat singkat.
Metode ini memiliki kelebihan dalam hal mengatur pendarahan, dimana umum terjadi pada anak berumur dibawah 8 tahun, yang dimana memiliki pembuluh darah yang kecil dan halus.

7. Laser Carbon Dioxide
Metode inilah yang menggunakan murni laser selama proses sirkumsisi. Metode ini adalah metode tercepat selain menggunakan metode klasik karena didukung oleh tekhnologi medis yang telah maju. Berikut ini adalah urutan proses sirkumsisi pada umumnya menggunakan laser:
  1. Pasien diberikan anethesi lokal disekitar pangkal penis
  2. Kulit yang akan dipotong kemudian diukur dan ditahan dengan menggunakan klem sekali pakai
  3. Laser kemudian disinarkan persis di klem tersebut
  4. Langsung setelah pemotongan selesai, klem dibuka, dan hasil sirkuksisi diberi obat anti-infeksi dan di perban
  5. Tim dokter juga menyarankan untuk diberikan sedikit jahitan agar hasil potongannya tidak terlalu terlihat setelah sembuh, dan juga untuk mencegah luka berpindah posisi.
Semua proses ini memakan waktu maksimal 15 menit jika tanpa hambatan. Pemotongannya sendiri memerlukan waktu kurang dari 1 menit karena laser yang digunakan. Metode ini bisanya disarankan dokter jika yang akan di sirkumsisi masih berusia dibawah 12 tahun. Namun, pada dasarnya, usia berapa saja diperbolehkan untuk menggunakan metode ini.[sumber]
[]Semoga manfaat.


Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger