DESA CILEMBU

Khitan(sunat) Part.2

Khitan(Sunat) Part.2
Assalam'mualaiqum.Wr.Wb...Sampurasun...Rampes.
Khitan (sunat) Part.2 ~ lanjutan dari khitan (sunat). Ada hal mengharukan yang terjadi setelah troy dikhitan yang kiranya dapat menjadi motivasi bagi orang tua yang putranya belum atau berencana meng-khitankan. contoh keharuan yang terjadi setelah dikhitan, dia berusaha lebih bersikap dewasa dalam menghadapi adiknya "Geo Gibran Al-Fawaz", sebelumnya bila adiknya menginginkan sesuatu yang dipegangnya pasti berakhir dengan suara tangisan salah satu diantara mereka, sejak dikhitan hal itu tidak pernah lagi terjadi, istimewanya lagi, bila waktu mengaji tiba, dialah yang paling dulu bersiap dimushola rumah kami. hal kecil ini yang membuat kami merasa terharu bercampur bangga mengingat usianya baru menginjak 4 tahun 33 hari (29/02/2009-tahun kabisat)...mudah-mudahan hal ini menjadi kebiasaannya sampai tua...amiiin.
Bagi orang tua yang putranya hendak di khitan, agar tidak menjadi ragu silahkan disimak.

Manfaat Khitan
Manfaat khitan atau sirkumsis bagi laki-laki adalah menghilangkan kotoran beserta tempat kotoran itu berada yang biasanya terletak dibagian dalam dari kulit terluar penis. Serta untuk menandakan bahwa seorang muslim telah memasuki kondisi dewasa.

Usia Khitan 

Pada umumnya, masyarakat mengkhitankan anaknya pada usia antara 8-12 tahun. Namun, banyak dokter yang setuju bahwa khitan dilakukan terbaik pada pertengahan umur 15 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan waktu kepada jaringan penis yang masih lunak dan berbahaya jika rusak untuk menyatu dan menguat. Mengkhitan pada usia dibawah yang dianjurkan memang boleh dilaksanakan, namun, hasil akhir yang didapat bisa sama sekali berbeda, bahkan mendapatkan hasil yang tidak diinginkan walaupun dokter telah berupaya sebaik mungkin. Berkhitan di usia muda biasanya dipengaruhi oleh lingkungan yang membuat anak merasa malu jika belum melakukan khitan, sehingga ingin segera melakukannya. Hal inilah yang harus ditekan dalam keputusan untuk melakukan sirkumsisi. Karena pada dasarnya, sirkumsisi karena pengaruh lingkungan dan sirkumsisi karena telah mencapai usia yang disarankan, menghasilkan hasil yang sama sekali berbeda.
Tujuh Metode Khitan
  1. Klasik (Dorsumsisi),
  2. Konvensional atau umum,
  3. Lonceng atau ikat,
  4. Clamp (Klamp),
  5. Tara Klam,
  6. Electrocautery
  7. Flash Cutter, dan 
  8. Laser Carbon Dioxside
Penjelasan dari ketujuh metoda diatas silahkan menunggu lanjutannya, atau kesumbernya disini
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger