Desa Ujung Tombak Identifikasi Masalah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalam'muallaiqum.Wr.Wb...Sampurasun...Rampes.
Posisi desa sangat strategis untuk pembangunan negara. Desa menjadi ujung tombak untuk identifikasi masalah, kebutuhan masyarakat di akar rumput, sampai perencanaan dan realisasi tujuan bernegara terdapat di tingkat desa.
Mewujudkan cita-cita negara kita seperti tersurat dalam Pembukaan UUD 1945, justru harus dilakukan dari desa.
Melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, justru seharusnya dikerjakan dari desa. Di desa terdapat sekitar 60 persen penduduk Indonesia. Angka putus sekolah paling tinggi di desa.
Demikian pula masalah kesehatan seperti balita dengan gizi buruk dan risiko kematian pada ibu melahirkan terdapat paling banyak di desa.
"Angka balita kurang gizi di Kabupaten Bantul hanya 0,2 persen, sedangkan rata-rata di Indonesia hampir 6 persen. Itu bukan datang dari langit. Kabupaten tidak akan mampu melakukannya. Jangankan merealisasikannya, menghitung angkanya saja tidak bisa, justru dari desa," tutur Idham Samawi, dalam diskusi terbatas "Menyambut Rancangan Undang-Undang tentang Desa" di Kantor Kompas di Yogyakarta, Sabtu (5/5/2012).
Panelis lainnya adalah Sutoro Eko Yunanto Peneliti Institute for Research and Empowerment (IRE), Otto Syamsuddin Iskak Dosen Universitas Syahkuala Banda Aceh, Anggota Pansus RUU Desa DPR Mestariyani Habie, dan Rooy John Salamony dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Dalam Negeri, serta Guru Besar IPDN Prof Sadu Wasistomo IPDN, dan Robert MZ Lawang Dosen Universitas Indonesia. Diskusi dibuka Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Trias Kuncahyono.
Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah bersepakat dengan Idham, diperlukan Undang-Undang tentang Desa yang membagi otoritas kekuasaan dan anggaran sampai tingkat desa. Di sisi lain, lanjutnya, perlu juga diatur rekrutmen kepala desa. Sebab, diperlukan figur yang mumpuni untuk menjadi kepala desa.



8 komentar

Click here for komentar
Friday, May 18, 2012 4:59:00 PM ×

bener banget kang desa, desa merupakan daerah istimewa, karena desa punya otoritas tersendiri.., data nasional berasal dari desa dulu..

berarti harusnya kepala desa lebih disejahterakan kan?

Balas
avatar
admin
Friday, May 18, 2012 5:12:00 PM ×

bener pisan tah kang....tapi kenapa justru yang diatas, suka menyepelekan orang desa y?
coba sekali-kali kalau mereka minta data, ngga usah kita kasih...kira-kira gimana ya?
yang pasti dimusuhi dan ngga dikasih program deh...bangkrut desa kalau begitu...
nuhun kang

Balas
avatar
admin
Friday, May 18, 2012 7:35:00 PM ×

Betul sob, perangkat desanya juga harus punya tanggung jawab yang besar hehehe...

:)

Balas
avatar
admin
Friday, May 18, 2012 8:57:00 PM ×

terima kasih ilmu kang.., tp sy gk ngerti2 amat sh..,:) jd klo desa baik maka kota pun akan ikut baik pula ya kang...??

Balas
avatar
admin
Friday, May 18, 2012 9:50:00 PM ×

iya..yah...heheee...jangan cuma kepengen tapi ngga dibarengi rasa tanggungjawab yang bener...sip kang.
salam sehat dari desa

Balas
avatar
admin
Friday, May 18, 2012 9:52:00 PM ×

sama-sama kang...ngga papa-lah, yang penting silaturahminya.
makasih yah....:o)

Balas
avatar
admin
Saturday, May 19, 2012 5:09:00 AM ×

Sebanyak 80% penduduk Indonesia ada di desa, hidup di desa.. jadi desa adalah pusat kebudayaan dan sosial terbesar!!!

Balas
avatar
admin
Saturday, May 19, 2012 8:13:00 AM ×

terbayangkan bila pembangunan diawali dari desa, betul?
kesadaran itu tak dimiliki oleh pemimpin kita, sehingga masih banyak desa tertinggal dan urbanisasi akibatnya.
terimakasih silaturahminya semoga jadi berkah untuk kita semua...amin

Balas
avatar
admin
Terima kasih sudah berkomentar, terimalah kecup basah dariku