DESA CILEMBU

Desa Tanpa Wilayah

Desa Tanpa Wilayah ~ Nasib 9 (sembilan) desa di dua kecamatan yang akan ditenggelamkan oleh Bendungan Jatigede Kabupaten Sumedang belum ada kejelasan. Sembilan desa ini akan hilang dari peta pemerintahan kab. Sumedang, karena lahannya sudah dibebaskan menjadi milik negara, sementara ribuan warganya masih bermukim dikawasan yang akan ditenggelamkan.
Sembilan desa tanpa wilayah tersebut adalah :
  1. Desa Padajaya
  2. Desa Jatibungur 
  3. Desa Sukamenak 
  4. Desa Leuwihideung
  5. Desa Sukaratu
  6. Desa Cibogo
  7. Desa Cipaku
  8. Desa Tarunajaya
  9. Desa Sukakersa
Dari sembilan desa yang akan ditenggelamkan, sebanyak lima desa sudah tidak memiliki Kepala Desa karena masa jabatannya telah habis. Kondisi seperti ini menjadi unik dibidang pemerintahan, sebab jika dilakukan pemilihan kepala desa, tidak memiliki payung hukumnya, sebab walaupun warganya masih ada, tetapi wilayahnya sudah tidak ada, sementara itu dampak sosial yang ditimbulkan dari ribuan warga yang masih bermukim dikawasan yang hendak ditenggelamkan ini masih banyak, sementara pemerintahan desanya sudah tidak ada, lalu....siapakah yang mengurusnya?
Harus ada diskresi daerah, Bupati harus segera membuat Perbup, sebab bila membuat Perda membutuhkan waktu yang lama dan mahal, sementara menurut rencana tahun 2013 Jatigede akan segera digenangi.
Dari 26 desa yang terendam Bendungan Jatigede, sebanyak 9 (sembilan) desa akan hilang, karena seluruh wilayahnya akan ditenggelamkan.
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

27 komentar

Semoga cepat dapat solusi yang terbaik untuk warga desa yang dijadikan bendungan.
Maaf Kang ... kemarin dan pagi tadi aku kesulitan masuk kolom komentar blog ini. Jadi baru sekarang bisa support.

Balas

amin...makasih suportnya mas sundul...:o)
tadi pagi sampe sore emang ini blog ngadat pengen dikorek-korek dalemannya, hasilnya tuh tulisannya jadi segede-gede' menel...ada solusi?

Balas

wah jadi unik ya kang, semoga pemerintah bisa cepat menyelesaikan masalah ini:D

Balas

aku turut prihatin kepada warga desa tersebut..
semoga Pemerintah lebih bijak dan lebih memperhatikan nasib warga disana...

Balas
This comment has been removed by the author.

maap kang di ralat komentarnya,turut prihatin akan nasib mereka.Bagaimana nasib anak2 yang lagi melakasankan belajar di sekolah,kira kira penduduknya akan di kemanakan kalau rencana itu memang harus terjadi.
terima kasih infonya,sekali lagi turut prihatin kang

Balas

waduh kmha atuh kang ari desa salira caket teu,kmha atuh nya pamarentah teh,asa beki lalay pisan.tidak bisa mengayomi ka masyarakatna.
mudah mudhan teu cios kang.

Balas

asa nyerebet ayenamah blog desa.

Balas

memang menjadi unik ya. bila wilayah tidak mempunyai pemerintahan.. seyogyanya memang harus lebih arief memandang maslah ini, karena akan sebagaimanapun bendungan itu untuk kehidupan jangka panjang,, asal dengan catatan lahan yang mau ditenggelamkan sudah dibebaskan.. hehe malah curhat ya sob

Balas

Saran saja nih Kang. Kayaknya Perda akan lebih bagus deh daripada Perbup, secara Perbup kan nggak ada di hierarkhi perundang-undangan. kalo ada judicial review, berpotensi nggak aman eksistensinya.
saya berempati atas segala fenomena yang terjadi. semoga segalanya berjalan dengan lancar, dan kemashlahatan tetap terjaga.

Balas

kok bisa seperti itu sih ?

Balas

Seharusnya sudah siap tempat pengganti,jangan sampe warga ke-9 desa ini nasibnya seperti nasib warga lumpur Lapindo,tak karuan.
Nice share Kang,nuhun,wilujeng ngeblog

Balas

nyerepet goe'ng nya' kang....wkwkwk
setelah dihitung dengan perkalian tutorial milik akang, ternyata kecepatannya "tak terdeteksi" kang..wahahaaa
wilujeng ngopi senen kang.

Balas

padahal cilembu suka dengan komentar nu ieu teh da...:o)

ceu naha rada sesah lebeut ka bumi na nya'?

Balas

amiin..harapan warga yang sudah mengikhlaskan tanah kelahirannya untuk pembangunan memang mestinya di nomor satukan keberadaan dan kehidupannya...betul teu?
nuhun suportnya. moga sehat selalu

Balas

amiin.. semoga, hanya do'a yang bisa kita lakukan.

salam sehat dari cilembu kang, mampir kadieu atuh, ulah kacicalengka wungkul

Balas

terimakasih atensinya ceu...idealnya penduduk yang sudah turut membantu pembangunan dengan merelakan lahan dan rumahnya dipake untuk pembangunan, mestinya didahulukan keberadaan dan kepentingannya sebelum melaksanakan pembangunan...yeah...inilah EndonesiaH.

wilujeng sehat

Balas

cilembu mah jauh ti lokasi kang..matak oge' iraha atuh bade mampir kadieu teh? apan hoyong hui asli sareng dodol tea.

Balas

unik dan selama ini para pembuat kebijakan baru ngeh, kalau ternyata dalam perjalanan pembangunan jatigede ini akan mendapatkan hal seperti ini...lupa atau bodoh kah dari semua orang2 itu?..mari kita bertanya pada rumput yang tak kan lagi bergoyang setelah areal itu ditenggelamkan...:o)
terimakasih suportnya semoga sehat selalu

Balas

terimakasih ilmunya kang, tapi menurut ahlinya, lebih bagus perbup dulu azh, soalnya kalau perda lama dan mahal, yang penting selamatkan dulu kepentingan sosial warga, setelah terantisipasi, baru di perda kan, gitu cenah mah.
amin..dan haturnuhun.
salam sehat seperti biasa nya' kang.

Balas

iyah saya juga bingung...(sambil garuk-garuk hidung...bingung)...:o)

Balas

janganlah sampai nasib warga itu seperti warga korbanlumpur Lapindo.

haturnuhun suportna, wilujeng sehat kang.

Balas

singgah sini jugerr ~

Balas

terimakasih..silahkan di coba ubi cilembu nya dan kopi susu nya..!?...:0)

Balas

Eh??? Kok bisa ya desanya mau ditenggelamkan, padahal penduduknya masih ada? Apa gak ada pemindahan penduduk dulu???

Balas

Kalau hemat saya, selama kebijakan pemerintah benar-benar untuk kebaikan, tidak ada dipetapun tidak masalah. tentu dengan relokasi yang tepat dan memuaskan seluruh pihak

Balas

Mudah-mudahan aja ada solusi terbaik dari pemerintah buat masyarakat desa yang desanya jadi bendungan hehe

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger