DESA CILEMBU

Tips Menghadapi Debt Collector

Desa Cilembu, Tips Menghadapi Debt Collector ~ Kronologis: tengah malem pas lagi asik ng'blog, dengan tergopoh-gopoh seorang tetangga yang berprofesi sebagai Debt Collector mengetuk pintu dan minta tolong  di print kan surat untuk kebutuhan pekerjaannya. disela sela berkas yang dibawanya ada selebaran tentang "Tips Menghadapi Debt Collector", ironis banget kan?...seorang debt collector memiliki selebaran tentang bagaimana cara menghadapi dirinya...hehe.
Tips Menghadapi Debt Collector
Asik nih ada yang bagus untuk diposting...otak ngeresku berputar...:o)
"kalau diminta pasti ngga akan dikasih...." 
wah tak pinjem azh..(pinjem ngga bilang-bilang)...besok baru tak kembaliin dan bilang selebarannya tercecer....hehehe...
Lumayan buat pengetahuan.
Klasifikasi debt collector :
  1. Debt collector yang berstatus sebagai karyawan atau internal,
  2. debt collector sebagai tenaga kontrak/kuasa atau external.
yang seringkali bermasalah adalah debt collector external, untuk mengatasinya inilah:
  1. Ajak bicara baik-baik, Utarakan bahwa memang sedang dalamkondisi kesulitan keuangan dan sampaikan bahwa sesegera mungkin apabila sudah ada uangnya, maka akan melakukan pembayaran.
  2. Usir Jika Tidak Sopan, Apabila saat debt collector tersebut datang dan berlaku tidak sopan, maka konsumen berhak mengusir, karena konsumen berada dirumah sendiri.
  3. Tanyakan identitas, Identitas dapat berupa kartu karyawan, atau surat kuasa bagi external. Bila terpaksa harus melakukan pembayaran kepada debt collector (yang diberi wewenang secara tertulis) mintalah kwitansi, atau bayarlah langsung kekantor apabila dirasa sohib tidak percaya.
  4. Janjikan Pembayaran sesuai kemampuan dan kepastian, Tapi bila tidak ada yang diharapkan terhadap kepastian dan kemampuan, maka jangan berjanji walau dibawah tekanan,(janji lama tapi ditepati akan lebih baik dari pada janji takut tapi meleset)
  5. Pertahankan Unit Kendaraan atau Objek Jaminan, Hal ini sangat penting, mengingat kendaraan adalah milik sohib, sesuai dengan STNK dan BPKB, sedangkan hubungan konsumen dengan bank/finance/koperasi adalah hubungan hutang piutang *Hukum PERDATA, bukan PIDANA*.....Polisi DILARANG menangani permasalahan "HUTANG PIUTANG" (....sesuai dengan UU Kepolisian No. 2 Tahun 2002). HAL INI PERLU DITEGASKAN, karena biasanya pihak Bank/Koperasi/finance mengancam untuk melaporkan konsumen dengan tuduhan "Penggelapan".
  6. Laporkan Kepada POLISI, Apabila debt collector bertindak memaksakan kehendak untuk menarik kendaraan/jaminan, segeralah melapor kekantor polisi terdekat, karena perbuatannya melanggar Hukum Pidana dan buatlah laporan TP (Tindak Pidana) perampasan kendaraan dengan tuduhan pelanggaran Pasal 368 KUHP dan Pasal 365 ayat 2, 3 dan 4 Junto Pasal 335 KUHP, karena yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah Pengadilan, jadi bila ingin mengambil kendaraan/jaminan harus membawa Surat Penetapan dari Pengadilan Negeri.
  7. Titipkan Kendaraan, Apabila terasa tidak mampu untuk mempertahankan kendaraan/jaminan, maka titipkan kendaraan/jaminan tersebut dikantor Polisi terdekat dan mintalah Surat Tanda Titipan.
  8. Mintalah Bantuan Hukum, Bila tidak mampu menyelesaikan masalah ini, maka jangan ragu untuk meminta bantuan hukum kepada LPK(Lembaga Perlindungan Konsumen) KOMNAS PK-PU (Komite Nasional Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha) terdekat.
Bagi yang banyak hutang , semoga Tips Menghadapi Debt Collector bisa berguna
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger