DESA CILEMBU

Kereta Api

Desa Cilembu, Kereta Api ~ Setelah jengkel dengan ulah Zainudin Maidin, eks. mentri penerangan malingsia(baca: malaysia), Cilembuthea berkesempatan jalan-jalan kekota menikmati kemacetan dan panasnya kota Bandung, tujuan utamanya sih ngirim ubi cilembu ke "Kedai Pantai Timur" Toko Oleh-oleh Bandung yang berada di Jl, Junjunan (Pateur - Bandung)
Kereta Api

Kebetulan keluarga ikut, jadi ngga ada salahnya sambil usaha sekalian keliling keliling kota, dan sampailah kami di "Stasiun Kereta Api" Bandung, yang lebih dikenal dengan sebutan "Stasiun Hall" yang juga difungsikan sebagai terminal angkutan kota, letak stasiun hall ini berada di Jalan Stasiun Timur 1 dan Jalan Kebon Kawung 43 BandungGambar latar diatas adalah monumen replika lokomotif uap seri TC 1008, monumen tersebut adalah hasil penghargaan dari pemerintah kota saat itu, karena dengan adanya stasiun hall, hasil perkebunan seperti kina, teh, kopi dan karet jadi semakin cepat terdistribusikan, sehingga pertumbuhan ekonomi kota semakin maju.
Monumen tersebut pada awalnya hanyalah sebuah tugu yang dihasi 1000 lentera rancangan Ir. Eh de Roo yang kemudian digantikan dengan replika lokomotoif uap seri TC 1008 sampai sekarang.
Pada tahun 1990, dibangun peron utara, yang akhirnya dijadikan bagian depan stasiun dijalan Kebon kawung 43
Kereta Api

Kereta Api
Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (1984) karangan Haryoto Kunto, ide awal pembangunan Stasiun Bandung berkaitan dengan pembukaan perkebunan di Bandung sekitar tahun 1870. Stasiun ini diresmikan pada 17 Mei 1884, ketika masa pemerintahan Bupati Koesoemadilaga dan pada waktu yang sama juga dibuka jalur kereta Batavia-Bandung melalui Bogor dan Cianjur. Di masa itu, para tuan tanah perkebunan (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya ke Batavia dengan lebih cepat. 
Pada tahun 1909, arsitek FJA Cousin memperluas bangunan lama Stasiun Bandung, salah satunya ditandai dengan hiasan kaca patri pada peron bagian selatan yang bergaya Art Deco. Tahun 1918, stasiun ini menghubungkan Bandung-Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari-Citali, kemudian setahun kemudian dibangun lintas Bandung-Citeureup-Majalaya dan pada jalur yang sama dibangun jalur Citeureup-Banjaran-Pengalengan (1921). Untuk jalur ke perkebunan teh, pada tahun 1918, dibangun jalur Bandung ke Kopo dan kemudian ke Ciwidey (Maret 1921).[clb]

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger