DESA CILEMBU

Bener ngga sih?

ilustrasi
Assalam'muallaiqum.wr.wb.....Sampurasun...Rampes.
Desa Cilembu, Kangen dengan "Lotek amih"(Lotek = gado2), yang terkenal paling yahud se-Tanjungsari, mamang sengaja jalan sendiri tanpa ngajak anak dan istri, soalnya kalau ngajak mereka, ngga bisa kongkow lama dengan Lotekmania, sekali kali pengen juga jalan sendiri....boleh dong?!(sekalian cuci mata yang udah rada burem, kebanyakan ng'blog).
Kedai Lotek langganan mamang emang ngga pernah sepi pelanggan, tempatnya seperti pada umumnya kakilima sempit tapi tetep bersih dan selalu resik dan apik, maklum Amih (panggilan "ibu" ;sunda) saat mudanya pasti cantik, terlihat dari garis wajahnya yang tirus mirip Leni marlina bintang film 80an.
Sejak pindah keCilembu 2008 lotek amih merupakan tempat favorit mamang mengalahkan segala merk rumah makan manapun yang ada diMall dan atau rumah makan yang ada tulisan "KASIR" nya...beuh edun pisan he'euh?
#sayang pisan "Amih" dan "Lotek"nya ngga boleh fotonya dimasukkan internet..."isin" = malu ujarnya

Beberapa meter dari kedai ada seorang wanita gelandangan(setres) yang sedang termenung, tanpa sadar mamang berujar pada orang (belakangan diketahui pedagang rokok yang letaknya beberapa ratus meter dari kios lotek, kita sebut saja kang UDIN"kasihan perempuan itu".

Terjadi dialog yang otomatis translate bhs. Ina
Kang Udin : "ngga aneh kang, sering dan banyak gelandangan yang berkeliaran disini"
Mamang (saya) : "tapi bajunya ngga kliatan seperti gelandangan lebih seperti perempuan yang setres stadium dewa ya kang?"
Kang Udin : "sudah 4 hari dia duduk disitu, pakaiannya dekil, sepertinya ada orang yang kasih baju, malah tadi pagi baru saya beliin lontong tahu" 
Mamang : "kemana suami, anak-anaknya, atau siapalah gitu..keluarganya...masa sih ngga punya keluarga?"
Kang Udin : "kadang kadang orang setres seperti itu, ada yang sengaja dibuang oleh keluarganya kang....malahan ada juga yang dibuang oleh pihak rumah sakit""
Mamang : "Hah....(kalimat yang berwarna merah itulah yang membuat saya mangap)yang bener kang, awas jangan asal ngomong, kalau ada pihak rumah sakit denger bisa di tangkep plisi...taaa...u"
Kang Udin : "Pernah ada tetangga saya dikampung orang miskin, anaknya sakit(setres) dibawa kerumah sakit, pada saat harus membayar biaya rumah sakit, orang tuanya ngga sanggup membayar, hingga anaknya ditahan sebagai jaminan, berselang cukup lama, orang tua ini berniat menebus anaknya tersebut, sesampai dirumah sakit orang miskin itu mendapatkan jawaban dari pihak rumah sakit bahwa anaknya yang dirawat tersebut telah "KABUR" dari rumah. namanya orang miskin, mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit...ya percaya azh disamping sadar juga kalau anaknya memang setres.(orang kecil_kan gampang percaya pada orang yang mereka anggap pinter, berseragam pula)
seluruh tetangga dikampung berusaha mencari, setelah hampir 6 bulan berselang anak yang sakit tersebut didapati telah menggelandang di kota Bandung(maklum setres).

Rupanya seorang bapak disebelah kiri tempat saya duduk ikut menambahi obrolan kami.(sebut saja pak wawan)....(perhatikan kalimat yang berwarna merah)
Pak wawan : "masuk akal kalau pihak rumah sakit membuang pasien yang tidak mampu dan membuangnya lalu melaporkan pada pihak keluarganya bahwa pasiennya "KABUR", berapa juta yang harus dikeluarkan pihak rumah sakit untuk merawat dan membiayai makan dan obat sehari-hari untuk pasien yang jelas jelas dari keluarga miskin semiskinmiskinnya jangankan untuk menebus, untuk bisa membesuk anaknya azh ngga ada ongkos.
daripada rugi gede' mending kalau sembuh, kalau terus meninggal dirumah sakit..bisa urusan dan bakal mencoreng nama baik rumah sakit tersebut".
Mamang : "waduh..pak jangan provokatif gituh atuh...!!
Pak wawan : "beneran kang ada dan banyak kejadian seperti itu...inget kang ini Indonesia, semua pasti mungkin"

Singkat cerita...sesampe dirumah, obrolan diatas tak jadiin bahan diskusi dengan istri, rame dan seru mengalahkan kehebohan berita tentang Sapi dan mantan Presiden PKS, sayangnya hasil diskusi tidak memuaskan hati.
makanya coba dishare berharap akan banyak masukkan dari sohib blogger, lebih afdol lagi kalau pendiskusi ada dari pihak yang berkompeten ikutan urunrembug, tentu dengan tetap menjaga norma dan etika diskusi, isi kepala dan hati harus tetap dingin, karena mamang yakin cerita diatas adalah pertanyaan kita semua...
BENER NGGA SIH? ada kejadian seperti itu dinegeri tercinta ini.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger