DESA CILEMBU

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN ~ Tolong luangkan waktunya sebentar saja untuk membaca secara detail tentang JKN dan BPJN KESEHATAN yang menjadi WAJIB diikuti oleh seluruh rakyat, agar dapat menjadi pengetahuan, dan bekal berguna untuk diri dan keluarga jika saatnya harus menghadapi program pemerintah yang INDAH soal kesehatan. (kenapa kata indahnya saya tulis dengan huruf kapital?...saya pengen bilang Kementerian Kesehatan periode ini..."KEREN BANGET KAN IDE-NYAH?"  
BPJS KESEHATAN

Artikel penting ini dicopas dari sumbernya tanpa diedit sama sekali, karena informasi ini saya anggap sebagai Juklis dan Juklak dari program MULIA dari Kementrian Kesehatan dan ngga boleh ditambah dan dikurangi agar sosialisasinya nyampe dengan sip ke seluruh rakyatnya, tanpa dikurangi dan lebihkan.
Yuu mari...kita simak bareng bareng yu...:BPJN KESEHATAN nya yu...
Mulai 1 Januari 2014 sistem Jaminan Sosial terbaru atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) resmi diberlakukan. Namun masih banyak warga yang belum tahu apa itu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan JKN. Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan dari warga yang masih bingung soal JKN dan BPJS seperti dikutip dari liputan6.com. 

1. Apa itu JKN dan BPJS Kesehatan dan apa bedanya?
JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.

Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). 

Antara JKN dan BPJS tentu berbeda. JKN merupakan nama programnya, sedangkan BPJS merupakan badan penyelenggaranya yang kinerjanya nanti diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional).

2. Siapa saja saja peserta JKN?
Sesuai Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dengan adanya JKN, maka seluruh masyarakat Indonesia akan dijamin kesehatannya. Dan juga kepesertaanya bersifat wajib tidak terkecuali juga masyarakat tidak mampu karena metode pembiayaan kesehatan individu yang ditanggung pemerintah.

3. Berapa iuran untuk Karyawan, PNS, TNI/POLRI, pedagang, investor, pemilik usaha atau perusahaan atau pihak yang bukan Penerima Bantuan Iuran ?
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013 jenis Iuran dibagi menjadi:
- Iuran Jaminan Kesehatan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah daerah dibayar oleh Pemerintah Daerah (orang miskin dan tidak mampu). 
- Iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai pemerintah non pegawai negeri dan pegawai swasta) dibayar oleh Pemberi Kerja yang dipotong langsung dari gaji bulanan yang diterimanya. 
- Pekerja Bukan Penerima Upah (pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri) dan Peserta bukan Pekerja (investor, perusahaan, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan, janda, duda, anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan) dibayar oleh Peserta yang bersangkutan. 

Untuk jumlah iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang terdiri atas PNS, Anggota TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri akan dipotong sebesar 5 persen dari gaji atau Upah per bulan, dengan ketentuan 3 persen dibayar oleh pemberi kerja, dan 2 persen dibayar oleh peserta.

Tapi iuran tidak dipotong sebesar demikian secara sekaligus. Karena secara bertahap akan dilakukan mulai 1 Januari 2014 hingga 30 Juni 2015 adalah pemotongan 4 persen dari Gaji atau Upah per bulan, dengan ketentuan 4 persen dibayar oleh Pemberi Kerja dan 0,5 persen dibayar oleh Peserta. 

Namun mulai 1 Juli 2015, pembayaran iuran 5 persen dari Gaji atau Upah per bulan itu menjadi 4 persen dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1 persen oleh Peserta.

Sementara bagi peserta perorangan akan membayar iuran sebesar kemampuan dan kebutuhannya. Untuk saat ini sudah ditetapkan bahwa:
- Untuk mendapat fasilitas kelas I dikenai iuran Rp 59.500 per orang per bulan
- Untuk mendapat fasilitas kelas II dikenai iuran Rp 42.500 per orang per bulan
- Untuk mendapat fasilitas kelas III dikenai iuran Rp 25.500 per orang per bulan

Pembayaran iuran ini dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan dan apabila ada keterlambatan dikenakan denda administratif sebesar 2 persen dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. Dan besaran iuran Jaminan Kesehatan ditinjau paling lama dua tahun sekali yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden.

4. Fasilitas apa saja yang didapat jika ikut JKN?
A. Untuk peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran)
- Pekerja penerima upah ( PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri dan Pegawai Swasta, akan mendapatkan pelayanan kelas I dan II
- Pekerja bukan penerima upah (Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri, karyawan swasta) akan mendapatkan pelayanan kelas I, II dan III sesuai dengan premi dan kelas perawatan yang dipilih.
- Bukan pekerja (investor, pemberi kerja, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan serta janda, duda, anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan. Termasuk juga wirausahawan, petani, nelayan, pembantu rumah tangga, pedagang keliling dan sebagainya) bisa mendapatkan kelas layanan kesehatan I, II, dan III sesuai dengan premi dan kelas perawatan yang dipilih.

B. Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Orang yang tergolong fakir miskin dan tidak mampu yang dibayarkan preminya oleh pemerintah mendapatkan layanan kesehatan kelas III

5. Apakah sistem pelayanan BPJS misalnya mengurus obat bisa lama dan dilempar sana-sini?
Direktur Kepersertaan BPJS, Sri Endang Tidarwati mengatakan bahwa sistem pelayanan BPJS akan lebih baik karena didukung oleh SDM yang banyak dan terlatih. Sementara bila semua data lengkap dan seluruh isian dalam formulir sudah terisi dengan baik, pihak BPJS (Badan penyelenggara Jaminan Sosial) mengklaim prosedur pendaftaran menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) cukup 15 menit.

6. Apakah tenaga kesehatan akan bersikap ramah terhadap peserta JKN?
Menteri Kesehatan menyampaikan, bila ada satu RS yang dokternya galak, maka pasien ini boleh pindah ke RS yang memiliki dokter yang ramah dan melayani dengan baik. Menkes mengatakan, lama-lama jumlah pasien di dokter galak tersebut akan berkurang. Sementara dokter yang melayani dengan baik dan gembira, jumlah pasien dan pendapatannya meningkat.

7. Manfaat dan layanan apa saja yang didapat peserta JKN?
Manfaat JKN mencakup pelayanan pencegahan dan pengobatan termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis. Seperti misalnya untuk pelayanan pencegahan (promotif dan preventif), peserta JKN akan mendapatkan pelayanan:
- Penyuluhan kesehatan, meliputi paling sedikit penyuluhan mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Imunisasi dasar, meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG), Difteri pertusis tetanus dan Hepatitis B (DPT-HB), Polio dan Campak.
- Keluarga Berencana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi dan tubektomi
- Skrining kesehatan diberikan secara selektif yang ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
- Jenis penyakit kanker, bedah jantung, hingga dialisis (gagal ginjal).

8. Alur pembuatan kartu BPJS Kesehatan seperti apa?
Direktur Pelayanan PT Askes Fadjriadinur mengatakan bahwa Anda bisa datang ke kantor BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kemudian melakukan hal berikut:
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Pembayaran premi
Anda akan diberikan virtual account atau kode bank untuk pembayaran premi pertama yang bisa dilakukan melalui ATM atau bank terdekat yang saat ini sudah bekerjasama yaitu bank BRI, BNI dan Mandiri.

Untuk biaya premi peserta mandiri dengan perawatan kelas 3, sebulan hanya Rp 25.500 per orang, untuk perawatan kelas II sebulan Rp 42.500 per orang dan perawatan kelas I sebesar Rp 50.000 per orang.
Adapun besaran premi pada kelompok pekerja sebesar 5 persen dari gaji pokoknya, 2 persen dibayarkan oleh yang bersangkutan dan 3 persen dibayarkan oleh perusahaan tempat pekerja bekerja.

3. Mendapat kartu BPJS Kesehatan yang berlaku di seluruh Indonesia
Setelah membayar premi, nantinya Anda akan mendapat kartu BPJS Kesehatan yang menjadi bukti bahwa Anda merupakan peserta JKN. Saat ini fasilitas kesehatan yang dimiliki pemerintah otomatis melayani JKN. Sementara fasilitas kesehatan milik swasta yang dapat melayani JKN jumlahnya terus bertambah. Hanya tinggal sekitar 30 persen saja yang belum bergabung.

9. Bagaimana dengan fasilitas kesehatan swasta?
Pemerintah dan pemerintah daerah dapat memberikan kesempatan kepada swasta untuk berperan serta memenuhi ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

10. Bagaimana alur pelayanan kesehatan, katanya tidak boleh langsung ke rumah sakit?
- Untuk pertama kali setiap peserta terdaftar pada satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan setelah mendapat rekomendasi dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.
- Dalam jangka waktu paling sedikit 3 (tiga) bulan selanjutnya peserta berhak memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama yang diinginkan.
- Peserta harus memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar, kecuali berada di luar wilayah fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar atau dalam keadaan kegawatdaruratan medis.

Direktur Pelayanan PT Askes Fadjriadinur menambahkan, bila sudah aktif menjadi peserta, alur pelayanan menggunakan pola rujukan berjenjang yang dimulai dari sistem layanan primer hingga tersier.
Ia mengatakan, layanan primer terdiri atas Puskemas, klinik dokter pribadi serta klinik pratama (klinik swasta). Jadi nanti setiap orang mulai berobat dari sistem layanan primer dulu sehingga menghindari penumpukkan di satu rumah sakit. Khusus untuk keadaan darurat seperti kecelakaan atau penyakit yang tidak bisa ditangani di layanan primer, bisa langsung ke rumah sakit.

11. Siapa yang menjamin program JKN akan berlangsung baik tanpa korupsi?
Pengawasan terhadap BPJS dilakukan secara eksternal dan internal. Secara eksternal, pengawasan akan dilakukan oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) dan Lembaga pengawas independen. Dan secara internal, BPJS akan diawasi oleh dewan pengawas satuan pengawas internal.

12. Bagaimana jika terjadi kelebihan atau kekurangan iuran?
- BPJS Kesehatan menghitung kelebihan atau kekurangan iuran jaminan kesehatan sesuai dengan gaji atau upah peserta.
- Dalam hal terjadi kelebihan atau kekurangan pembayaran iuran sebagaimana dimaksud, BPJS Kesehatan memberitahukan secara tertulis kepada pemberi kerja dan atau peserta selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak diterimanya iuran.
- Kelebihan atau kekurangan pembayaran iuran diperhitungkan dengan pembayaran iuran bulan berikutnya.

13. Bila peserta tidak puas dengan pelayanan yang diberikan, kemana harus mengadu?
Bila peserta tidak puas terhadap pelayanan jaminan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka peserta dapat menyampaikan pengaduan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan dan atau BPJS Kesehatan. Atau dapat langsung datang ke posko BPJS di kota dan desa. Ada juga hotline servis BPJS di nomor kontak 500-400. 
(KF-Vey) 

*TEMPAT PENDAFTARAN BPJS KESEHATAN DI SELURUH INDONESIA
silakan klik: http://on.fb.me/1d42OF0 

CERITA PENGALAMAN sedikit...bolehkan?
Sebulan terakhir berurusan dengan program  JKN - BPJS , mengurusi salah satu keluarga yang sudah mengikuti program ini dikelas 2 harganya Rp. 42.500/bulan/orang, bolak balik ke rumah sakit. 
Jam 01.30 malam Sabtu 19/4/2014 telah menghadap-NYA...Innalillahiwainnaillaihirodjiun....
Untuk diketahui sebagai bahan evaluasi pihak terkait khususnya pihak DJSN.
(ayoh...wan, gan, nyonyah, om, tanteh...jangan pura pura ngga tau bahkan sampe tutup mata tutup telinga, segeralah bekerja....duit rakyat kan udah mulai mengalir)
Ito loch....Poin 5, 6, dan 7...dibilang oleh m'po Direktur dan m'po Menterinya langsung, begitu sangat INDAH dan MAKJLEB ...saking gembiranya rakyat membaca poin tersebut,....sampe ada yang guling guling kokosehan diteras rumahnya, melampiaskan rasa bahagianya, karena dirinya yang kaum du'afa itu akan sangat disayangi oleh pemerintah khususnya dinkes(kemenkes) saat mereka jadi peserta programnya

BUKTI DILAPANGANnya...."preeettttt.......angger(baca: tetap) saja....KUTUKUPRET" 

Orang bijak bilang, "SABAR DONG...INIKAN PROGRAM BARU, PASTI DISANA SINI BANYAK KEKURANGAN DAN KELEMAHAN, SABARLAH...TUNGGU tahun 2020 KELAK PROGRAM INI AKAN makjleb HASILNYA...EH TAU NGGA....ORANG SABAR DISAYANG TUHAN loch...."
mendengar orang bijak itu bilang gituh...
saya bilang,"......aaaamiiiiin....., semoga program JPN - BPJS KESEHATAN  kejaidan.
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

54 komentar

ternyata terory dan prakteknya berbeda ya kang?
indahnya indonesia dengan tipu daya para penguasanya....cuih

Balas

itu sudah biasa...
rakyat kena tipu,bukan hal yg baru dinegara kita terhina :o

Balas

cuih nya....mantep banget :D

Balas

si akang teh gak baca inbox saya di pesbuk nya

Balas

aya naon kitu kang?,,meni rareuwas hate sayah teh yeuh....cing cobian ku sayah di jeeung heula nyak....ke' geura antosan sakedap...okeh

Balas

:D...sampe nyembur ke muka kang Reo yang sedikit ganteng itu tuh deh...cuiih-nya

Balas

met pagi mas, saya baru ngerti tentang jkn dan bpjs disini :D makasih penjelasannya yg bermanfaat n super lengkap :)

Balas

saya juga punya pengalaman seperti itu Kang, ada keluarga yang masuk rumah sakit, ikuti program seperti di atas, pas di rumah sakit malah pihak RS mintanya macam-macam seolah-olah kita gk usah ikuti programnya ujung-ujungnya ya jadi pasien biasa aja, keburu orangnya mati gk kelar-kelar urusannya....

Balas

:)
lengkap ya....wong dapet copastragis jeh...:p

Balas

:D
menterinya cuman pengen menorehkan sejarah doang ko'
kudunya kalo menurut saya mah, siapkan dulu mental pelaku kesehatannya, infrastruktur untuk menunjang program ini dimaksimalkan, barulah dilaksanakan...ini malah kebalik laksanakan dulu, yang lain bisa sambil jalan....gituh kira-kira...akhirnya ya rakyat jelata tetep sedih dan sakit hati,sementara pelaksana dapet kucuran duit....makanya bagi kaum miskin...kalau sakit,mendingan langsung bunuh diri azh...mengurangi sakit hati gituh lah....:p

Balas

pake resep akang dari inbox, saya langsung hamil tauuuu!!!

Balas

saya baru tahu kalo ada BPJS, tapi saya jadi nyesel tau, kalo bukti lapangannya seperti itu, huek...

Balas

Kalo urgen mending gak usah pake saja he... Saya peserta Jamsostek sudah 10 tahun lebih sekarang kartunya diganti sama kartu BPJS, Alhamdulillah belum pernah digunain hee... :D

Balas

sedikit doang Kang?
bukannya doi hobi mancing?

Balas

ohhh baru tauuu

Balas

saya koq pesimis ya dengan program ini. bagus di satu sisi, tapi infrastrukturnya belum memadai. tu liat aja kang, berapa rumah sakit mundur dari program ini.

Balas

Keras juga tuh Kang, tapi emang betul Kang, bukannya mempermudah malah mempersulit. Mungkin hanya di jadikan kambing hitam aja untuk... ya itu dapat kucuran duit...

Balas

:D.
diskusi yang kalau jaman dulu bakal dianggap makar nih...:p

tapi emang kenyataan dilapangannya gituh seh...tapi tetep cita dan mimpi juga niat baik, tentu kudu kita dukung...soal berhasil atau engga...tinggal kembalikan saja ke GUSTI ALLAH sang penguasa alam semesta dan segala isinya ini lah yah....
#hadeuh, tepok jidat

Balas

Makjleb ngarep
semoga hadilnya genep
Ga jadi senep

:)

Balas

Programnya uda bagus, tapi selalu aja ngga sesuai dengan kenyataan atau prakteknya. :( Kadang-kadang mikir, kenapa ya orang malah ambil keuntungan bahkan dari orang yang sakit, apa ngga kepikiran kalo bisa kejadian sama keluarganya..

Balas

hahay...bingung yah?

Balas

JKN Oleh BPJS Kesehatan Yang di katakan kado termanis pemerintah Di awal tahun ternyara tak di barengi dengan persiapan infrastukturnya. Kasihan Pegawai rumahsakit pada buntek menghadapi perubahan sistem yang tak di persiapkan sebelumnya terlebih kasian lagi pasien di rumahsakit yang jadi tambah lama dan ribet di awal diterapkannya JKN karena ketidak siapan akan program ini

Balas

Semoga BPJN KESEHATAN nanti memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Balas

orang sabar di sayang Tuhan, brati cepat mati dong kang, karena ribet nya ngurus administrasi bpjs sana sini, akhirnya gak ketolong juga yang lagi sakit

Balas

hahay....huek nya itu loch yang dijey..:p

Balas

Alhamdulillah kang, kalau boleh milih mah mendingan tak kan dipake selamanya..aaamiiiin

Balas

mungkin memang begitu kebanyakan pejabat indonesia yakang?program memang bagus tinggal bagaimana prakteknya.rakyat butuh bukti bukan janji

Balas

Trik yang dilayangkan pemerintahan untuk mengeruk uang rakyat lagi.

Balas

mundurnya mereka tentu hasil rembug para petingginya...berarti banyak hal yang salah kan?

Balas

hati hati nyungsep
apalagi kelelep
mendingan juga kaclep
:p

Balas

kepikiran mah kepikiran cuman lebih enak nerima keuntungan juga kale...:p

Balas

ngga aneh kan....kan udah hampir tiap program yang cuman sekedar pencitraan bagi pemimpin puncaknya, selalu berakhir dengan kekecewaan rakyat, jawaban atas kondisi ini pasti "sabar yah...kan ini program baru"....bosen ah

Balas

aaamiiin...semoga tercapai pada tujuan mulianya

Balas

mengurangi penduduk lah...:D

Balas

yang tertulis selalu bagus dan niatnya tentu mulia...sayangnya implementasinya diakar rumputnya yang sering kali jauh langit ke bumi...:p

Balas

baru resep tuh langsung melendung. :D

Balas

Apa...... ? ? ?.... ups makjeb yang penting biar jelas pointnya.

Balas

Awah olie yang keluar :D

Balas

BJS kesehatan kalau sudah buat kacau begini jadi nyawa taruhannya nih Mang.

Salam

Balas

makin keren aja ya sekarang banyak program kesehatan untuk warga masyarakat indonesia, sehingga biaya pengbatan dan perawatan untuk kesehatan bisa lebih murah sesuai dengan kantong warga RI ya pak ;)

Balas

rakyat perlu melipat gandakan kesabaran ko' kang...:)

Balas

sebenernya itu itu juga, cuman diperbaharui sistemnya gituh kali mah...:p

Balas

mansing yang jidatnya bening ya?

Balas

bunyinya pasti "tek-dung"...sekali kotek langsung melendung

Balas

makanya pake kacamata kudanya dong kang biar tambah jelas

Balas

hah...oli?...emangnya saya cowo apaan coba?

Balas

Kang saya baru tahu BPJS ketika mendapat musibah kemarin waktu anak saya kecelakaan, kebetulan RSUD Margono Purwokerto menerima pasien dengan BPJS namun sayang pada saat itu saya belum mempunyai BPJS alhasil saya harus bayar penuh biaya operasi anak saya. Sepulangnya dari operasi, saya membuat BPJS dan alhamdulillah bisa digunakan ketika check up anak saya dan ternyata banyak juga yang menggunakan BPJS untuk berobat di RSUD Margono - Purwokerto kang. Biaya check up nya jadi gratis kang, tinggal bayar preminya @@,

Balas

Saya hanya melihat dr media saja, kang. Masih banyak pro-kontra ttg ini. Entah sistemnya, entah SDA-nya.

Semoga saja semakin ke depan semakin mudah dan bagus pelayanannya.

Balas

apapun kelemahannya haruslah disegerakan perbaikannya,agar rakyat ngga merasa dikerjai.

Balas

Semua anggota dewan hebat dalam membuat UU namun faktanya dilapangan selalu berbeda dari niat awalnya. Kembali kepada orang-orang yang menjalankannya kalau niat baik mudah-mudahan hasilnya juga baik

Balas

namanya juga rumput kang, cukup buat makanan ternak

Balas

niat yang baik semoga hasilnya juga baik

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger