DESA CILEMBU

Cerita Perang Uhud

Perang Uhud adalah perang yang terjadi pada pertengahan Syawal 3 H, penyebab terjadinya perang adalah kekalahan kaum kafir Quraisy dalam perang Badar yang telah menorehkan dendam kaum kafir Quraisy, yang diantaranya adalah Zubair bin Mutham, karena dendamnya dia menjanjikan pada para budaknya termasuk Wahsyi, jika dapat membunuh Hamzah, dia akan membebaskan/memerdekakan budaknya itu, hal ini dilakukan karena paman Zubair bernama Thuaiman bin Adi mati dalam perang Badar itu oleh pedangnya Hamzah.
Cerita Perang Uhud

Hindun anak dari Utbah bin Rabi'ah dan istri dari Abu Sufyan yang ayahnya mati juga dalam perang Badar oleh pedangnya Hamzah turut serta dalam perang Uhud ini, dan dia bersumpah akan mengunyah jantung Hamzah.
Dengan begitu Abu Sufyan yang menggagas untuk menyerang kaum muslimin di Madinah, dengan pasukansebanyak hampir 3000 orang termasuk didalamnya diantaranya adalah Khalid bin Walid, Ikrimah bin Abi Jahal dan lainnya.

Pada perang Uhud terjadi pada bulan Syawal menjadi merupakan peristiwa penting pada bulan Syawal yang menjadi sejarah perjuangan Rasulullah bersama-sama dengan pengikut setianya ini, dikhianati oleh kaum munafiqin pimpinan Abdullah bin Uba sebagai salah satu pahlawan perang kaum muslimin mengundurkan diri tidak ikut berperang, mereka kaum munafikin yang mengundurkan diri ini hampir sebanyak 300 orang, hingga kaum mujahidin yang masih setia pada nabi tersisa hanya 700 orang. Oleh sebab itulah dalam perang Uhud ini Nabi Muhammad SAW, mendapatkan luka dalam pertempuran ini.
Rasulullah kemudian mengumpulkan pasukannya yang tersisa terdiri dari para sahabatnya dari Muhajirin dan Anshor, bermusyawarah apakah musuh akan dihadapi dari dalam kota atau akan dihadapi diperbatasan Madinah. Para sahabatnya seperti Umar, Ali, Usman dan lainnya berpendapat agar musuh dihadapi diperbatasan kota Madinah, tetapi kaum munafiqin yang diketuai oleh Abdullah bin Ubay berpendapat agar musuh dihadapi didalam kota saja, karena kaum munafiqin lebih banyak, maka pendapat merekalah yang akhirnya disetujui Rasulullah untuk berperang secara ofensif dengan menyongsong musuh didalam kota saja.

Ketika perang berkecamuk, Wahsyi(budaknya Zubair bin Mutham) menyelinap dengan bersembunyi disebuah lobang, pada suatu kesempatan dipukulah kepala Hamzah dari belakang dengan batu berulang-ulang sampai akhirnya Hamzah bin Abdul Muthallib menemui ajalnya. Kemudian datanglah Hindun dan membelah jantungnya dan berteriak."Sekarang terbalaslah dendam ayahku, pamanku, dan dendam saudara-saudaraku yang telah dikalahkan Hamzah, lunaslah nazar yang telah kubuat setahun lamanya".

Kesedihan yang terjadi pada Rasulullah menyaksikan sahabatnya Hamzah tewas membuat Allah mengutus Jibriel dengan membawa akhir surat an-Nahl kepada Nabi, sementara ia dalam keadaan berdiri :
"Dan jika kamu mengadakan pembalasan, maka balaslah dengan pembalasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah hai Muhammad dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap kekafiran mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan". (QS. an-Nahl 16 : 126-128)

Perang Uhud memang perang yang membawa kesedihan bagi kaum muslimin, pahlawannya yang pemberani dan paling utama Hamzah telah tewas pada perang Uhud bersama dengan 70 pemberani lainnya gugur pada perang Uhud.

Dari perang Uhud ini akhirnya Rasulullah mengetahui siapa pengikutnya yang setia dan memiliki keimanan yang kuat dan mana pengikutnya yang tidak setia dan tipis keimanannya.

Bahan perenungan kita dari cerita perang Uhud ini adalah, dendam dapat menjadikan hati seseorang menjadi buta, kesetiaan pada pemimpin(yang baik)dapat memenangkan peperangan, kesedihan yang berlebihan tetaplah kurang disukai, tetaplah bersabar menghadapinya. mari kita implementasi hikmah yang terkandung dalam perang Uhud ini dalam kehidupan kita.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

10 komentar

Sorry ye Om Tante kakak dan Mbak semuanya
Saya PERTAMAX

Iyessssssssssssss

Balas

Kisah Perang UHUD ini sering saya dengar dalam ceramah agama Islam melalui Radio yang disampaikan oleh Almarhum KH. Zainnudidin MZ. Perang Uhud yang disampaikan kisahnya oleh beliau sangat mengena, menggugah dan mudah dicerna. Cara penyampaiannya yang bagus sekali karena mudah ditangkap oleh awam seperti saya sekalipun. Thanks buat Mang Lembu yang sudah melengkapi kisah Perang UHUD yang begitu fenomenal. Menambah wawasan bagi para pembacanya

Balas

iya...
paham, yang premium ngalah...

Balas

enggak nyangka Kang, kalau si akang cerdas banget ampe tahu sejarah perang uhud.
anak capa si ni, kok kok pinter banget...

ya..
saya bisa ngerti sekarang.
bukan buta mata yang ditakutkan tapi buta mata hati yang paling menakutkan.

Balas

Sekarang tulisannya dah keren euy ...... gak perlu privat nulis lagi nih kayaknya ;)

Balas

tenang...tenang....dua-duanya dapet kecup basah ko'...sabar yah :p

Balas

jadi inget lagi saya ge' sama Kiai sejuta umat ya kang.

aaamiiiin... :)

Balas

hehe....baru tau ya kang kehebatan sayah...halaaa ketinggalan c akang mah ih :p

Balas

hahay....ng'ledikin deh tuh :)

Balas

Intinya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik ya kang, semoga Kisah Perang Uhud ini menjadi pengalaman yg sangat berharga bagi kita semua tentunya.... aamiin

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger