DESA CILEMBU

Era sebelum Orde Baru

Era sebelum Orde Baru, terjadi melalui perjuangan yang pantang menyerah dari segenap rakyat di era kemerdekaan, hingga berdaulatnya bangsa Indonesia yang di akui dunia dengan pada tahun 1950 Indonesia resmi menjadi anggota PBB yang ke-60, maka sejarah bangsa Indonesia berubah menjadi Era sebelum Orde Baru, masa-masa Soekarno - Hatta sebagai Presiden dan Wakilnya.
Era sebelum Orde Baru
Demokrasi Parlementer menjadi pilihan awal untuk menjalankan Pemerintahan Indonesia, maka mengadopsi undang-undang baru yang terdiri dari sistemparlemen di mana dewan eksekutifnya di pilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen atau MPR tahun 1955.
Demokrasi Parlementer adalah suatu bentuk demokrasi yang menetapkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri dan menteri-menteri dalam kabinet di angkat dan di berhentikan oleh parlemen, dalam sistem Demokrasi Parlementer ini Presiden menjabat sebagai kepala Negara.
Demokrasi Terpimpin
Karena pad masa sampai dengan tahun 1958, banyak terjadi pemberontakan di Sumatera, Sulawesi, Jawa barat dan wilayah lainnya, maka pada 1959 Presiden Soekarno membangkitkan kembali konstitusi 1945 yang memberikan kekuatan presidensil yang kuat, maka hingga pada tahun 1965 Presiden Soekarno berkuasa penuh dalam rezim otoriter di bawah label Demokrasi Terpimpin, ini disebabkan memang pada era tersebut memaksa Soekarno melakukan hal tersebut untuk meredam pemberontakan yang banyak terjadi di wilayah Indonesia.
Catatan sejarah pada era sebelum Orde Baru ini beberapa hal :
  1. Konflik Irian Barat (Papua), terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia dengan Belanda yang tidak ingin melepaskan Irian barat menjadi bagian dari Indonesia tahun 1961, 1962, dan akhirnya pada 1 Mei 1963 Irian Barat dapat di kuasai Indonesia melalui perjanjian New York Agustus 1962.
  2. Konfrontasi Indonesia - Malaysia terjadi pertempuran dengan Malaysia yang di bantu oleh tentara Inggeris pada tahun 1965, setelah Indonesia mengundurkan diri dari PBB.
  3. Gerakan 30 September 1965, rencana kudeta yang di lakukan oleh PKI dengan menangkap dan membunuh enam orang Jenderal di Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Panglima Komando Strategis Angkatan darat Mayjen Soeharto yang kala itu di tugaskan untuk menumpas PKI memanfaatkan keadaan ini untuk kemudian mengambil alih kekuasaan, penumpasan PKI 1966 memakan korban jiwa hingga 500.000 orang, terutama di Jawa dan Bali
Era sebelum Orde Baru
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

5 komentar

banyak skali ya korbannya...5oo rb itu pki smua atau ada yang lainnya ?

Balas

yes...dapat petromax...bisa buat nyari ikan

Balas

banyak ya.

:D, mulay dah.

Balas

Siapa kita hari ini adalah sebahagian dari perjuangan orang-orang yang terdahulu...
Kita tidak boleh untuk mengubah sejarah...Namun, sejarah itu haruslah dipelajari, dihayati dan dijadikan pengajaran supaya peristiwa pahit di masa lampau tidak akan berulang lagi.

Balas

setuju, jadikan sejarah sebagai tolok ukur kemajuan apa yang telah dapat di raih...selama ini.

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger