DESA CILEMBU

Pasang Terop-Tenda

Cara menghitung hari pasaran saat akan Pasang Terop-Tenda ketika akan melangsungkan hajat pernikahan atau khitan tentu tidak dapat dilepaskan dari hitungan naptu dan hari pasaran dari para orang-orang tua kita terutama m'bah kakung(baca: kakek buyut), adat dan budaya seperti ini tidak dapat dinafikan keberadaannya sehingga selalu dan masih berlaku bagi masyarakat adat kita. Sebagai manusia modern yang berpengetahuan ala barat serta karena gengsi dan pengetahuan serta keyakinan beragama, pun tidak dapat menghindari dan menolak perhitungan pasaran yang berlaku turun temurun pada kebudayaan serta adat dilingkungan dimana kita tinggal, sebab kekhawatiran yang muncul atas hasil perhitungan tersebut pada kelanggengan, keselamatan serta kelancaran pelaksanaan hajat tentu menjadi pertimbangan kita sebagai pemangku hajat untuk tidak dapat menolak perhitungan menurut naptu dan hari pasaran tersebut.
Pasang Terop-Tenda
Maka oleh karena hal tersebut, walaupun dengan keterpaksaan, nasehat dan usulan para orang tua kita untuk menghitung hari pasaran pada saat hendak pasang terot-tenda terpaksa kita turuti, juga demi menghormati dan menghargai keberadaan mereka sebagai orang tua kita
Dalam hal mendirikan terot-tenda harus dilakukan 3 hari sebelum hari H, maka jumlahkanlah dengan nilai hari 7 dan nilai hari pasaran kapan kita akan mendirikan terot-tenda tersebut, sehingga kita dapat mengetahui baik dan buruknya dari akibat mendirikan terot-tenda tersebut.
Apa bila nilai hari tujuh dan nilai hari pasaran berjumlah:
  • Tujuh (7), maka hidupnya kelak akan selalu mendapatkan kesenangan
  • Delapan (8), maka hidupnya kelak akan mengalami kesusahan
  • Sembilan (9), maka hidupnya kelak akan menemui hal-hal yang buruk
  • Sepuluh (10), makahidupnya kelak akan selalu mendapatkan kebaikan
  • Sebelas (11), maka hidupnya kelak akan mengalami kesulitan
  • Dua belas (12), maka hidupnya kelak akan mengalami banyak rintangan
  • Tiga belas (13), maka hidupnya kelak akan mengalami ketentraman
  • Empat belas (14), maka hidupnya kelak akan menemukan banyak kesusahan
  • Lima belas (15), maka hidupnya kelak akan mengalami penderitaan
  • Enam belas (16),maka hidupnya kelak akan selalu mendapatkan keluhuran
  • Tujuh belas (17), maka hidupnya kelak akan selalu mengalami kesusahan
  • Delapan belas (18), maka hidupnya kelak akan penuh dengan halangan.
Demikian hari-hari yang baik dan yang buruk menurut perhitungan naptu dan hari pasaran para karuhun berdasarkan adat budaya kebiasaan, terutama di perdesaan, baik dalam hajat pernikahan, khitan atau ngunduh mantu.
AWAS...Pasang Terop-Tenda ini terlepas dari keyakinan kita beragama loch yah, hatur lumayan saja, bisa buat nambah pengetahuan kita pada kebudayaan serta adat yang sulit dihindari tetap ada dan lestari di masyarakat kita.


Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

3 komentar

terop tenda itu tenda yang biasa dinikahan kang?

Balas

weeeh mulai buka praktek ya mas ,tak daftar jadi kuru kuncinya ya

Balas

betul mang, mau nikah tea kan?

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger