DESA CILEMBU

Menggotong rumah

Di Kampung Naga, adat menggotong rumah, disebabkan karena arah rumah atau bentuk rumah yang menyalahi aturan adat istiadat leluhur, adat budaya menggotong rumah ini sangat mirip dengan fengshui yang diyakini oleh istiadat Tiongkok (China).
Budaya serta keyakinan warga Kampung naga terhadap adat istiadat sunda peninggalan leluhurnya memang masih sangat dipegang dan dilaksanakan hingga sekarang. Kampung Naga yang masuk pada wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya - Jawa Barat, berada di lembah yang subur, pada wilayah bagian Barat berbatasan langsung dengan hutan yang di keramatkan karena di dalam hutam tersebut terdapat makam para leluhur mereka, wilayah Selatan dibatasi oleh persawahan penduduk, sementara sebelah Timur dan Utara berbatasan langsung dengan sungai Ciwulan.
Luas wilayah Kampung Naga satu setengah hektar yang sebagian besar digunakan sebagai perumahan, pekarangan dan kolam ikan.
Play Video
×
Warga Kampung Naga beragama Islam yang masih sangat di pengaruhi oleh kebudayaan yang berbau hinduisme. Sebab itulah maka kepercayaan mereka dengan melaksanakan adat istiadat warisan nenek moyang adalah sebagai bentuk rasa hormat terhadap leluhur (karuhun) ,dengan demikian bila hal-hal yang datangnya bukan atas ajaran karuhun dianggap sebagai pelanggaran adat istiadat yang dapat menimbulkan malapetaka.
Segal macam pantangan, tabu atau biasa disebut oleh orang sunda sebagai (pamali) telah dianggap hukum tidak tertulis yang wajib dipatuhi oleh seluruh warga Kampung Naga, salah satunya pada saat membangun rumah, bentuk letak dan arah rumah harus sesuai dengan kebiasaan para leluhur mereka, jika tidak di patuhi maka malapetaka dan ketidak tentraman akan terjadi sepanjang rumah tersebut tidak di rubah.
Bentuk rumah di Kampung Naga harus
  • Panggung,
  • Bahannya harus dari bambu dan kayu,
  • Atapharus daun Nipah, ijuk atau alang-alang
  • Lantai harus terbuat dari bambu atau papan kayu
Arah rumah di Kampung naga harus:
  • menghadap Utara - Selatan
  • Bentuknya harus memanjang ke arah Barat - Timur
  • Dinding harus dari bilik (anyaman bambu) anyaman sasag
  • Tidak boleh di cat kecuali di kapur atau biasa disebut dimeni
Rumah di Kampung Naga tidak boleh memiliki pintu di kedua arah yang berlawanan, didalam rumah tidak diperbolehkan memiliki kursi, meja, dan tempat tidur.
Maka, jika rumah yang dibangun tidak sesuai dengan arah yang telah di tentukan adat istiadat leluhur seluruh warga berkewajiban bergotong-royong untuk menggotong rumah tersebut memperbaikinya agar sesuai dengan istiadat mereka.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

10 komentar

Masih ingat waktu kecil dulu, masyarakat tempatku suka menggotong rumah secara bergotong royong jika dirasa tidak sesuai dengan tempat dan keingin. Budaya lokal harus kita hormati dan kita jaga. Disitulah ciri kesederhanaan masyarakat kita.

Balas

budaya dari nenek moyang yg patut diapresiasi nih.
eh lalu tidurnya dimana tuh kang koq nggak ada tempat tidur?

Balas

nah itu point nya yg ngalahin piont

Balas

koq masih sepi ya?
mana nih yg lainnya?

Balas

masak udah pada tuwa masih ngikut mlm mingguan juga sih?

Balas

blog saya emang sepi mang :p

Balas

siapa yang menang kalo gituh, coba?

Balas

atensi dari mang yanto udah bisa menjadi apresiasi nih.

dimana ajah atuh mang...suka-suka mereka ajah.. :p

Balas

Udah lama jg gak liat pemandangan seperti itu rasa gotong royong yang kental

Balas

Hadeuhhh.... ribet juga tinggal disana ya kang...

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger