DESA CILEMBU

Pipis Bayi

Pipis Bayi termasuk Najis juga
Jangan menganggap jika Pipis Bayi tidak Najis, terkadang para orang tua terutama para ibu yang baru memiliki seorang bayi sering kali meremehkan pipis bayinya disebabkan ketika buah hatinya pipis, si ibu akan segera mengganti popok/celana bayinya terlebih dahulu dan membiarkan bahkan cenderung menyepelekan bahwa pipis bayi juga termasuk najis,sehingga sang ibu tidak segera membersihkan pipis bayi yang tergenang di kasur ataupun di lantai.
Jika dihubungkan dengan kewajiban seorang muslim untuk menjaga kebersihan terutama saat akan sholat, misalnya.
Pipis Bayi
Najis terbagi dalam tiga tingkatan:
  • Najis Mukhaffafah (najis ringan), cara mensucikannya yang terkena najis ringan ini cukup hanya dengan membersihkan/membasuhkan air ke tempat yang terkena najis.
  • Najis Mutawassithah (najis sedang), yang di bagi lagi menjadi dua. 1). Najis 'Ainiyah (najis yang terlihat dan tercium baunya), cara mensucikannya dengan cara membasuhnya sebanyak tiga kali oleh air bersih hingga najisnya bersih dan hilang baunya. 2). Najis Hukmiah (najis yang tidak tercium baunya) cara mensucikannya dengan membasuh tempat yang terkena najis dengan mengalirkan air bersih pada tempat yang terkena najis ini.
  • Najis Mughallazhah, (najis berat), seperti najis terkena air liur anjing atau air liur babi, cara mensucikannya dibasuh oleh air bersih sebanyak tujuh kali dimana pada satu kalinya harus dicampur dengan tanah.
Perbedaan cara mensucikan
Najis Pipis Bayi laki-laki (masih mengkonsumsi ASI)
Termasuk najis ringan, cara mensucikannya cukup dibasuh dengan air bersih pada tempat yang terkena pipis bayi laki-laki tersebut
Najis Pipis bayi perempuan (masih mengkonsumsi ASI)
Termasuk najis sedang, cara mensucikannya harus dicuci oleh air bersih dan oleh sebagian dari pipis bayi perempuan tersebut

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

14 komentar

Malam (Minggu) Mang Lembu, memang sih pipis bayi tidak najis. Asal jangan pipis bapaknya saja yah. hehehehehe

Balas

Sedikit menambahi. Najis ainiyah: yang (1) terlihat warnanya; (2) tercium baunya; dan (3) terasa.

Balas

...pipis bayi laki-laki yang belum pernah mengonsumsi makanan/minuman selain ASI dan baru berusia di bawah 2 tahun; sementara untuk bayi perempuan tidak ada ketentuan seperti itu (harus dicuci seperti najis mutawassithah biasa).

Balas

terus seperti apa kang?

Balas

ini penting soalnya bayi nih pipisnya di mana aja kang. saya jadinya suka sering ganti baju sama celana sehingga istri sayah suka bilang banyak bner cucian :D
Mau gimana lagi najis kan

Balas

:D
c akang lucu dan imut deh ih

Balas

nambah ilmu kian nambah lagi nih

Balas

Iya bener kang, terkadang hal-hal seperti ini masih banyak juga yang menyepelekan entah karena sengaja atau karena ketidaktahuan sehingga suka diabaikan begitu saja

Balas

Menyimak dulu di sini Mang...
Mana tahu..kalau panjang umur dan berkesempatan jaga cucu...hehe :)
Terima kasih ilmunya

Balas

Kalau pipis bapaknya gimana mang

Balas

lebih enak bahas itu..
pipis yang bisa jadi bayi...

Balas

begini nih kalo blogger idealis mulai belajar jadi kapitalis
posting borongan kaya jualan ubi
tidak bagus buat seo mang...

*seorangkapiten

Balas

Pipis bayi yang masih pure minum ASI termasuk najis ringan ya, Kang.. :D

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger