DESA CILEMBU

Gula jawa tak manis lagi

Kamu...hiyah...kamu..tau nggak kalau gula jawa atau biasa orang jawa justru menyebutnya dengan gula aren, persoalannya adalah kenapa orang Jawa menyebutnya bukan dengan nama GULA SAYA,atau GULA INYONG?...mungkin...ini baru kemungkinan loch yah....kalau Gula Jawa yang menyebutnya orang Jawa, pasti yang mau beli jadi bingung, apalagi jika pembelinya bukan dari Jawa,pasti si calon pembeli nggak jadi beli, sayang dong, jika keuntungan menjual Gula Jawa yang sudah di pelupuk mata sirna begitu saja, sebab itulah, makanya orang Jawa lebih suka menyebut Gula Jawa dengan Gula Aren.
Gula jawa tak manis lagi
Sayangnya Gula Jawa jaman sekarang  sudah tak manis lagi, padahal saya yang ada sedikit keturunan darah Jawa ini terkenal sangat manis...loch...betul tidak?
Informasi kalau Gula jawa tak manis lagi ini, admin dapatkan dari ayu jamu langganan saya, maklum saya kan keturunan Jawa, dimana kalau orang Jawa, sama eyang putrii di haruskan mengkonsumsi jejamuan, seperti minum:
  • Jamu galian singset,
  • Jamu pegal linu,
  • Jamu pembersih darah,
  • Jamu kuat lelaki, atau sesekali mang admin suka juga minum
  • Jamu kuat malu
Alasan yang di sampaikan ayu jamu tersebut menyebutkan bahwa Gula Jawa yang warnanya kecoklatan seperti batu tersebut mengandung Formalin.
Karena Ayu penjual Jamu ini wanita jawa yang jujur, bersahaja, ulet dan sangat menjaga kualitas jamu hasil racikannya, maka mbak ayu ini berusaha mencari gula jawa untuk bahan racikan jamunya ini mencari yang gula jawa yang bebas formalin dengan mencoba membeli langsung pada petani Gula Jawa (baca: penyadap Aren) di desa-desa sentra produksi Gula Jawa.
eladala....ternyata para petani di sentra produksi gula jawa itu justru sudah di pesankan dan di instruksikan oleh para tengkulak untuk menambahkan formalin yang diteteskan langsung ke pohon arennya...jika para petani tersebut tidak menuruti instruksi para tengkulak tersebut, maka gula jawa hasil produksinya tidak ada yang mau membeli.
Sebab:
Gula Jawa yang telah di beri formalin akan:
  • lebih awet dan menjadi keras (tidak lembek),
  • pada proses pengolahan gula yang diperuntukkan sebagai pemanis makanan dan atau jamu preoses pengolahannya/memasaknya menjadi lebih cepat.
  • Anda tentu lebih tahu, Gula Jawa ini untuk pemanis bahan makanan apa saja...kan?
Cara mengetahui Gula Jawa yang memakai pengawet formalin:
  1. Gula Jawa tidak dirubung semut, semut saja tidak suka gula jawa yang mengandung formalin, masa kamu malah suka sih?
  2. Gula Jawa keras seperti batu,
  3. Gula Jawa tidak bau yang harum dan khas,
  4. Kemasan Gula tidak rapih dan baik, karena gula jawa yang mengandung formalin tidak lembek
Maka jangan salahkan saya jika suatu saat Anda terkena kanker, kan sudah saya ingatkan dalam artikel gula jawa tak manis lagi ini, bahwa Gula Jawa yang mengandung formalin, jika di konsumsi secara rutin dapat mengakibatkan berbagai penyakit kanker...hiii...serem.
A'udzubillahi mindzaik


Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

17 komentar

Sekarangbanyak gula jawa mengandung banyak pengawet, nyatanya gulanya keras-keras sekali biar tdk cepat lembek

Balas

bahkan ada gula jawa, kerasnya seperti beton mutu K-350 NF

Balas

Gara-gara baca tulisan akang
Gula jawa didapur kubuang
Karena wanginya kurang
Kerasnya seperti batu karang

:)

Balas

=)D
maka sejak saat ini berhentilah mengkonsumsi gula jawa

Balas

Rasa gula jawanya unik bila bercampur dengan rasa yang lain, namun tetap memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh ya Mang ?

Balas

Bener Mang biasanya para petani saya pernah melihatnya sendiri pada petani yang meyadapnya Mang, apalagi jika Nira dari gula aren agak sulit diproses, biasanya para petani memakai cara ini juga, gula yang mengandung formalin warnanya pasti mencolok.

Balas

Kalau di sini namanya gula kabung atau gula melaka. Baru tahu sangat tidak baik untuk kesihatan.
Selepas ini, pasti jamu-nya tidak enak kalau tak ada gula
Baik makan kambing saja :)

Balas

makanya jangan baca judulnya doang =)D

Balas

wah, ternyata Gula Jawa juga sekarang banyak mengandung yg formalin ya mang, iya nih yg di rumah sering beli gula jawa tapi keras sekali, kalau dulu kan kebanyakan Gula Jawa itu lembek gak susah kalo mau di potong juga, terima kasih mang atas info nya.... mantaab nih ... :-bd

Balas

betul kang, jika sudah menjadi lingkaran setan, maka yang jadi korban adalah konsumen

Balas

hehe...dengan makan kambing justru lebih makjreng dan kuat hingga 3 ronde ya kak ;)

Balas

mulai sekarang jangan pake gula jawa atuh kang...pake gula saya aja. :ng

Balas

Aduh saya di asrama sering bangeet pake gula jawa buat masak....
Jadi meragu sesaat...
Eh tp klu di temoat saya di sulawesi namanya gula meraah...hiuw...

Balas

gula jawa, kalau ditempt saya namanya gula merah mas.

Balas

tenang dik Nol...penghuni asrama di ciptakan untuk menjadi kuat...perutnya dari formalin.. :ng

Balas

padahal yang merah kalau bukan bendera sang saka, pasti ibue sedang datang bulan...kok malah gula yang merah sih?..... =)D

Balas

Nah loh, itu bagus penjual jamunya perhatian dengan jamu yang dijualnya.
Kalau tukang jamu gak peduli dari bahan apa gula jawanya, bisa berabe tuh.
Saya juga penggemar jamu Mang.

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger