DESA CILEMBU

Ibu Penjual Kantong plastik

Di setiap pasar tradisional pasti terdapat orang-orang yang menjajakan kantong plastik (baca: keresek hitam) untuk belanjaan, profesi ini sudah 5 tahun dilakoni oleh bu Inah ini. Karena hari ini tanggal tua, maka para konsumen pasar tradisional tempat bu Inah ini mengais rejeki pun sepi pengunjung. meskipun demikian, bu Inah penjual kantong plastik yang terkenal jujur ini terus berdoa dan berusaha menjajakan dagangannya pada setiap pengunung pasar yang ditemuinya, satu hal yang menjadi suri tauladan dari bu Inah ini adalah meskipun dia hidup dalam belenggu kemiskinan, bu Inah tidak pernah berani mengambil apapun yang bukan haknya, dan menjalani hidupnya dengan selalu berupaya ikhlas atas apapun yang diberikan Allah Ta'alla kepadanya.
Ibu Penjual Kantong plastik
Hari ini, sudah hampir seluruh sudut pasar dikelilingi ibu tua ini, tetapi hingga menjelang Dhuhur belum satupun plastik dagangannya yang terjual, sedang asik-asiknya melamun tiba-tiba seorang ibu muda menghampirinya hendak membeli 5 buah kantong plastik dagangan.
Ibu muda ini terlihat sedang terburu-buru sementara belanjaannya yang sedemikian banyaknya itu terlihat berantakan, bu Inah ikut juga membantu memasukkan belanjaan ibu muda itu.
"Terimakasih bu, berapa harga kantong plastiknya, bu"
"Satu kantong plastik harganya Rp. 2 ribu, jadi total harganya jadi Rp. 10 ribu, neng"
Ibu muda yang sedang terburu-buru tersebut mengambil uang lima puluh ribu dari dompetnya.
"Waduh neng, pakai uang pas aja"
"Nggak ada bu, sisa uang belanja saya tinggal ini, bu"
"Maaf neng, nggak ada kembaliannya"
"Waduh..repot juga kalau gitu ya bu, padahal saya sedang sangat terburu-buru, Ya sudah biar saya tukarkan dulu ke kios depan"
"Sudah neng, nggak usah repot, neng bawa saja uangnya, sepertinya neng sangat terburu-buru, kapan-kapan saja kita bisa bertemu lagi".
"Baiklah kalau begitu, terimakasih ya bu"
Ibu muda tersebut segera pergi dari hadapan ibu Inah penjual kantong plastik.
Hingga menjelang Ashar, tak ada satupun pembeli yang membeli dagangan kantong plastik bu Inah ini. Ia pun kemudian menyempatkan diri untuk Sholat Ashar di masjid yang berada didalam komplek pasat tradisional ini,
"Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezeki-Mu hari ini, hari ini aku telah berusaha. selebihnya adalah kehendak-Mu"
Setelah sholat dan berdoa, bu Inah beranjak dari masjid hendak melanjutkan menjajakan kantong plastiknya.
Saat bu Inah keluar dari mushola, ia kaget karena ibu muda yang tadi pagi membeli kantong plastiknya telah menunggunya.
"Wah kebetulan kita ketemu disini, bu. Ini bayaran yang tadi bu"
 Kali ini ibu muda mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.
 "Loh loh neng, belum merecehkan uang ya, Maaf neng saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar neng. Ini nggak salah ngambil neng"
 "Sudah bu, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, bu. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal bu. Untung ibu membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Jerman. Saya mohon doanya bu"
"Tapi ini terlalu banyak neng"
"Saya bayar kantong plastik Rp 10 ribu bu. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan ibu hari ini"

Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hamba-Nya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.  Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.
Kesuksesan akan menyertai keikhlasan dan rasa syukur.


Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

7 komentar

ibu ini benar ikhlas, jadi terharu

eh kalo dari kalimat ini apa ada yg perlu diedit?

Untung ibu membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Jerman pak. Saya mohon doanya bu

Balas

Usaha yang ikhlas
Tuhan pasti membalas
Dengan rezeki berlipat-lipat pantas
Apalagi menolong karena puas..

Balas

Mas Cilembu
Ko bisa tahu
Kisah ibu itu
Apa pasarnya ada tokomu...

Balas

mana...mana....wah mang wong ini ada-ada ajah deh ih ;)

Balas

kepuasan batin adalah yang utama
biarpun rejeki berlipat, jika lipatannya hanyakoran bekas
nggak enak juga deh

Balas

Alhamdulillah, walaupun kecil, kamipunya kios di dalam pasar itu.

akak mau jadi pedagang juga kah? =D

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger