DESA CILEMBU

Yang tidak boleh dilakukan dengan uang Perelek

Yang tidak boleh dilakukan dengan uang Perelek  - Perelek, yang adalah sebuah istilah bagi kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh warga Desa Cilembu dengan cara mengumpulkan uang dari seluruh warga sebesar minimal Rp 500,- / hari dan lalu kegiatan sosial warga desa ini diberi istilah dengan UANG PERELEK.
Kegiatan uang Perelek di Desa Cilembu yang telah berlangsung hambir 6 bulan ini, telah menjadi trend dikalangan warga desa di seluruh Sumedang Selatan, hal ini terlihat dari tetangga desa di sekitar Desa Cilembu ikut mengadopsi kegiatan uang perelelek yang dilakukan warga Cilembu ini bagi warga didesanya masing-masing.
Yang tidak boleh dilakukan dengan uang Perelek
Untuk mengetahui mengapa kegiatan PERELEK ini menjadi tren bagi warga desa, Baca dulu :
Kegiatan sosial yang berhubungan dengan uang, umumnya selalu berakhir dengan ketidakpercayaan warga masyarakat kepada pengelola keuangan dan jajaran pengurus kegiatan, sebab uang yang terkumpul dari Perelek ini jika dihitung jangka waktu 1 (satu) tahun, nilai nominal dari uang yang terkumpul ini bisa mencapai puluhan juta rupiah, untuk mencegah hal-hal yang membuat hilangnya kepercayaan warga, maka perlu kiranya dibuat peraturan dan komitmen dari semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dengan uang Perelek :
  • disimpan pinjamkan,
  • digunakan untuk kepentingan pribadi (oleh pengelola),
  • dipakai tanpa melakukan rembug (musyawarah),
  • tidak tercatat dengan baik,
  • tidak disimpan dalam bentuk rekening Bank (tabungan),
  • Tabungan (Rekening Bank) dapat dicairkan oleh 1 (satu) orang dalam hal ini Bendahara,
  • di korupsi.
Untuk menyempurnakan poin-poin di atas, Anda dapat menambahkannya dalam kolom komentar, hal-hal lain yang sekiranya memang prilaku tersebut menurut Anda memang Yang tidak boleh dilakukan dengan uang Perelek.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

8 komentar

Andaikan semua tingkat Dusun sampai tingkat desa/kelurahan bisa melaksanakan kegiatan Uang Perelek ini serta bisa menggunakannya sesuai dengan kegunaannya bagi kebutuhan masyarakat dan menghindari hal-hal yang tidak diperbolehkan seperti yg sudah tertulis di atas, pasti desa tsb akan maju ya mang ... :)

Balas

maaf saudara2, saya dapet Pertamax dulu disini yah... :D

Balas

Yang pertamax harus neraktir kopi sama yang keduax.

Balas

Di kampung saya PERELEK sudah berjalan dari dulu, Mang. Kebetulan yang jadi bendaharanya adalah Bapak saya. Begitu uang diterima dari petugas penarik perelek, uang langsung ditransfer ke rekening bank, artinya bendahara tidak memegang uang cash sepeserpun. Rekening dipegang oleh orang yang berbeda (asisten bendahara) sehingga lalu lintas dana pada rekening adalah tanggungjawab asisten dibawah pengawasan bendahara. Selanjutnya...bentar saya ninyuh kopi dulu.

Balas

Dan warga akan sejahtera. Termasuk jomblo-jomblo-nya.

Balas

para jomblo tragis seperti mang Rudy...bisa kita modal rumah, dan mobil untuk kawin.

kawin dengan gadis....usia 65 thn

Balas

yang ketiganya mah...minta mentahnya aja

Balas

mantep kan..kebaradaan perelek bagi warga teh..geuningan mah ya?

sepakat dan setuju kang..makasih masukkannya.
saya sudah mengusulkan agar hanya baru dapat dicairkan dana di rekening oleh dua orang yaitu Ketua dan Bendahara disaksikan oleh anggota sebagai saksi.
tetapi rupanya jika menggunakan pola tesebut pihak Bank meminta SK Kelompok dari kepala Desa, jadi harus dibuat kelompok RW.

saya pang ninyuh keun..heu'euh!!

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger