DESA CILEMBU

Pengendalian Kebakaran Hutan

Pengendalian Kebakaran Hutan - Meskipun kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015 menyebabkan korban jiwa dan kabut asap yang sangat mengganggu aktivitas warga di sekitar kebakaran telah berlalu karena memang musim hujan telah tiba, meskipun begitu, saya, dan kita semua tetap merasa yakin jika musim kemarau kembali tiba di tahun 2016 ini, kebakaran dan kabut asap akan kembali terjadi, sebab saya dan kita semua tahu bahwa kesadaran masyarakat akan kelestarian hutan sangat minim, ditambah lagi dengan para oknum pembakar hutan yang telah di tangkap itu tidak akan pernah merasa jera untuk melakukan pembakaran kembali, maklum hukuman yang diberikan kepada para oknum tersebut sangat ringan bahkan oleh hakim, para pembalak liar dan pembakar hutan tersebut justru dianggap tidak bersalah...kok bisa begitu ya?...ngga perlu aneh dan heran...bung....namanya juga hukum dan hakim Indonesia...ya...memang begitu...itu....hukum dan hakim di Indonesia memang sangat keren banget kan?

Oleh sebab hal tersebut diatas, maka anggap saja artikel mengenai Pengendalian Kebakaran Hutan ini hanya sekedar untuk menambah arsip blog doang, tidak perlu diikuti, pada saat musim kemarau tiba dan hendak membuka lahan baru, bakar saja lagi hutan-hutan itu, toh...hakim juga sudah mengetuk palu bahwa pembakar hutan tidak bersalah dan tidak merugikan siapapun....(abaikan)
Pengendalian Kebakaran Hutan
Kapan Terjadinya Kebakaran Hutan
Pada dasarnya kebakaran hutan disebabkan oleh adanya tiga unsur yaitu:
  • Oksigen (O2)
  • bahan bakar, dan 
  • sumber api
Kebakaran hutan biasanya terjadi pada musim kemarau karena saat itu tumpukan bahan bakar dan semak belukar yang kering menjadi bahan bakar ditambah dengan Oksigen yang berlimpah pada musim kemarau, ditambah dengan prilaku manusia yang sering menyediakan sumber api dengan membuang puntung rokok misalnya, oleh sebab itu maka kita harus dapat mengendalikan dan memutuskan mata rantai ketiga unsur tersebut diatas untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan.

Dimana Terjadinya Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan dapat terjadi pada lahan hutan yang mengalami kekeringan, baik kebakaran di bawah permukaan tanah, diatas permukaan tanah atau kebakaran tajuk.
Daerah-daerah rawan kebakaran hutan umumnya adalah di kawasan hutan terbuka pada:
  1. sisa penebangan,
  2. lahan gambut yang kering,
  3. semak belukar,
  4. padang alang-alang, dan
  5. hutan yang berdekatan dengan wilayah permukiman penduduk
Kebakaran hutan bukanlah gejala alam yang tidak dapat dicegah, namun merupakan kejadian alam sebab-akibat yang dapat ditanggulangi secara dini sebelum kebakaran itu menjadi besar, mencegah KEBAKARAN HUTAN berarti menghilangkan sebab-sebab yang menimbulkannya.
Mencegah kebakaran hutan dapat dilakukan dengan cara:
  • Penyuluhan,
  • Patroli rutin,
  • Penjagaan hutan,
  • Pembuatan sekat bakar,
  • Pembuatan menara pantau,
  • Pemasangan rambu peringatan,
  • Himbauan dan larangan, serta
  • memfungsikan sarana dan prasarana yang ada dengan maksimal.
Bagaimana Mencegah Kebakaran Hutan
Upayanya adalah:
  • Jangan meninggalkan api yang menyala didalam hutan,
  • Saat menggunakan api didalamhutan harus benar-benar aman dan dimatikan sebelum ditinggalkan,
  • Jangan membuang puntung rokok,
Peran serta Masyarakat
Tanpa peran serta masyarakat Pengendalian Kebakaran Hutan dalam pencegahan dan pemadamannya tentu tidaklah menjadi efektif dan berarti, sebab masyarakatlah yang paling dekat dengan hutan.

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

27 komentar

nah makanya itu loh kang saya mah kemana-mana selalu bawa asbak biar ga buang kuntung rokok penyebab kebakaran hutan :)

Balas

Anak sekolah juga harus tahu nih yang kaya gini

Balas

Kebakaran hutan bisa di cegah apabila setiap individu menyadari bahaya dari kebakaran tersebut.

Setiap masyarakat harus saling mencegah dan peduli terhadap alam..misalnya dengan cara tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan dan tidak sembarangan membuang api baik itu bersumber dari rokok atau apapun yg bisa menyebabkan kebakaran.

Dan peran Pemerintah juga sangat di perlukan, dengan memberi penyuluhan dan pengawasan serta bertindak tegas bagi yg melarang.

Balas

Maksudnya melanggar bukan melarang...haha

Balas

Walau bagaimanapun menjaga hutan itu bukan tanggung jawab pemerintah saja melainkan tanggng jawab bersama, butuh kesadaran dari tiap - tiap individu sehingga kebakaran hutan merugikan tersebut tidak terulang kembali, lebih baik mencegah dari pada mengobati.. begitulah kata pepatah...

Balas

wuih keren tuh...asbaknya pasti gede ya kang?

Balas

pastinya kang...mereka kan penerus bangsa, moga kalau diantaranya ada yang jadi hakim, nggak jadi hakim katrok kaya yang itu tea ya....itu..tuh yang itu...

Balas

membakar hutan tidak melanggar hukum karena bisa ditanami lagi

Balas

pasti melanggar kan maksudnya, tuh ada ralat dibawah tuh...

Balas

padahal melanggar dengan melarang...kan jauh banget

Balas

mensanainkorporesano...kulit yang sehat pasti mulus..eh?!

Balas

pasti hakimnya, pakdenya kang intan kan?...ngaku deh ngaku

Balas

parahnya lagi ada beberapa tempat atau perusahaan di indonesia yang sengaja membakar lahan mereka untuk mengurangi ongkos pasca produksi... tapi yang di salahkan masyarakat. kan gak masuk akal mas, masa masyarakat dayak yang udah ratusan tahun bertani lahan kering atau bukit, gak juga ada kabut asap... sekali diperiksa kok yang terbakar malah lahan mas. kalau bukan lahan, biasanya sengaja di bikin terbakar dulu agar nantinya bisa ditanami sawit juga... begitu yang menjadi masalah mas... dan kasihan aja masyarakat yang di salahkan dan kena imbasnya...
kalau bicara hukum, itu udah bagus, tapi orang yang melaksanakannya kadang penakut dan malah jadi kaki tangan pelaku pembakaran tersebut. pernah ada kasus ketangkap sewaktu membakar hutan, sekali di tanya dia ngaku di suruh si anu... dan itu orang terpandang dari daerah tersebut, jadi ya di diemin aja. tapi pembakaran gak jadi.... masih adakan orang yang rela mengorbankan rakyatnya sendiri... dianya enak-enakan sewaktu kabut kesingapore...
"begitulah orang kita yang kadang teramat tega memakan kita".

Balas

kan udah saya bilangin...ini endonesah bung....jika nggak demikian bukan endonesah namanya atuh kang... ;)

Balas

berapa meter mang jauh nya?

Balas

iya bener tuh yang itu tuh, tau ga sih yang itu tuh...
yang mana sih? jadi bingung

Balas

Iya bener banget mang, kenapa ya hukum di Indonesia sangat ringan dari pada hukuman di luar negri, dan yang paling aneh lagi kalo penjahat di beri hukuman yang sangat berat, masyarakan banyak yang protes dan banyak yang mengatakan pemerintah yang sekarang tidak berperikemanusiana di akun sosmed sebagai contoh hukuman mati bagi bandar dan pengedar nark*ba.

Balas

Mencerahkan sekali artikelnya, kalau ditambahkan dengan argumen dari kutipan pasti bakalan jauh lebih menarik.

Mudah-mudahan dengan artikel ini banyak masyarakat kita yang sdar bahwa pembakaran hutan adalah kesalahan yang harus ditinggalkan dan mereka berubah menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Mudah-mudahan.

Balas

hakim memutuskan si pembakar hutan tidak bersalah? terus siapa yang salah ya mang? masa hakimnya yang salah memberi vonis kepada terdakwa...

kalo terdakwa pembakaran hutan tidak membakar hutan, pasti tidak akan ada korban jiwa ya mang? enak ya terdakwa itu, sudah membunuh dan menyakiti warga yang kena dampak perbuatannya malah di vonis tidak bersalah.

Balas

yang jadi pertanyaan nya bang ini teh di benak saya? apakah patroli sebelum kejadian pembakaran tersebut ada atau tersilent oleh sipelaku pembakaran yang tlah terjadi bang? atau kurang patroli aja ini teh?

Balas

banyak hutan yang sudah tidak perawan

Balas

Bhadala.... Keren darimana orang asbak yang di maksud apuapun rokoknya hauk aja :)

Balas

iyyaaa hakimnya memang keren....tapi ada yang lihat handuk putih nggak...
keep happy blogging always,,,salam dari makassar - banjarbaru :-)

Balas

Kalau membakar itu hakim melanggar hukum tidak kan itu hakim juga bisa di ganti lagi

Balas

Lha Sopo To sik Mrawani Hutan Clutak Temenan itu Orang

Balas

KEBAKARAN HUTAN DI MUSIM KEMARAU PERLU DICEGAH AGAR JEREBU TIDAK BERULANG LAGI N MEMBERI RISIKO KPD KSHTAN

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger