DESA CILEMBU

Rupa Dalang Wayang adalah

Rupa Dalang Wayang adalah - Sebelum melanjutkan, sebaiknya membaca artikel sebelumnya tentang Ilmu Wayang dan Falsafah Islam, agar Rupa Dalang wayang yang dimaksudkan dengannya tidak membuat Anda linglung...sok-lah di klik.
Rupa Dalang Wayang adalah, kita tahu bahwa seluruh hidup dan kehidupan serta gerakkan yang dilakukan wayang tentu tidak bisa terlepas dari keberadaan para dalang (orang yang memainkan wayang).
  1. Dalang Purwa yaitu dalang yang sangat mentaati tata serta alur cerita , biasa juga di sebut dengan dalang Babon alias Jebles. Dalang Purwa sangat mengikuti pada dalang yang pertama menjadi orang yang memainkan cerita wayang, yaitu para Wali yang memiliki jargon seperti ini : Dadi dalang saiki, dalang sajati penuh Pinanda Panakeu, Pinaretes, Asta gangga, Wiratanu lan patra danur cipta, kawita ning balungbangbarat nyatane tanah arab. Anu hurufna Alif, ba, ta, tsa, hartosna alif ku Allah, ba Jibril, Ta titisan, Jeung tsa manusa. Kupinterna pujangga saiki, Pujangga Prawa nyalihe balungbang timur nayatana bumi jawi nusantara dateng kalimat Ha...... Begitu nasehat sebagai bekal dari para Wali untukpara dalang Purwa. Dengan demikian Dalang Purwa itu sesungguhnya adalah para Wali atau sesudahnya adalah para Sunan seperti contohnya adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) yang bernama asli adalah Ki Kesan Basri. Untuk menjadi seorang dalang pada jaman itu haruslah orang yang taat sholat dan taat pada ajaran Islam, atau untuk menjadi dalang purwa mereka harus setingkat dengan kyai atau seorang guru ngaji, khatib atau ulama.
  2. Dalang Jati adalah dalang yang mencontoh kepada para wali, cara membawakan cerita wayang harus memiliki kemampuan yang lebih, jika peran wayang sedang sedih, harus sungguh-sungguh sedih, jika peran marah, harus benar-benar marah, jika peran gembira harus sungguh-sungguh berperan gembira, pada intinya dalang Jati membawakannya tidak boleh dicampur dengan lelucon atau candaan.
  3. Dalang Sastra adalah seseorang yang memerankan cerita wayang dengan fasih dan hapal akan cerita serta karakter masing-masing wayang terutamanya Sunda. Dalang sastra haruslah memahami bahasa-bahasa ataupun aksara yang dinyanyikan oleh dalang yang disebut dengan Murwa, Suluk, dan Kawen. Kawen arti kata asalnya adalah Kakawihan (nyanyian), di dunia dalang tidak boleh merubah ungkara, merubah aksara dan bahasa pewayangan dan tidak boleh tertukar dengan bahasa manusia.
  4. Dalang Sanggi (Kiwari), adalah dalang yang selalu mengikutipasar atau mengikuti einginan pemangku hajat, baik dari sisi cerita wayang, maupun cara membawakannya seorang dalang Sanggi (Kiwari) ini sesuka hati dalang yang menuruti kemauan pemanggu pesta, cerita dan kisahnya dapat diambil dari kejadian masa kini, banyak dibumbui dengan lelucon dan candaan. Dalang Sanggi sering juga di sebut dengan dalang Sabet atau dalang lucu
Itulah yang dimaksudkan Rupa Dalang Wayang  teh...

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

9 komentar

Translatenya da ga Kang? ngga ngerti saya bahasa jawanya tuh Kang..hahahaaaayy

Balas

ngga perlu menjadi ngerti lah bang...nggak ada kerjaan banget juga keiless.... ;)

la wong saya ge' gagal ngerti jeh... :)

Balas

Saya malah suka dalang mbeling kang yang ceritanya keluar dari pakem seperti Ki Entus dari Tegal nontonnya enak karena ceritanya lain dari pada yang lain

Balas

tapi akang belum pernah nonton kidalang Eka kan?

Balas

Aku ora mudeng...

Balas

Sekarang paling banyak adalah Dalang sanggi ya kang...ini menurut pengamatan saya ketika nonton wayang golek

Balas

sebab dalang sangi mah nerma amplopnya gede :(

Balas

pulang lagi aja ;(

Balas

oh jadi kitu yah kang, saya moal terlalu banyak komentar, baca saja dulu sambil unggut-unggutan.

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger