logo
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan berbahan dasar bambu ramah lingkungan...dimensi bisa request. Lihat GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU

Naik Batu Cadas milik Pangeran Sumedang

www.desacilembu.com
Topografi Cadas Pangeran merupakan daerah perbukitan terjal dengan struktur bukit berbatu cadas yang dibawahnya melintas Jalan Raya Bandung - Cirebon di kenal juga dengan nama Jalan Raya Pos dirancang pada jaman Belanda oleh Gubernur Jenderal Belanda Daendels, dikerjakan oleh rakyat Sumedang terkenal dengan Kerja paksa Rodi.
Ratusan bahkan ribuan rakyat Sumedang yang menjadi korban pada saat pembangunan jalan raya pos ini khususnya pada saat rakyat dipaksa membelah bukit yang struktur tanahnya berupa batu cadas dengan hanya menggunakan cara manual tanpa menggunakan alat berat (seperti yang digunakan saat ini).
Penderitaan rakyat Sumedang kala itu mendapat perlawanan sengit dari Raja Sumedang dikenal dengan sebutan Pangeran Sumedang, sebab itulah nama bukit ini di kenal dengan nama Cadas Pangeran.
Naik Batu Cadas milik Pangeran Sumedang - Pada saat sedang mengawasi teman-teman Pekerja Jalan Nasional mengangkat longsoran tanah dan membuat beronjong untuk menahan tanah yang longsor di Km 38 Cadas Pangeran, terdapat sebuah batu sebesar anak gajah terongggok di tepi jalan, tiba-tiba saja pikiran nakal saya bilang begini: Hadeuh...orang yang menggeser batu menuju ke pinggir jalan ini pasti tenaganya sebesar bang Benyamin S (alm), saat bang Ben jadi Samson Betawi...
Tiba-tiba saja salah satu rekan kerja, berujar (seolah dia paham apa yang sedang melintas dalam pikiran saya, memang rekan kerja yang satu ini bisa membaca pikiran orang, terutama pikiran saya.... maklum rada sakti...sedikit)....Bukan orang atau bang Benyamin yang ngangkat batu ini kesini Pak, tapi di pindahin sama beco (baca: alat berat)..... mendengar penjelasannya, saya teh nyengir mirip kuda.
Dari situ, terjadi obrolan sengit selayaknya orang lapangan sedang ngobrol:
Kayanya bakal punya duit nih, kita....kalau batu ini kita jual ke tukang batu...
Ya hiyah atuh pak, lagian masa sih ng'jual batunya ketukang bakso, moal bakalan mau beli diahnya....sekali lagi saya teh nyengir lagi mirip kuda.
Woi...photoin dong buat arsip kompi, sekalian mo di aplod ke facebook... sambil kemudian saya teterekelan (baca: berusaha naik ke batu cadas). sambil ngomong:
Kapan lagi bisa photo diatas batu miliknya Pangeran Sumedang, nggak semua orang punya kesempatan kaya saya....tauuuu..
Hah....kok bisa kalau batu ini miliknya Pangeran Sumedang sih pak....
Ya hiya atuh...ini batu kan dari dalem bukit, dibawa longsor hingga sampe kesini, kan?
Iyah....bener....
Bukit ini punyanya siapa, coba?...terus nama bukit ini apa, coba?...Cadas Pangeran kan? ya...udah berarti batu ini juga miliknya Pangeran Sumedang.
emangnya ada yang berani ngaku kalau batu ini miliknya?
sok weh ngaku, kalau pengen burut mah.... panjang lebar saya menjelaskan.
Rekan kerjaku yang sedikit sakti itu manggut-manggut sambil megangin selangkangannya (takut burut), dan nyengir mirip kuda Nil.
....*6&%^4)(%*^...............*$32#$@!^7*........ Dan...
Obrolan panjang terjadi, dari mulai ngomongin soal Ahmad Dhani mencalonkan diri jadi Gubernur DKI Jakarta, hingga ngomongin celana dalam wanita yang membonceng motor sedang mengintip kami para kuli jalan....
wis....pokoknya kalau kita para kuli sudah mengobrol pasti sengit dan seru.
Naik Batu Cadas milik Pangeran Sumedang
Nih photo saya sedang Naik Batu Cadas milik Pangeran Sumedang
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
ARTIKEL TERKAIT :
Tulisanmu ingin dibayar? Kirim artikelmu ke: troyalfawaz@gmail.com
NOTES: Jika Kolom Komentar Nggak Terbuka, Harap Muat Ulang Halaman ini
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger