DESA CILEMBU

Tempat masak tempo dulu

Tempat masak tempo dulu ~ Hampir pada setiap tengah malam jumat dan tengah malam sabtu suara sirine  meraung-raung dari pos penjagaan di ujung desa sebagai tanda bagi rakyat desa dan sekitarnya untuk segera berlindung ke tempat yang lebih aman.
Suara sirine yang memekakkan telinga tersebut dapat terdengar pada radius 3 hingga 4 km, sebagai pertanda tentara Belanda sedang menuju desa untuk melakukan penyerangan ke desa kami yang memang terkenal sebagai basis para pejuang (biasa disebut sebagai ekstrimis oleh tentara Belanda). Sudah puluhan bahkan ratusan kali desa kami di serang oleh tentara Belanda, tetapi ratusan kali pula tentara Belanda kocar-kacir dan terpaksa mundur.
Gerakan perlawanan terhadap penjajah Belanda yang di pimpin langsung oleh komandan tempur bernama Mang Lembu ini memang pantang menyerah, ulet, cerdik, dan sangat piawai dalam strategi tempur (maklum.... keahlian tempur yang dimiliki oleh Mang Lembu ini di peroleh beliau secara langsung pada saat beliau ikut bertempur pada perang Bharatayuda), dengan hanya bermodalkan Takbir Allah hu-Akbar dan senjata bambu runcing dan senjata hasil rampasan dari tentara Belanda yang tewas di tubles oleh senjata bambu runcing pasukan laskar Mang Lembu ini mampu menghalau pasukan tentara Belanda.
Ada satu lagi ilmu yang selalu di pergunakan oleh Mang Lembu sang komandan tempur yang gagah berani ini adalah beliau selalu makan makanan hasil masakan sang ibunda tercinta yang di masak pada sebuah Hawu (Tempat masak tempo dulu)
Tempat masak tempo dulu
Semoga artikel Tempat masak tempo dulu yang tak sajikan kali ini, menambah Anda semakin setres, seperti yang nulisnya...siapa dan kenapa bisa begitu coba?
Anda ingin mendapatkan $, bergabunglah bersama saya di media sosial Tsu, GRATIS...di http://www.tsu.co/MangLembu

Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

5 komentar

langka dapur kayak itu sekarang, yang sekarang uda pakai tabung gas pak.

Balas

Kalau menurut saya mah belum langka kang karena ibu saya masih menggunakan hawu jadi rasa dan wanginya enak dan harus sekali kang, tapi kalau mejikom nasinya biasa saja.

Balas

karena kelangkaannya itulah makanya tak posting minimal sebagai arsip :D

Balas

bisa jadi memang di pelosok desa mah, tempat masak seperti diatas itu masih ada...ya mang

Balas

HEHEHE, arsip nostalgia angkatan 90 an pak :p

Balas

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger