DESA CILEMBU

Laki-laki Mari kita Introspeksi diri

Marilah bersama kita para laki-laki segera intropeksi diri, jangan-jangan satu kesalahan kecil saja kepada istri sudah membawa dosa besar buat kita.
Perlu kita jaga ajaran Islam untuk berbuat maruf kepada istri. Beberapa poin yang tercakup dalam perbuatan baik suami terhadap istri itu antara lain:
  • Bicara dengan lembut dan kasih sayang, Cara laki-laki bicara memang berbeda dengan wanita. Laki-laki berbicara secara rasional, sesuai dengan kenyataan yang ada tanpa terlalu mempertimbangkan perasaan orang. Padahal bagi wanita soal perasaan adalah nomor satu. Itu sebabnya wanita kerap tersinggung dengan cara laki-laki berbicara yang to the point, yang menyinggung perasaannya. Sementara laki-laki tak merasa berbuat kesalahan karena kurang memahami kehalusan perasaan istrinya. Untuk itulah laki-laki perlu memperhalus gaya bicaranya jika berhadapan dengan wanita. Suara keras dan kasar yang bagi mereka biasa saja sudah bisa membuat hati wanita ciut dan gemetar. Apalagi jika diiringi raut muka marah dan menyeramkan. Mengecilkan volume suara serta menghaluskan intonasi suara akan membuat istri lebih nyaman mendengarnya.
Laki-laki Mari kita Introspeksi diri
  • Menasihati dengan halus tidak langsung membentak jika istri berbuat salah? Tidak boleh. Itu bukan perbuatan seorang pemimpin yang makruf. Ada tahapan reaksi yang sudah diatur al-Quran dalam menghadapi istri yang berbuat kesalahan. Tahapan pertama adalah memberi nasihat dengan kata-kata yang baik dan halus. Dikatakan dalam an-Nisa: 34,   Dan wanita-wanita yang kamu khawatirkan kedurhakaannya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Dan jika mereka menaatimu maka janganlah kamu mencari-cari (jalan) untuk menyusahkannya. Jika dengan nasihat kata-kata yang baik istri belum bisa berubah, upaya berikutnya dengan menahan kebutuhan seksualnya (pisahkanlah dari tempat tidur mereka). Menurut para ahli, setidaknya suami tidak melayani hubungan badan selama empat bulan sebagai hukuman dan apos yang efektif untuk kesalahan istri. Sampai batas empat bulan jika belum ada perubahan, barulah sampai pada tahap pukulan. Itupun dengan batasan berikut, Jika ia tidak mematuhi perintahmu, berilah dia pukulan yang tidak menyakitkan. Jangan dipukul mukanya dan jangan gunakan kata-kata kotor, (al-Hadis).
Nah, aturannya sudah ditegaskan oleh Rasulullah, namun mengapa masih banyak suami yang terlalu cepat membentak dan memukul istrinya sebelum memenuhi tahapan-tahapan di atas?
Dan bahkan masih banyak pula yang menggunakan kata-kata kotor untuk memaki istrinya. Naudzu billah, mereka inilah seburuk-buruknya suami. 
Sebab itu jangan ragu kepada para Laki-laki Mari kita Introspeksi diri...segera
Anda ingin mendapatkan $, bergabunglah bersama saya di media sosial Tsu, GRATIS...klik di http://www.tsu.co/MangLembu
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger