DESA CILEMBU

Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan B

Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan B ~ Pelaksana pekerjaan mempunyai syarat-syarat yang harus dipatuhi dalam pelaksanaannya, sehingga dapat dihasilkan bangunan yang sesuai dengan tujuan dan rencana yang diinginkan. Syarat-syarat tersebut meliputi :
  1. Spesifikasi
  2. Berita acara penjelasan pekerjaan.
  3. Gambar rencana.
  4. Penjelasan dan petunjuk dari pengawas pekerjaan selama pelaksanaan pekerjaan.
Pekerjaan pelaksanaan lapis pondasi agregat kelas A dan kelas B, meliputi
  • pekerjaan penghamparan material, 
  • pekerjaan pemadatan
Proses Pelaksanaan
Pekerjaan lapis pondasi Agregat kelas A dan B
  • Lapis pondasi bawah atau di sebut agregat lapis pondasi kelas B adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi dan tanah dasar.
Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan B
Fungsi dari lapis pondasi bawah ini antara lain yaitu:
  1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda.
  2. Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
  3. Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.
  4. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
  5. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.
Lapis pondasi atas atau di sebut agregat lapis pondasi kelas A adalah bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi bawah dan lapisan permukaan.

Fungsi dari lapis pondasi ini antara lain yaitu:
  • Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda.
  • Sebagai lapisan peresapan untuk pondasi bawah. 
  • Memberikan bantalan terhadap lapisan permukaan.
Pada proses pekerjaan lapis pondasi terdiri dari penghamparan material, pemadatan, penyiraman dan yang terakhir uji CBR.

Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Agregat
Lapis Pondasi A dan B.
  1. Penghamparan Material Agregat Lapis Pondasi, Alat untuk menghamparkan material  agregat lapis pondasi menggunakan Motor Grader. Setelah material sudah rata sesuai elevasi dan ketebalan yang di tentukan proses selanjutnya yaitu di padatkan menggunakan alat pemadat vibratory roller.
  2. Proses Pelaksanaan Pemadatan Material Agregat Lapis Pondasi, Pada pekerjaan pemadatan lapis pondasi agregat di pakai alat pemadat vibratory roller merk Hamm dengan berat 20 ton. 
Proses pekerjaan pemadatan di lapangan yang pertama kali setelah material di hamparkan secara merata yaitu di padatkan dengan compactor setelah agak merata kemudian di siram air secara merata dengan menggunakan water tank dengan kapasitas 5000 liter. Setelah air merata di permukaan agregat yang sudah di padatkan kemudian agregat lapis pondasi di padatkan lagi dengan vibratory roller sampai merata dan padat. 
Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan B
PENGHAMPARAN DAN PEMADATAN
Penyiapan penghamparan
  • Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada perkerasan atau bahu jalan lama, semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan atau bahu jalan lama harus diperbaiki terlebih dahulu.
  • Lokasi yang telah disediakan untuk pekerjaan lapisan pondasi agregat, harus disiapkan dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.
  • Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar langsung di atas permukaan perkerasan aspal lama, maka harus diperlukan penggaruan atau pengaluran pada permukaan perkerasan aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih baik.
Penghamparan
  • Lapis pondasi agregat harus dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang merata dan harus dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan dalam Butir Nomer 2.6.3.
  • Setiap lapis harus dihampar pada suatu operasi dengan takaran yang merata agar menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. Bilamana akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut harus diusahakan sama tebalnya.
  • Lapis pondasi agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metode yang disetujui yang tidak meyebabkan segregasi pada partikel agregat kasar dan halus. Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik.
  • Tebal padat minimum untuk pelaksanaan setiap lapisan harus 2 kali ukuran terbesar agregat lapis pondasi. Tebal padat maksimum tidak boleh melebihi 20 cm.
Pemadatan
  • Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis harus dipadatkan menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dan disetujui, hingga kepadatan paling sedikit 100 % dari kepadatan kering maksimum (modified) seperti yang ditentukan oleh SNI 03-1743-1989, metode D.
  • Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum (modified) yang ditentukan oleh SNI 03-1743-1989, metode D.
  • Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang ber ”superelevasi”, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata.
  • Bahan sepanjang kerb, tembok, dan tempat-tempat yang tak terjangkau mesin gilas harus dipadatkan dengan timbris mekanis atau alat pemadat lainnya yang disetujui.

Uji CBR
CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standard dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama cara umum. Perkerasan jalan harus memenuhi 2 syarat, yaitu :
  • Secara keseluruhan perkerasan jalan harus cukup kuat untuk Memikul berat kendaraan yang akan memakainya.
  • Permukaan jalan harus dapat menahan gaya gesekan dan keausan dari roda-roda kendaraan, juga terhadap air dan hujan.
Uji Sand Cone
Sand cone test adalah pemeriksaan kepadatan tanah di lapangan dengan menggunakan pasir Ottawa sebagai parameter kepadatan yang mempunyai sifat kering, bersih, keras, tidak memiliki bahan pengikat sehingga dapat mengalir bebas.

Pekerjaan hotmix
Pekerjaan lapisan Asphalt Treated Base (ATB) dan Asphalt Concrete (AC) menggunakan alat :
Jenis alat di pusat pencampuran aspal
  1. Asphalt Mixing Plant (AMP)
  2. Wheel Loader : alat untuk memindahkan agregat batu pecah dan pasir (abu batu) dari tumpukan material ke dalam hoper cold bin.
  3. Dump Truck : untuk mengangkut campuran aspal, tiap muatan harus ditutup dengan kanvas/terpal atau bahan lainnya yang cocok, dengan ukuran yang sedemikian rupa agar dapat melindungi campuran terhadap cuaca. 
Jenis alat di lokasi badan jalan
  1. Asphalt Finisher : untuk pembentuk dan penghampar campuran aspal panas (hotmix).
  2. Tandem Roller : untuk breakdown rolling dan finishing rolling.
  3. Pneumatic Tire Roller : untuk pemadatan intermediate.
  4. Pulvimixer
  5. Truk Tangki air
  6. Pemadat Getar
  7. Peralatan bantu lain (Mistar pengecek kerataan permukaan, alat perata dengan manual)
Timbangan
Timbangan untuk setiap kotak timbang atau corong tuang (hopper) dapat berupa jenis batang (beam) atau springless dial, harus berketelitian 0,5 % kali beban maximum yang diperlukan.
Demikian semoga Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan Bberguna
Anda ingin mendapatkan $, bergabunglah bersama saya di media sosial Tsu, GRATIS...klik di http://www.tsu.co/MangLembu
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger