DESA CILEMBU

Penambangan dan Pengolahan Agregat

Tukang Insinyur Sipil dan Mahasiswa Teknik Sipil dan atau para sohib desacilembu.com yang sudah malang melintang di proyek Jalan Raya, tentu sudah tidak asing lagi dengan apa yang disebut dengan Agregat, sebab itu kepada Anda yang tak sebutkan diatas, mamang persilahkan  untuk langsung saja berkomentar atau mendingan pulang lagi ajah...gih.
Kepada Anda yang bisa jadi sedang lupa, atau kepada Anda yang ingin mengenal lebih jauh mengenai Agregat, Klasifiasi dan apa fungsi dari Agregat, sebelum melanjutkan pada Penambangan dan Pengolahan Agregat ini, akan lebih baik Anda mengenal terlebih dahulu Apa yang dimaksudkan dengan Agregat. (lihat: Agregat adalah)
Penambangan dan Pengolahan Agregat
Teknik penambangan agregat disesuaikan dengan jenis endapan, produksi
yang diinginkan dan rencana pemanfaatannya.
  1. Endapan agregat kuarter/resen. Pada jenis endapan ini, tanah penutup belum terbentuk. Endapan didapatkan di sepanjang alur sungai. Keadaan endapannya masih lepas sehingga teknik penambangan permukaan dapat dilakukan dengan alat sederhana seperti sekop dan cangkul. Hasil yg diperoleh diangkut dengan truk untuk dipasarkan. Teknik penambangan ini menghasilkan produksi agregat yang sangat terbatas. Apabila diinginkan produksi dalam jumlah banyak, maka penggalian/pengambilan dilakukan dengan showel dan backhoe. Pemilahan besar butir (untuk memisahkan ukuran pasir dan kerikil) dilakukan secara semi mekanis dengan saringan pasir. Hasil yang sudah dipisahkan kemudian diangkut dengan truk ungkit dengan showel ke tempat penimbunan di luar alur sungai. Teknik penambangan ini dapat dijumpai di sepanjang Sungai Boyong Gunung Merapi dan Sungai Cikunir Gunung Galunggung. 
  2. Endapan agregat yang telah membentuk formasi. Tipe endapan ini telah tertutup oleh tanah/soil. Pekerjaan awal dilakukan dengan land clearing/pembersihan tanah penutup. Endapan agregat jenis ini biasanya sudah agak keras dan tercampur dengan lumpur/lempung dan zat-zat organic lain. Untuk mendapatkan agregat yang bersih dari lempung dan zat organic, system penambangan dilakukan dengan cara menggunakan pompa tekan/pompa semprot bertekanan tinggi dan dilakukan pencucian.Model penambangan seperti ini dilakukan di daerah desa Lebak Mekar, kab. Cirebon dan di lereng G. Muria Kab. Kudus.
  3. Produksi Agregat Dari Batu Pecah. Agregat batu pecah diproduksi dari bongkahan-bongkahan batuan hasil peledakan (biasanya batuan andesit dan basalt), kemudian dipecah lagi dengan palu atau alat mekanis (breaker/crusher) untuk disesuaikan ukurannya dengan kebutuhan konsumen. Secara umum, kegiatan pembuatan agregat batu pecah terdiri dari peremukan, pengayakan dan pengangkutan. Hasil dari pengolahan ini berupa batu pecah dengan ukuran ≤ 10 mm, 10 – 20 mm, 20 – 30 mm, 30 – 50 mm, 50 – 75 mm.
PROSES PEMBUATAN AGREGAT BATU PECAH
  • Peremukan Pertama ( 7 inci)
  • Pengayakan (Ayakan Getar)
Tempat penimbunan
  • lolos saringan 2,5 inci
  • tak lolos saringan 2,5 inci 
Peremukan Kedua (1-2 inci)
Pengayakan
  • Lolos saringan ¾ inci
Split (peremuk Barmac)
Pengayakan
  • lolos saringan 3/8 inci
  • tak lolos saringan 1/2 inci
Tempat penimbunan
Semoga Penambangan dan Pengolahan Agregat menambah pengetahuannya
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan dari bambu ramah lingkungan,...ng-klik GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger