logo
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan berbahan dasar bambu ramah lingkungan...dimensi bisa request. Lihat GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU

Ketentuan Suhu Aspal Saat Penghamparan

www.desacilembu.com
Dibawah ini adalah suhu aspal pada saat pencampuran dan pemadatan dilakukan pada saat pekerjaan aspal, seperti yang kita ketahui bahwa suhu dan atau temperatur aspal pada setiap item pekerjaan aspal sangat berpengaruh terhadap ikatan antar agregat yang tentu akan berimbas pada kualitas jalan.
Pada pekerjaan aspal ada tiga tahap pekerjaan yang harus  dilakukan, yaitu:
  1. Pencampuran dan penuangan aspal ke DT (Dump Truk),
  2. Pengisian aspal kedalam finisher,
  3. Pemadatan awal, pemadatan kedua, dan pemadatan akhir
Yang Pada seiap tahapan pekerjaan diatas memiliki ketentuan yang berbeda pada suhu aspal sebagai cara agar kualitas jalan dapat maksimal.
Ketentuan Suhu Asphal Saat Penghamparan
No
Keterangan
Temperatur (Derajat Celcius)
1
Pencampuran Benda Uji Marshall
155 + 1
2
Pemadatan Benda Uji Marshall
145 + 1
3
Pencampuran
145 - 155
4
Penuangan Aspal Ke truk
135 - 150
5
Pemasokan ke Alat Asphalt Finisher
130 - 150
6
Pemadatan Awal (Roda Baja)
125 - 145
7
Pemadatan Antara (Roda Karet)
100 - 125
8
Pemadatan Akhir (Roda Baja)
Ketentuan Suhu Asphal Saat Penghamparan
Alat TR (Tandem Roller)
Dari keterangan tabel di atas, didapatkan suhu yang berbeda-beda pada setiap item pekerjaaan dan tugas Quality Control sangat berperan dalam memastikan suhu aspal tidak berubah selama perjalanan dari AMP ke lokasi proyek yang dikerjakan.
Ketentuan Suhu Asphal Saat Penghamparan
Alat PTR ban karet
PEMADATAN ASPAL
Selain suhu aspal saat proses penghamparan yang harus diperhatikan, proses pekerjaan pemadatan aspal merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas jalan yang akan dihasilkan.

Pemadatan aspal terdiri dari 3 tahap yaitu:
Alat berat yang menunjang proses pemadatan aspal antara lain asphalt spray, asphalt finisher, PTR (Pneumatic Tyre Roller), dan tandem roller.
  1. Pemadatan awal, dilakukan oleh alat yang disebut Tandem Roller dilakukan dengan minimum dua kali lintasan, dengan kecepatan maksimal 4 km/jam.
  2. Pemadatan kedua, dilakukan oleh alat pemadat yang beroda karet biasa disebut dengan PTR, dengan kecepatan maksimal 10 km/jam dan harus berada sedekat mungkin dengan Tandem Roller.
  3. Pemadatan akhir, menggunakan alat berat beroda baja tanpa penggetar (vibrasi). Dalam pemadatan ketiga bisa tidak dikerjakan/dilakukan asalkan pada pemadatan kedua cukup memadai dengan ciri tidak ada bekas jejak roda saat prose pemadatan berlangsung.
Lumayan Ketentuan Suhu Asphal Saat Penghamparan kan?, sugan weh...bisa buat tambah-tambah uang makan....#ehh
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan dari bambu ramah lingkungan,...ng-klik GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
ARTIKEL TERKAIT :
Tulisanmu ingin dibayar? Kirim artikelmu ke: troyalfawaz@gmail.com
NOTES: Jika Kolom Komentar Nggak Terbuka, Harap Muat Ulang Halaman ini
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger