logo
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan berbahan dasar bambu ramah lingkungan...dimensi bisa request. Lihat GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU

Tata Cara Upacara Ngarot di Kampung Budaya

www.desacilembu.com
Asal Usul Upacara Ngarot di Kampung Budaya ~ DESA KAREDOK dikenal juga sebagai Kampung Budaya, merupakan sebuah desa di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawab Barat, tepatnya di Kecamatan Jatigede adalah sebuah desa yang banyak menyimpan misteri, banyak kejadian diluar nalar tetapi memang benar-benar terjadi, seperti tersesatnya mobil kedalam hutan yang berada dibelakang desa, padahal semua orang tahu bahwa tidak ada akses jalan kendaraan beroda empat yang dapat menuju ke wilayah desa ini.
Akses jalan satu-satu, baik pejalan kaki dan (hanya) kendaraan roda dua / motor saja yang dapat memasuki wilayah desa Karedok ini berupa jembatan gantung yang membentang sepanjang 93 meter diatas aliran sungai Cimanuk (lihat gambar)
Upacara Ngarot di Kampung Budaya
Akses jalan masuk satu-satunya menuju Kampung Budaya, Desa Karedok.
Mata pencaharian warga desa adalah sebagai petani, maka upacara tradisional yang berkaitan dengan pertanian tentu ada dan tetap dijaga kelestariannya dengan mengadakan upacara adat pada setiap tahunnya, terutama ketika pada musim tanam padi maupun ketika menjelang panen tiba.
Beberapa upacara adat tradisional yang kerap dilakukan di desa Karedok ini terdiri dari beberapa upacara, diantaranya adalah:
  1. Ngarot / Ngaruat (Tutup buku Guar Bumi),
  2. Ngabeungkat (membersihkan irigasi pertanian),
  3. Memandikan kucing (upacara untuk meminta hujan)
  4. Mapag Sri (upacara yang dilakukan setelah masa panen),
Pada saat upacara adat tersebut tentu kesenian sebagai salah satu bentuk hiburan rakyat akan ditampilkan kesenian, seperti:
  1. Tayuban, 
  2. Dogdog,
  3. Genjring,
  4. Bangreng.
Ada beberapa kesenian yang dilarang dan tidak boleh diadakan di seluruh wilayah Desa Karedok oleh warga desa, baik pada upacara adat, ataupun pesta hajat apapun, kesenian yang tidak boleh ditampilkan tersebut adalah:
  1. tari Topeng,
  2. Wayang Golek dan 
  3. Wayang Kulit.
Asal Usul Upacara Ngarot di Kampung Budaya
Ngarot merupakan padanan kata dari Ngaruat (membersihkan), konon pada sekitar 1900, desa dilanda wabah penyakit yang banyak memakan tidak hanya korban warga tetapi binatang ternak pun banyak yang mati mendadak.
Tersebutlah kuwu (kepala desa) saat itu Bp Erum bersama dengan polisi desa (keamanan kampung) bernama Ki Maryamin melakukan tirakat selama 40 hari 40 malam, dan pada malam terakhir mendapat wangsit dari leluhur desa yang dimakamkan di Cisahang, jika mereka harus memotong kerbau dan menanam kepala kerbau tersebut ditengah-tengah desa (dialun-alun desa).
setelah kuwu bersama seluruh warga melaksanakan wangsit tersebut, wabah penyakit yang menyerang desa berangsur-angsur hilang, maka sejak itu upacara ngaruat desa (membersihkan desa) yang sekarang dikenal dengan nama NGAROT selalu dilaksanakn setiap tahunnya pada bulan Oktober dimana pada umumnya bulan oktober musim hujan akan segera tiba.
NGAROT atau dikenal juga dengan TUTUP BUKU GUAR BUMI dapat berarti akhir dari segala tahapan bertani dan bersawah, dan GUAR BUMI dapat berarti (membalikkan tanah) yang merupakan sebagai awal dari kehidupan yang baru.
Adapun maksud dan tujuan dari upacara Ngarot atau Tutup Buku Guar Bumi adalah:
  • Mengharapkan kesuburan tanah,
  • Menyelamatkan (lebih tepatnya mensejahterakan warga desa,
  • Mengharapkan kepada Tuhan yang Maha Esa agar hasil pertanian yang selanjutnya dapat berlimpah.
Tahapan Upacara Ngarot
  1. Penyembelihan kurban / kerbau, (dilaksanakan di alun-alun desa)
  2. Menguburkan kepala hewan kerbau, (dilaksanakan di alun-alun desa)
  3. Arak-arakan (pawai), (dilaksanakan keliling desa)
  4. Saweran (membuang uang ketengah kerumunan warga), (dilaksanakan dialun-alun desa)
  5. Selamatan dan prasmanan. (dilaksanakan di Balai desa)
Waktu Upacara Ngarot
  • Dimulai pukul 01.00 sampai dengan pukul 15.30 WIB, kemudian akan dilanjutkan lagi,
  • Pukul 20.00 hingga tengah malam
Nilai dan Hikmah Budaya
  1. Nilai-nilai itu antara lain adalah: kebersamaan, ketelitian, gotong royong, dan religius. Nilai kebersamaan tercermin dari berkumpulnya sebagian besar anggota masyarakat dalam suatu tempat, makan bersama dan doa bersama demi keselamatan bersama pula. Ini adalah wujud kebersamaan dalam hidup bersama di dalam lingkungannya (dalam arti luas). Oleh karena itu, upacara ini mengandung pula nilai kebersamaan. Dalam hal ini, kebersamaan sebagai komunitas yang mempunyai wilayah, adat-istiadat dan budaya yang sama.
  2. Nilai ketelitian tercermin dari proses upacara itu sendiri. Sebagai suatu proses, upacara memerlukan persiapan, baik sebelum upacara, pada saat prosesi, maupun sesudahnya. Persiapan-persiapan itu, tidak hanya menyangkut peralatan upacara, tetapi juga tempat, waktu, pemimpin, dan peserta. Semuanya itu harus dipersiapkan dengan baik dan saksama, sehingga upacara dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, dibutuhkan ketelitian.
  3. Nilai kegotong-royongan tercermin dari keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan upacara. Mereka saling bantu demi terlaksananya upacara. Dalam hal ini ada yang membantu menyiapkan makanan dan minuman, menjadi pemimpin upacara, dan lain sebagainya.
  4. Nilai religius tercermin dalam doa bersama yang dipimpin oleh lebe, pada acara selamatan yang merupakan bagian akhir dari serentetan tahapan dalam upacara ngarot. Tujuannya adalah agar mendapatkan perlindungan dari Allah Swt, sebelum menggarap sawah dan atau ladang.
Upacara Ngarot di Kampung Budaya DESA KAREDOK ini semoga menambah wawasan budaya kita semua.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Karedok,_Jatigede,_Sumedang
Anda sedang mencari UBI madu CILEMBU Asli BERSERTIFIKAT IG (HAKI), Anda berada di situs yang tepat, silahkan CARI di Ciri UBI madu CILEMBU
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
ARTIKEL TERKAIT :
Tulisanmu ingin dibayar? Kirim artikelmu ke: troyalfawaz@gmail.com
NOTES: Jika Kolom Komentar Nggak Terbuka, Harap Muat Ulang Halaman ini
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger