logo
Ganti kemasan produk Anda dengan Kemasan berbahan dasar bambu ramah lingkungan...dimensi bisa request. Lihat GRATIS di DAFTAR HARGA KEMASAN BAMBU

UJUB Ciri dan Solusi Menghindarinya

www.desacilembu.com
UJUB Cirinya dan Solusi Menghindarinya
Rendah hatilah…jadilah laksana bintang bercahaya yang tampak di bayangan air yang rendah, padahal sebenarnya dia berada di ketinggian. Jangan menjadi laksana asap, yang membumbung tinggi dengan sendirinya di lapisan udara yang tinggi, padahal sebenarnya dia rendah.


Ujub: Ciri-ciri, Bahaya dan Penawarnya
Ujub adalah penyakit yang berbahaya yang dapat merusak hidup seseorang. Ujub adalah sifat yang dapat mengalihkan seseorang dari bersyukur kepada Allah, kepada bersyukur atas dirinya sendiri. Dari memuji Allah ta’ala kepada memuji diri sendiri. Dari rendah diri di hadapan Allah ta’ala kepada takabbur dengan amal yang sudah dilakukan. Dari menghormati dan menghargai orang lain kepada menghina dan merendahkan orang lain.

Pengertian Ujub
Ujub adalah bangga diri, menganggap sudah berbuat lebih dan menisbatkan keberhasilan beramalnya itu kepada diri sendiri, sehingga lupa kepada Yang Telah Memberinya nikmat, yaitu Allah azza wajalla.

Akibat Ujub
Di antara kejelekan sifat ujub adalah menggugurkan pahala amal sholehnya, menghilangkan kebaikan, dan mendapat kehinaan.
Al Mawardi berkata, Ujub itu menghilangkan kebaikan, menampakkan kejelekan, mendapat kehinaan, menghalangi seseorang dari kemuliaan. Menghasilkan amarah dan kebodohan. Hingga ujub itu pun bisa memadamkan kebaikan yang pernah ia lakukan, menghapus keindahan pekerti yang pernah dikenal manusia. Pada akhirnya ia dibuat marah dan dengki disebabkan ujubnya itu.
UJUB Ciri dan Solusi Menghindarinya
Hukum Ujub
Ujub adalah perbuatan yang diharamkan. Karena ujub adalah salah satu dari kesyirikan. Syaikh Ibnu Taymiyah berkata –rahimahullah ta’ala,
Riya’ dan ujub itu tidak jauh beda. Riya’ adalah syirik dengan menyertakan orang lain dalam ibadah kepada Alah. Sedangkan ujub adalah syirik dengan menyertakan diri sendiri dalam ibadah kepada Allah. Kedua sifat ini termasuk kesombongan. Orang yang riya’ tidak mengamalkan firman Allah ta’ala ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepadaMulah kami menyembah). Sedangkan orang yang ujub tidak mengamalkan firman Allah ta’ala ‘wa iyyaka nasta’in (dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan). Siapa saja yang mengamalkan dua firman Allah tersebut, maka dia telah bebas dari penyakit riya dan ujub.

Abu Ahmad Al Ghazali rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa ujub adalah sifat tercela. Di dalam firman Allah ta’ala,
{ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا }[ 25: سورة التوبة]
“dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.” (QS. At Taubah:25).

Firman Allah ta’ala:
{ وَظَنُّوا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا }[2 : سورة الحشر ]
Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. (QS. Al Hasyr:2)

Firman Allah ta’ala:
وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا}[ 104: سورة الكهف]
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi:104).
وقال صلى الله عليه وسلم (( ثلاث مهلكات : شحُّ مطاع ، وهوى متبع ، وإعجاب المرء بنفسه )). [ أخرجه البيهقي وحسنه الألباني ] . 
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Tiga penghacur adalah kikir yang ditaati, nafsu yang diikuti, dan orang yang bangga dengan dirinya sendiri”. [HR. Al Bayhaqi dihasankan oleh Al Albani].
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat.” [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim].
 جاء في الفتح لابن حجر : قال القرطبي : [ إعجاب المرء بنفسه هو ملاحظته لها بعين الكمال ، مع نسيان نعمة الله ، فإن احتقر غيره مع ذلك فهو الكبر المذموم . 
Di dalam Fathul Bari, Al Qurthubi berkata, “Rasa bangga seseorang terhadap dirinya sendiri terjadi karena dia memandang lebih dirinya, dan melupakan nikmat Allah. Apabila disertai dengan meremehkan orang lain maka itu adalah kibr (kesombongan) yang tercela”.
ومن الأدلة كذلك على ذم العجب حديث أبي ثعلبة الخشني رضي الله عنه ، فعن أبي أمية الشعباني قال : أتيت أبا ثعلبة الخشني فقلت له : كيف تصنع بهذه الآية ؟ قال : أيّةُ آية؟ قال : قوله تعالى {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ } [105: سورة المائدة].
Di antara dalil lainnya pula tentang tercelanya sifat ujub, terdapat di dalam hadith Abi Tsa’labah Al Khasyni radhiyallahu ‘anhu. Dari Abu Umayyah As Sya’bani dia berkata, “Aku menemui Abi Tsa’labah Al Kasyni dan bertanya, “Apa yang kamu perbuat dengan ayat ini?”. Dia bertanya, “Ayat yang mana?”. Aku berkata, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.  (QS. Al Maidah: 1055).
قال أبو ثعلبة : أما والله لقد سألت عنها خبيراً ، سألت عنها رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : (( بل ائتمروا بينكم بالمعروف وتناهوا عن المنكر ، حتى إذا رأيت شَّحاً مطاعاً ، وهوىً متبعاً ، ودنيا مؤثَرة ، وإعجاب كل ذي رأي برأيه ، فعليك بخاصة نفسك ودع العوامَّ ، فإن من ورائكم أياماً الصبر فيهن كالقبض على الجمر ، للعامل فيهن مثل أجر خمسين رجلاً يعملون مثل عملكم )) [ رواه الترمذي وقال : حسن غريب وضعفه الألباني ] .
Abu Tsa’labah menjawab, “Demi Allah, kamu bertanya dengan orang yang tahu, aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau menjawab: “Akan tetapi, perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran hingga kamu melihat kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, kehidupan dunia lebih diprioritaskan dan kekaguman setiap orang dengan pendapatnya, engkau harus (berpegangan) terhadap mata hatimu dan tinggalkan orang-orang awam, karena dibalik kalian akan ada suatu masa dimana kesabaran saat itu laksana memegang bara api, orang yang beramal saat itu sama seperti pahala limapuluh orang yang melakukan seperti amalan kalian.” Abdullah bin Al Mubarak berkata; Selain ‘Utbah menambahiku: Dikatakan; “Wahai Rasulullah, pahala lima puluh orang dari kami atau dari mereka?” Beliau menjawab: “Bahkan pahala lima puluh orang dari kalian.” (HR. At Tirmidzi, hadith Hasan gharib, didhaifkan oleh Al Albani).

Ujub yang berlebihan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam, sebagaimana Iblis yang takjub dengan penciptaannya dan ibadahnya kepada Allah ta’ala. Kemudian rasa ujubnya itu membuatnya sombong dan tidak mau mentaati perintah Allah untuk sujud kepada Adam.

وعبد الله بن زياد بن ظبيان التميمي ، خوّف أهل البصرة أمراً فخطب خطبة أوجز فيها، فنادى الناس من المسجد : أكثر الله فينا مثلك . فقال : لقد كلفتم الله شططاً !! 
Abdullah bin Ziyad Dzibyan At Tamimi berkhutbah saat masyarakat Bashroh ketakutan atas suatu perkara. Maka orang-orang berkata, “Semoga Allah ta’ala memperbanyak orang sepertimu”. Abdullah berkata, “Kalian telah bebuat semberono kepada Allah ta’ala!”.

ومعبد بن زرارة ؛ كان ذات يوم جالساً في الطريق ، فمرت به امرأة فقالت له : يا عبد الله ! كيف الطريق إلى موضع كذا ؟ فقال : ياهناه ! مثلي يكون من عبيد الله ؟!! 
Ma’bad bin Zaroroh duduk di jalanan. Lalu seorang wanita lewat di depannya dan berkata, “Wahai Abdullah! Kemana arah ke tempat ini?”. Ma’bad berkata, “Wahai, orang sepertiku lebih pantas dipanggil ubaidillah (hamba Allah yang kecil)!!!”
يا مظهرَ الكبر عجاباً بصورته *** انظر خلاك فإن النتن تثريب  لو فكر الناس فيما في بطونهم *** ما استشعر الكبر شبان ولا شيب  هل في ابن آدم مثل الرأٍس مكرُمةً *** وهو بخمس من الأقذار مضروب  أنف يسيل وأذن ريحها سهك *** والعين مرفضة الثغر ملعوب  يابن التراب ومأكول التراب غداً *** أقصر فإنك مأكول ومشروب
Wahai yang sombong karena bangga dengan yang dimilikinya **** Lihatlah darahmu sesungguhnya kebusukannya itu amat menyengatSeandainya manusia memikirkan apa yang ada di dalam perutnya **** Niscaya dia tidak merasa sombong, pemudakah dia atau orang tuaApakah kepala anak adam ada kemuliaan **** Sedangkan kepalanya itu memikul lima kotoroanHidung beringus, telinga berbau tak sedap **** Mata tempat mengalirnya airWahai anak yang berasal dari tanah dan nanti akan makan tanah **** Berhentilah menyombongkan diri karena engkau akan dimakan dan diminum nanti
Sebab-sebab Ujub.
  1. Kebodohan. Abu Ahmad berkata, “Sebab ujub adalah jahl (kebodohan). Obat yang mujarab adalah lawan dari kata bodoh itu, yaitu ilmu”. Jadi orang yang berpenyakit ujub sebetulnya adalah orang yang bodoh. Dia harus banyak belajar lagi agar dia bisa semakin merunduk, dan rendah hati. 
  2. Sedikitnya taqwa dan keshalihannya
  3. Kurang merasa diawasi Allah azza wajalla 
  4. Sedikit mendengar nasihat
  5. Niat yang jelek
  6. Banyak dipuji manusia sehingga syaithan mengganggunya melalui pintu pujian.
  7. Mengejar dunia dan mengikuti hawa nafsu
  8. Sedikit merenungi nikmat Allah ta’ala
  9. Sedikitnya dzikir
  10. Tidak mentadabburi Al Qur’an dan Sunnah Nabawiyah.
  11. Merasa aman dari hukuman Allah ta’ala, serta banyak bersandar pada Kemahamaafan Allah ta’ala
Ciri-ciri orang Ujub
  1. Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.
  2. Memalingkan muka dari manusia.
  3. Jarang sharing atau konsultasi kepada orang-orang yang ahli
  4. Berjalan dengan kesombongan.
  5. Merasa lebih dan banyak beramal.
  6. Sombong dengan ilmunya. 
  7. Memicingkan mata dan suka mencela.
  8. Bangga dengan garis keturunannya, kedudukannya dan fisiknya.
  9. Sengaja berbeda dari orang lain untuk meninggikan dirinya.
  10. Tidak perhatian kepada ulama dan orang-orang bertakwa.
  11. Memuji dirinya sendiri.
  12. Melupakan dosa-dosanya atau meremehkannya..
  13. Selalu mengira dia pantas mendapatkan kebaikan, ampunan, dan doa-doanya diijabahi
  14. Terus-menerus dalam berbuat salah yang sama.
  15. Malas beramal karena dia mengira bahwa ibadahnya telah sempurna.
  16. Suka meremehkan, bermaksiat dan berbuat fasik
  17. Merasa berhak menjadi orang unggul padahal dai tidak melakukan pekerjaannya dengan benar.
  18. Jarang mendengarkan nasihat dari orang-orang berilmu
Cara Mengobati Penyakit Ujub
Ujub terhadap Kelebihan Fisik
Ujub terhadap fisiknya karena kebagusannya, kecantikannya, keindahan suaranya, kemudian melupakan bahwa semua itu adalah nikmat dari Allah ta’ala.
Solusinya: hendaknya dia berpikir tentang apa yang ada di dalam perutnya yang menjijikkan, dan merenungkan tentang bagaimana kelak semua kebagusan itu akan sirna di dalam tanah nanti.
Ujub dengan Kemampuan dan Kekuatan.
Seperti kaum ‘Aad yang berkata, “Adakah orang yang lebih kuat dari pada kamu?”. (Al Fushilat:15).
Solusinya: Hendaknya dia bersyukur atas nikmat Allah ta’ala yang telah menganugerahkannya akal. Hendaknya dia berpikir bagaimana jika akalnya itu hilang atau rusak? Dan hendaknya ia tahu bahwa 
perkara yang tidak dia tahu itu lebih banyak dari pada perkara yang dia tahu.
Ujub dengan Garis Keturunan
Ujub terhadap keturunan. Mulai dari yang berbangga dengan nasabnya sampai ada yang berpikiran bahwa dia akan selamat dari dosa karena dia berasal dari keturunan yang sholeh.
Solusinya: hendakna ia tahu bahwa keturunan itu tidak menyebabkan seseorang menjadi mulia. Akan tetapi yang menjadikan mulia itu adalah ilmu dan ketaatan kepada Allah ta’ala. Karena Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang bertaqwa di antra kalian”. (Al Hujurot:13).
Ujub dengan Pendapat yang Keliru
Allah ta’ala berfirman, “Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. Fathir:8).

Firman Allah ta’ala:
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi:103-104).
Mereka adalah ahlu bid’ah yang merasa benar dengan pendapat mereka yang salah.

Solusinya: Hendaknya dia senantiasa mencurigai pendapatnya dalam rangka untuk memperoleh dalil yang benar dalam beramal. Hendaknya ia mengambil dalil yang shahih dan kuat, dan menyadari bahwa ujub dan selalu mengikuti hawa nafsu adalah kehancuran yang tidak disadari.

Washollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallam.
Penulis: Badar Al Wathon, dinunkil oleh Ibrahim Sarhan.



Anda sedang mencari UBI madu CILEMBU Asli BERSERTIFIKAT IG (HAKI), Anda berada di situs yang tepat, silahkan CARI di Ciri UBI madu CILEMBU
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
ARTIKEL TERKAIT : data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,4" data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">
Tulisanmu ingin dibayar? Kirim artikelmu ke: troyalfawaz@gmail.com
NOTES: Jika Kolom Komentar Nggak Terbuka, Harap Muat Ulang Halaman ini
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger