Cadas Pangeran


Jalan raya Cadas Pangeran (2km dari Desa Cilembu) adalah jalan raya nasional yang menghubungkan Bandung  - Cirebon Km 21
merupakan jalan raya yang dibangun pada jaman Belanda saat kerja paksa Rodi berlangsung (anyer - Panarukan), memiliki panjang kurang lebih 2 km dihitung dari titik nol (yang ditandai oleh patung Pangeran Sumedang sedang bersalaman dengan seorang Jendral Hindia Belanda dengan menggunakan tangan kiri)...
konon menurut cerita rakyat....Sang Pangeran kala itu sangat menentang perlakuan kerajaan Hindia Belanda terhadap rakyat sumedang yang dipaksa bekerja menyelesaikan pembangunan jalan ini tanpa upah dan tanpa diberi makanan yang cukup, sehingga banyak korban jiwa berjatuhan...
sebagai perlambang bahwa sang pangeran sangat menentang proyek kerja paksa ini maka, pada suatu kesempatan bertemu dengan Jenderal Hindia Belanda, pada saat Jendral menyodorkan tangannya untuk bersalaman...sang pangeran menyambutnya dengan tangan kiri...sehingga jendral merasa terhina oleh sikap sang pangeran, dan segera memahami maksud dari sang pangeran,...sejak itu perlakuan Jendaral terhadap para pekerja itu sedikit melunak, ini ditunjukan dengan pemberian makanan yang cukup terhadap para pekerja tersebut.

Jalan raya cadas pangeran ini dibangun melewati sebuah bukit cadas yang medannya sangat sulit, kala itu pekerjaan yang dilakukan hanya menggunakan tenaga manusia...dengan menatah punggung bukit yang terjal dengan kedalaman jurang mencapai 500 - 700m dari marka jalan, sedangkan dijurang tersebut mengalir sungai Cipeles yang alirannya sangat deras dan berbatu, menurut cerita rakyat banyak para pekerja yang terjatuh kedalam jurang dan langsung ditelan oleh airan sungai tersebut tanpa dapat terselamatkan.
Pada awalnya...bila sebuah bis berpapasan ditengah jalan cadas pangeran ini, sudah dipastikan akan terjadi kemacetan karena marka jalan sangat sempit dan tidak ada pengaman jalan yang memadai sehingga sering juga terjadi kecelakaan terutama malam dan saat hujan deras, pada tahun 1989 Jalan ini tertimbun tanah longsor, dalam perbaikannya  jalan ini diperlebar sampai dengan 5-7 meter sehingga jalan ini menggantung diantara jurang yang dalam

Bagi masyarakat Sumedang Jalan Cadas Pangeran merupakan situs sejarah perjuangan rakyat sumedang yang penuh dengan tetesan darah dan air mata, oleh karena itu sudah selayaknya bila pihak terkait dapat menjadikan jalan cadas pangeran ini sebuah obyek tujuan wisata alam yang dikelola dengan baik dan bagi masyarakat sumedang dapat secara bersama sama menjaga dan menanami bukit diatasnya dengan melakukan penghijauan, guna mencegah longsor yang kini kerap terjadi.




Semoga sekilas Jalan Cadas Pangeran bermanfaat
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2017 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger