Pemberdayaan Masyarakat 2

Pemberdayaan Masyarakat
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TELAH BANYAK DILAKUKAN, BERBAGAI PROGRAM YANG DILAKSANAKAN BERTUJUAN MENGANGKAT HARKAT DAN MARTABAT “AGAR HIDUP LEBIH HIDUP” . NAMUN JIKA DILAKSANAKAN TIDAK BERTUMPU PADA NILAI-NILAI POTENSI DAN KARAKTER KE-INDONESIAAN YANG TELAH ADA, NISCAYA JUSTRU AKAN MENGHILANGKAN I DENTITAS KEINDONESIAAN YANG TELAH LAMA BERAKAR SEHINGGA YANG TERJADI BUKAN “PEMBERDAYAAN” MELAINKAN “PEMERDAYAAN” KARENA TELAH MENCABUT MASYARAKAT DARI AKAR BUDAYA DAN JATI DIRINYA.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERDAYAAN ADALAH
FAKTOR PENDIDIKAN
FAKTOR KESEHATAN
FAKTOR PENGUASAAN AKSES SUMBER –SUMBER KEMAJUAN EKONOMI
FAKTOR SOSIAL BUDAYA
    PRINSIP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
    Prinsip Partisipatif
    Prinsip Terarah (targetted)
    Prinsip Pemihakan
    Prinsip Kemandirin
    Prinsip Desentralisasi
    Prinsip Keterbukaan
    Prinsip Keswadayaan
      Strategi dan Bentuk Pemberdayaan MasyarakatPenguatan Kelompok Masyarakat
      1. Pemberian kesempatan setiap kelompok masyarakat yang ada untuk ikut mengelola sumber daya alam yang selama ini telah mereka ambil manfaatnya secara lebih baik
      2. Pemberian keterampilan teknis dan budidaya sesuai dengan potensi sosial budaya masyarakat setempat.
      3. Pemberian kepercayaan untuk ikut serta berpartisipasi secara aktif dalam pengamanan dan pelestarian lingkungan hidup yang ada di sekitarnya.
      4. Pengembangan usaha bersama dalam pengelolaan sumber daya yang ada, baik dalam bentuk koperasi maupun usaha ekonomi lainnnya.
      5. Pengembangan kelompok baru baik berdasarkan bidang kegiatan sosial maupun usaha ekonomi produktif atau bidang-bidang lain.
      6. Identifikasi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di daerah lokasi sasaran program
      7. Pemberian kesempatan untuk ikut serta terlibat dan mempunyai wewenang dalam pengembilan keputusan, baik dalam penggalian gagasan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, maupun evaluasi kegiatan.
      8. Pemberian kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pengorganisasian terhadap masyarakat berkaitan dengan perencanaan,pelaksanaan, pemnatauan dan evaluasi kegiatan, secara terarah dan terencana.
      9. Pemberian kesempatan untuk ikut serta merumuskan dan menetapkan mekanisme, proses, dan aturan-aturan yang perlu ditaati oleh masyarakat sesuai dengan budaya, adat istiadat, dan keyakinan masyarakat setempat tanpa harus bertentangan dengan peraturan perundang- undangan formal yang berlaku.
      10. Pemberian kesempatan untuk ikut dalam berbagai pelatihan, seperti pelatihankepemimpinan, pengembangan organisasi, dan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam.
      Pendampingan
      1. Penyediaan tenaga pendamping yang betul-betul mempunyai keahlian di bidang tertentu sekaligus mempunyai keahlian di bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
      2. Pola pendampingan yang digunakan sedapat mungkin merupakan pola pendampingan purna waktu, sehingga upaya memfasilitasi masyarakat dapat dilaksanakan secara maksimal dan intensif. Konsekuensi dari pola pendampingan purna waktu ini adalah adanya keharusan bagi tenaga pendamping untuk bertempat tinggal dan hidup bersama-sama masyarakat di desa tempat tugasnya.
      3. Pemberian pembinaan kepada para tenaga pendamping dilakukan secara periodik dan kontinyu dalam jangka waktu tertentu guna memberikan peluang bagi mereka untuk berkoordinasi dan membahas bersama persoalan-persoalan yang dihadapi di masyarakat.
      Pengembangan SDM
      1. Identifikasi individu ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai keterampilan khusus.
      2. Pemberian pendidikan dan pelatihan secara sistematis mengenai keterampilan khusus yang dibutuhkan sesuai dengan potensi alam yang ada di sekitarnya.
      3. Pengiriman kader-kader pembangunan masyarakat atau generasi muda untuk mengikuti pelatihan keterampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing ke luar daerah komunitas mereka.
      4. Pemberian bea siswa kepada putra-putra desa yang berbakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama untuk pendidikan kejuruan yang dapat mendukung program pemberdayaan masyarakat yang sedang dilaksanakan.
      Pemberian Stimulan
      1. Identifikasi program-program kegiatan yang tidak dapat dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat sendiri dan memerlukan pemberian dana bantuan, baik yang secara hibah maupun pinjaman.
      2. Pemberian bantuan dana secara hibah untuk penyediaan prasarana fisik baik yang dapat menunjang secara langsung usaha pengelolaan sumber daya alam yang ada di masayarakat sekitarnya maupun yang secara nyata menunjang peningkatan kualitas hidup masyarakat seperti air bersih, irigasi, transportasi, dan sebagainya.
      3. Pemberian bantuan dana pinjaman lunak atau yang bersifat hibah bergulir untuk modal usaha ekonomi produktif dari upaya pengelolaan sumber daya alam yang ada di masyarakat sekitarnya.
      4. Penetapan perlunya penyertaan dana swadaya masyarakat dalam setiap kegiatan yang diberikan stimulan bantuan dana sesuai dengan kemampuan masyarakat.
      5. Pemberian fasilitas dan kesempatan terhadap masyarakat untuk mengakses dengan mudah kepada lembaga-lembaga dana dan keuangan terdekat.
      Industrialisasi Perdesaan
      1. Peningkatan peluang pasar dan daya saing produk pertanian
      2. Pengembangan teknologi peralatan proses
      3. Pemenuhan konsumsi dari hasil produksi sendiri dan menekan komoditas sejenis dari luarn daerah atau desa;
      4. membuka peluang pemasaran komoditas produk pertanian sendiri dengan nilai tambah yang tinggi
      Catatan : Salah satu produk yang harus mendapat perhatian adalah batik tulis di Desa Pamulihan dan Dodol Ubi di Cilembu
      Pengembangan Usaha Ekonomi Rakyat
      1. menciptakan efisiensi biaya produksi, distribusi, dan pemasaran;
      2. mempertahankan kualitas barang yang stabil dengan harga yang reltif murah;
      3. menciptakan diferensiasi produk secara bervariasi;
      4. memfokuskan pasar pada segmen tertentu, sehingga terhindar dari persaingan yang frontal;
      5. berusaha untuk memperoleh perlindungan dari pemerintah melalui subsidi, pembinaan manajemen dan teknologi produksi, regulasi, dan penetapan harga
      6. mengembangkan model kemitraan usaha yang sederajat dan saling menguntungkan.
      Pengembangan Pola Kemitraan
      Prasyarat yang harus dipenuhi agar dapat tercipta kemitraan yang kuat dalam kegiatan usaha ekonomi rakyat. Ketiga prasyarat tersebut adalah:
      1. komoditas yang menjadi produk usaha ekonomi rakyat tersebut harus mempunyai harga yang kompetitif, sehingga dapat menjaga kelangusngan usahanya dan menguntungkan pihak mitranya;
      2. komuditas yang menjadi produk usaha ekonomi rakyat tersebut harus mempunyai kualitas yang standar, konsisten setiap waktu, dan kompatibel dengan industri mitranya;
      3. delivery harus tepat waktu sehingga tidak mengganggu jadwal kerja pihak mitranya.
      4. Pola Dagang; yaitu pola kemitraan yang bersifat dagang biasa seperti penjual dan pembeli
      5. Pola Vendor; yaitu pola kemitraan yang dilakukan dalam bentuk dimana salah satu pihak menjadi pemasok produk atau barang baku kepada pihak lain yang menjadi mitranya. Dalam pola ini kepastian pasok barang dari pemasok tidak terlalu mengikat
      6. Pola Waralaba; yaitu pola kemitraan yang dilakukan dalam bentuk kerjasama antara pihak yang memiliki produk, preskripsi, brand image, dan kemampuan manajerial dengan pihak lain yang memiliki semangat bisnis sebagai mitranya
      7. Pola Pembinaan; yaitu pola kemitraan yang dilakukan dalam bentuk pemanfaatan nilai peduli dan kelebihan mitra usaha dalam relasi, akses pasar, dan kepercayaan lembaga keuangan untuk pengembangan usaha ekonomi rakyat yang dimiliki oleh pihak yang menjadi mitranya
      8. Pemberdayaan masyarakat merupakan program yang bersifat multidimensi, meskipun harus bertitik tolak dari suatu bentuk kegiatan tertentu. Berbagai prinsip, strategi, dan bentuk program dalam penerapannya di lapangan akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi obyektif yang ada. Keberhasilan dari program pemberdayaan masyarakat sangat tergantung dari komitmen, semangat dan kesungguhan dari para pelaku pemberdayaan di lapangan.
      Pemberdayaan Masyarakat
      sumber : Badan Pemberdayaan dan lainnya
      Semoga bermanfaat...
      Reaksi:

      Related Posts:

      You Might Also Like:

      Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
      Buka Komentar
      © 2017 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger