AKU MEMBATU

AKU MEMBATU

AKU MEMBATU
Hai...Kamu Presidenku, dan Kamu Wakilnya...
Kemanakah Cinta dan Sayang kalian?
Tak tahukah kalian disudut negerimu, banyak yang menunggu belaian kalian.
Tapi...Kalian asik dengan bau busuk sekelilingmu, yang menebar pada badanmu hingga kalian menbatu.
Hai...Kamu Legislatifku, dan Kamu Yudikatifku...
Dan pada kalian semua yang berkusi putar...
Dimana kalian simpan Cinta dan Sayang kalian.
Mana waktu kalianuntuk pikirkan anak negerimu?
Waktu yang telah dipercayakan oleh rakyatmu, kau gunakan hanya untuk tebarkan bau busuk dari jiwa-jiwa munafikmu, hingga busuk kalian menebar kepenjuru...kesudut sudut....hingga kepojok, bahkan kesela-sela gunung negeri ini, lalu bau itu mengeras, kemudian membatu.
Aku yang berdiri diufuk...timbul...tenggelam...lalu
AKU MEMBATU
timbul...tak lama kemudian tenggelam, ikut membusuk karena polahmu.
.....Dan akhirnya....
Akupun membatu
Bandung, (07/01/1998)

Share this:

Related Posts

You Might Also Like:

Add your comment Hide comment

Disqus Comments