Cara Rasulullah SAW Bertetangga


Cara Rasulullah SAW Bertetangga ~ Terinspirasi dari artikelnya kang zach di "Biar sajalah", artikel yang menggambarkan soal bertoleransi dengan tetangga, dan kita yang juga bagian dari seorang tetangga, pasti menginginkan kehidupan bertetangga kita menjadi sebuah jembatan menuju surga-NYA....betul tidak?
sering kita membaca tentang adab bertetangga, tapi kitapun lebih sering lupa menerapkannya dalam keseharian kita, untuk itu sebagai pencerahan khususnya untuk pribadi, syukur Alhamdulillah kalau ternyata juga bisa jadi pencerahan bagi  sohib desa yang nyasar kesini. aaaamiiiin.

Berikut beberapa referensi tentang adab bertetangga menurut Rasulullah SAW,
Seorang Muslim diajarkan oleh Syariat Islam yang sempurna ini untuk meyakini dan mengamalkan bahwa tetangga mempunyai hak-hak atas dirinya, dan etika-etika yang harus dijalankan seseorang terhadap tetangga mereka dengan sempurna, berdasarkan dalil-dalil berikut:
  1. https://www.desacilembu.com Firman Allah Ta’ala: “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh” (An Nisa’:36)
  2. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wanita tersebut masuk neraka”. Sabda di atas ditujukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada wanita yang konon berpuasa di siang hari dan qiyamul lail di malam hari, namun menyakiti tetangganya.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi” ( Mutafaq Alaih)
  3. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya” (Mutafaq Alaih)
Rasulullah SAW mengajarkan pula kepada umat Islam tentang bagaimana sebaiknya kita bersikap kepada tetangga:
  1. Tidak menyakitinya dengan ucapan atau perbuatan
  2. Berbuat baik kepadanya
  3. Membantunya jika ia meminta bantuan
  4. Menjenguknya jika ia sakit
  5. Mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia
  6. Menghiburnya jika ia mendapat musibah
  7. Memulai ucapan salam untuknya
  8. Berkata kepadanya dengan lemah lembut
  9. Santun ketika berbicara dengannya
  10. Membimbingnya kepada apa yang di dalamnya terdapat 
  11. kebaikan agama dan dunianya
  12. Melindungi area tanahnya
  13. Memaafkan kesalahannya
  14. Tidak mengintip auratnya
  15. Tidak menyusahkannya dengan bangunan rumah atau jalannya
  16. Tidak menyakiti dengan air yang mengenainya, atau kotoran yang dibuang di depan rumahnya
  17. Bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya
Sikap yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam bertetangga yang baik dan benar sesuai ajaran Islam, seyogyanya dapat kita terapkan pula pada kegiatan ng'blog yang kita lakukan, dengan demikian kunjungan kita sebagai salah satu syarat mutlak  bagi para blogger agar blog yang dikelolanya "membumi" dan terkenal keseluruh penjuru dunia maupun akherat, pun bisa jadi ajang kukumpul pahala, bukankah saling mengunjungi yang lebih dikenal dengan blogwalking, di Islam dikenal dengan silaturahmi, dapat memperpanjang usia, membuka pintu rezeki, dan.......(silahkan pak ustad kodir, dipersilahkan untuk menaiki mimbar dan menjelaskan lebih rinci lagi tentang manfaat silaturahmi....!!)

Demikian yang dapat disampaikan tentang Cara Rasulullah SAW Bertetangga, semoga pencerahan malam ini, dapat bermanfaat untuk saya pribadi, dan semoga berguna juga untuk para pemirsa distudio maupun pemirsa dirumah, sampai berjumpa kembali minggu depan diacara yang sama.
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger