IRI International Roughness Index

DESA CILEMBU, IRI International Roughness Index ~ gara-gara postingan iseng beberapa hal tentang tempat saya kuli, diantaranya :
  1. Kabayan naek TransJakarta
  2. Hari Bakti P.U ke-68
  3. Hawkeye 2000
  4. Ground Penetrating Radar (GPR)
Dua hari yang lalu saya dipanggil bos, hanya ada dua kemungkinan kalau secara tiba-tiba bos manggil, pertama, kena marah, atau mau dapet bonus....
Bonus(biasa disebutnya oleh temen temen mah.....uang terompet)...?kan udah dikasih sebelum tahun baru kemarin....kena marah...? perasaan, belum berbuat kesalahan...kan baru mulai masuk kerjanya ge'.....sambil prangas pringis sambil mencubit lengan si fitri, rekan kerja yang kebetulan lewat....saya masuk keruangan bos.
Basa basi sebentar(tanpa cipika cipiki tentunya)...saya langsung bilang, "saya belum bikin kesalahan loch bu"(kebetulan bos-ku cantik tauuu....). "yang nulis diblog soal GPR itu akang yah"...sambil tersenyum....(hadeuh...manisnya senyuman itu)....loch..ko' manggilnya "akang"....wah berarti acara pemanggilan ini bukan urusan dinas nih(hatiku berujar)
"hiyah bu....salah ya bu"....sambil nyengir kuda...;o)
"wuiih...malah bagus ko'...sosialisasi tentang pekerjaan jalan raya pada masyarakat dunia memang sangat minim, padahal...semua manusia menggunakan jalan raya, mereka perlu mendapat informasi yang detail dan rincitentang segala hal yang menyangkut jalan raya, perawatannya, dan segala kendala yang terjadi, hingga mendorong mereka untuk turut menjaga, memahami apa yang terjadi bila sedang ada perkerjaan jalan yang menghambat kelancaran perjalanan mereka, dan selalu berhati-hati saat menggunakan jalan raya"...ujar bosku, sambil membuka website DESA CILEMBU di laptopnya, lalu menyodorkannya ke saya.
"Kebanyakan masyarakat awam hanya menyalahkan dan menyepelekan segala upaya perbaikan/penambalan/pecing yang sedang dilakukan oleh pihak Bina Marga(P.U), dianggapnya apa yang sedang dikerjakan itu hanya proyek basa basi, asal-asalan, dan sekedar asal ada proyek...dan lain sebagainya, bukan kesalahan masyarakat bila berpendapat demikian, karena memang sosialisasi yang ada tentang jalan raya sangatlah sedikit, oleh sebab itu, upayanya menuliskannya via blog, sangat saya hargai", panjang lebar ibubos menjelaskan.
"bla...bla...bla....."
dan akhirnya sayapun keluar dari ruangan ibubos dengan senyuman lebar, lalu mengepalkan tinju sambil bilang "Yessss".....sampe temen-temen pada bingung ng'liat gaiaku yang tomboy itu....
"tumben".....ujar si Fitri sambil berusaha membalas cubitanku tadi.....?!haldeuh....
Mendapatkan dukungan dari ibubos, saya jadi ke-pede-an, dan jadi we'h postingan kali inipun, postingan dalam rangka cari muka....mana...muka saya...mana...mana.....muka...muka...mana muka saya...
bek tu topik
IRI International Roughness Index ~ adalah salah satu faktor/fungsi pelayanan dari suatu perkerasan jalan yang berpengaruh pada kenyamanan pengemudi. IRI adalah parameter kekerasan yang dihitung dari jumlah kumulatif naik turunnya permukaan arah profil memanjang dibagi dengan jarak/panjang permukaan.
Parameter Nilai IRI
(International Roughness Report)
Komponen Alat

Roughness Sensor and DMI Position


Yang perlu diperhatikan sebelum survey

Roughness sensor calibration


  1. Melakukan Kalibrasi Roughness sensor
  2. Melakukan kalibrasi jarak yang dilakukan dari 100m s/d 100m
METODE PELAKSANAAN SURVEY
  1. Survey dilaksanakan pada kecepatan 40 - 60 km/jam dan dilakukan dengan kecepatan yang konstan
  2. Setiap segmen dilakukan penandaan pada data dan dicatat setiap event sebagai penanda
Roughometer Controller

Roughness Graph view

begitulah IRI International Roughness Index
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger