JAIPONGAN


JAIPONGAN adalah seni tari berasal dari kebudayaan SUNDA, gerakannya yang dinamis dan sangat atraktif dari mulai bahu, tangan, kaki dan pinggul menjadi ciri khas dalam pola gerakkan yang lincah, ditambah dengan iringan kendang yang atraktif pula, sehingga membuat penari biasa dilakukan oleh kaum wanita, menjadi sangat menarik, enerjik dan indah.
Pengaruh yang melatarbelakangi munculnya tarian JAIPONGAN ini tidak dapat dilepaskan dari keberadaan RONGGENG dan PAMOGARAN(penonton aktif pada seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub), misalnya pada tarian KLASIK KETUK TILU yang populer pada tahun 1916 an.
Pada jaman itu, tari KETUK TILU (tidak memiliki gerak yang baku dengan kostum penari yang sangat sederhana cerminan sebagai tarian rakyat), diiringi oleh (disebut : waditra) meliputi alat musik sederhan seperti, rebab, kendang, dua buah kulantar, gong dan tiga buah ketuk, sangat digemari oleh kaum pamogaran karena peran mereka dalam tarian ini tidak dapat dilepaskan.
Seiring dengan memudarnya tari Ketuk Tilu, para pamogaran kemudian beralih pada tari KLININGAN BAJIDOR yang pola geraknya diambil dari dasar KETUK TILU yang mengandung gerak gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan mincid.
Periode 1980 an, tersebutlah nama seniman sunda asal Bandung GUGUM GUMBIRA biasa dipanggil Kang Gugum yang mempopulerkan dan mengembangkan kesenian tari KLASIK KETUK TILU menjadi tari pergaulan yang digemari oleh masyarakat JAWA BARAT dan disebutnya TARI JAIPONG yang gerak gerak dasarnya diambil dari dasar dasar gerak tari KETUK TILU.

Yang menjadi CIRI KHAS tari JAIPONG ini adalah keceriaan, erotis, humoris, spontanitas, semangat dan kealamiannya yang tercermin dari sanjian pertunjukkannya.
Kelengkapan TARI JAIPONG 
Karawitan JAIPONGAN terdiri dari :
  1. Kendang
  2. Rebab
  3. Goong
  4. Ketuk
  5. Kecrek
  6. Sinden

sesuai dengan perkembangan jaman, alat karawitan tersebut diatas kemudian dilengkapi dengan:
  1. Sari I, II
  2. Demung
  3. Bonang
  4. Rincik
  5. Juru alok
PENARI JAIPONG terdiri dari TUNGGAL, dan RAMPAK(kolosal):
  1. Rampak sejenis
  2. Rampak berpasangan
  3. Tunggal laki laki
  4. Tunggal perempuan
  5. Berpasangan laki-laki
  6. Berpasangan p
Kini Tari Jaipongan sudah menjadi salah satu daya tarik kesenian khas Jawa Barat, untuk itu mari kita lestarikan kesenian TARI JAIPONGAN ini agar tetap abadi
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
© 2017 DESA CILEMBU - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger