MAHAR PERNIKAHANKU

Jadilah dirimu  ANGIN yang menyelimuti dan menggenggam bumi dan seluruh isinya
Jadilah dirimu AIR yang menyejukkan dan menghidupkan 15 April ___
MAHAR
Sepenggal kata yang tertulis dalam sebuah judul buku "Yang Mengenal Dirinya, Yang mengenal Tuhannya" mahakarya Jalaluddin Rumi yang saya sertakan sebagai mahar pernikahan...
sebuah mahar yang membuat petugas KUA dan para tokoh desa tempat kami melangsungkan pernikahan (dirumah mempelai wanita, kini jadi ibu'na anak-anak), mungkin bentuk Mahar seperangkat sholat dan sebuah buku seperti ini termasuk mahar yang aneh, unik, dan tidak seperti umumnya orang yang menikah....dan saya yakin temen temen saat menikah, maharnya pasti seperangkat alat sholat plus gelang kalung mas seberat 100 gram atau mungkin mas batangan 20 kg, atau mungkin ada juga yang mas kawinnya mas bambang juragan baso....;o)



Tentulah mahar dengan disertakannya buku yang di tulis Jalaludin Rumi tersebut atas persetujuan    keluarganya dan pasti atas persetujuan dari mempelai, yaitu wanita yang sangat mencintai saya...hehehe, alasan yang cerdik dan sangat masuk akal dari saya yang membuat mereka bertekuk lutut menyetujui dan menerima mahar tersebut, karena saya bilang begini, kepada calon istri (waktu itu) dan calon mertua, "saya sanggup memberi mahar sebongkah mas berlian, tapi setelah pernikahan sebongkah mas dan berlian tersebut saya minta untuk dijual kembali untuk modal usaha dan beli mobil....habislah kemudian, tapi.....kalau maharnya sebuah buku yang isinya sangat makjleb untuk menjalani bahtera rumah tangga, tentu akan menjadi lebih berharga daripada sebongkah mas dan berlian itu, dan yang paling penting....buku tersebut harus kita jadikan cambuk dan motivasi untuk sidia(kini udah jadi istri) melanjutkan kuliah". kalimat itulah yang membuat mereka menyetujui.
#tiga tahun kemudian....Alhamdulillah dengan segala keprihatinan dan perjuangan akhirnya istri bisa menyandang gelar sarjana.... Saat diwisuda, saya berbisik pada kedua mertua, "Bapak, ibu...inilah bukti dari mahar buku itu".
hahay.....rayuan gombalku saat menjelang pernikahan itu ternyata dapat dibuktikan....Alhamdulillah.(pake logatnya ustad. Maulana)

Beberapa tahun kemudian setelah pernikahan kami, Bapak mertua terpilih sebagai Kepala Desa, bahkan memimpin selamaa dua periode, dan kemudian Bapak mertua pun mampu menyelesaikan gelar kesarjanaannya, dan kini bergelar S.Pd.i
dan ketika saya mengantar wisuda beliau, bisikan yang sama ketika istri di wisuda saya bisikan pada Bapak dan ibu mertua.
InsyaAllah Mahar Buku tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan menjadi sangat penting bagi tatanan kehidupan.

Saya mau bilang, khususnya untuk para pria muda yang udah cukup umur dan memang telah menjadi wajib hukumnya menurut Undang Undang dan ajaran Islam tentang usia dan kesiapan seorang laki-laki akan pernikahan, pacaran udah lama cuman baru mampu bermimpi meminang pacarnya untuk dijadiin istri, tapi selalu ragu karena merasa belum mampu menyiapkan maharnya, yang pada akhirnya menunda lamaran karena takut pada besarnya biaya MAHAR dan biaya pesta hajatan nanggap dangdutnya.
Jangan takut dan ragu kawan....Sholat Istiqaroh-lah, dan lalu baca Bissmillah sambil pasrahkan segala niat sucinya melamar sang kekasih karena ingin beribadah kepada-NYA....insyaAllah dilancarkan dan dimudahkan lamarannya dan MAHAR nya.

Kalau mau ngasih MAHAR sebuah buku seperti saya, judul bukunya jangan sama dengan buku yang diatas itu yah...:o)
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2017 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger