Berbeda dengan Mbah Ahmad Asrori seorang tua berusia 92 tahun pejuang sedekah berasal dari Semarang ini tetap tegap dan mantap dalam melangkah. Sepanjang jalan menuju studio TV One di Episentrum si mbah Asrori terus bercerita di dalam mobil yang menjemputnya, "Kulo lahir pas jaman londo ra'enak mas, tahun telulikur, kulo ngalami jaman londo, jaman jepang, jaman agresi militer, jaman PKI, kulo ng'raksane' kabe'h", ujar si mbah Asrori bercerita tentang masa mudanya tiada berhenti sepanjang perjalanan.
Terjemahan: "Aku lahir pas jaman Belanda, ngga enak mas, Tahun 1923, Aku mengalami jaman Belanda, jaman Jepang, jaman agresi militer, jaman PKI, aku merasakan semua".
Mbah Asrori inilah seorang yang konsisten selama puluhan tahun membagi-bagikan nasi setiap hari jumat, tidak tanggung-tanggung, 150 bungkus dibagikan dari uangnya sendiri, rejeki hasil dari mengajar mengaji yang dilakukannya sendiri menggunakan sepeda berkeliling membagi-bagikan nasi bungkus, dalam waktu satu jam nasi bungkus sebanyak 150 bungkus itu habis di bagikan.
Subhanallah...
Sedekah yang dilakukan mbah Asrori ini dilakukannya sendirian selama bertahun-tahun...sungguh seorang pejuang sedekah sejati.
Saat di tanyakan apa rahasia panjang umurnya?
"Koe' kudu sedekah, silaturahmi, lan moco Al Quran", jawannya.
Mbah Asrori melanjutkan, pada setiap sore beliau mengajar ngaji untuk anak-anak di kampungnya hingga malam, jika siang hari, beliau berkeliling kemana beliau suka untuk bertemu dan menyapa siapa saja yang ditemuinya diperjalanan sambil menebar senyum
Siapa yang menanam kebaikan akan panen kebaikan dan keberkahan, begitu juga sebaliknya, jika menanam keburukan, akan datang saatnya panen keburukan juga.
Sesuai ajaran Rasulullah, betapa banyaknya manfaat bersedekah:
- Mendatangkan rezeki
- Menjauhkan penyakit,
- Memanjangkan umur.
Baca juga:Ada yang belum nonton?
Semoga Mbah Asrori Pejuang Sedekah jadi inspirasi kita semua
Aaaaamiiiiin.