Batas Tanah



Batas tanah merupakan hal yang sangat sensitif, dan tentu harus sangat berhati-hati atasnya, sebab jika kita mencoba melebih-lebihkannya, selain di akherat kelak akan di pertanyakan oleh sang Malaikat, di dunia pun akan di pertanyakan oleh pemilik tanah yang tanahnya di serobot, atau bisa juga dipertanyakan oleh lingkungan yang akibat dari penyerobotan itu akan mengganggu.
Seperti contoh dari prilaku tetangga yang melebih-lebihkan batas tanah milik yang baru dibelinya, dengan rencana membangun tembok tidakpada batas tanah yang menjadi haknya, tetapi mengambil lahan saluran (lihat gambar dibawah)
Walaupun sebenarnya batas yang dilebihkan oleh tetangga ini tidak menyerobot tanah keluarga, tetapi saluran air yang seharusnya cukup lebar(kira-kira 1,5 m) yang selama ini mampu mengalirkan debit air cukup banyak, akan tetapi melihat batas tembok yang hendak dibangun oleh tetangga ini, saluran air menjadi menyempit, sehingga kelak jika musim penghujan tiba, aliran air tentunya akan terhambat

Pertanyaannya:
  1. Menurut Hukum Islam, dibolehkan kah prilaku pemilik tanah itu?
  2. Adakah dalil yang menjelaskannya, mengenai batas tanah menurut Islam? (pemilik tanah ini hendak membangun Rumah Makan Padang, dan seorang muslim)
  3. kira-kira...ini kira-kira saja loch yah...dialog apa yang terjadi antara ibu dan pekerja dalam foto diatas itu, coba?

Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger