Optimalisasi Pekarangan

Optimalisasi Pekarangan

Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berbasis sumber daya lokal, sedang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian pada tahun ini tidak identik selalu pada halaman yang luas, polybag atau pot plastik, tetapi Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) tahun ini adalah memanfaatkan barang bekas atau barang tidak terpakai yang ada disekitar rumah atau bahkan yang teronggok di dalam gudang sebagai sarana kegiatan pemanfaatan pekarangan ini.
Beberapa ide kreatif (dapat di kembangkan sendiri) yang dapat diterapkan di rumah dalam menanam sayuran.
  1. Botol plastik bekas air mineral
  2. Jerigen bekas
  3. Paralon
  4. Plastik bekas bungkus minyak greng
  5. Sandal atau sepatu,
  6. Tas atau panci tidak terpakai
Cara membuat:
Botol Plastik
  • Siapkan botol bekas air mineral tanpa tutup, lalu lubangi bagianleher botol dengan dua lubang untuk mengikat, dan lubangi bagian bawah sebagai celah untuk pembuangan air,
  • Gunting sisi kanan dan kiri, dan hasilnya akan terlihat seperti gambar.
  • Isi bagian bawah pot dengan media tanam
  • Pot siapdigunakan untuk menanam bibit tanaman yang siap dipindahkan
  • Pot dapat di gantung dengan cara memasang tali dilubang dekat leher
  • Baca artikel bagus Cara membakar sampah ramah lingkungan
Cara lain optimalisasi pekarangan:
  • Siapkan botol plastik bekas, lalu lubangi untuk tempat tali(lihat gambar), kemudian gunting di bagian salah satu permukaannya
  • Pasang tali dilubang yang telah dibuat, lalu pasang penyangga pada tali agar botol tidak bergeser kebawah,
  • Isi botol dengan media tanam, dan siap digunakan untuk menanam sayuran, pot ini dapat digantung dipermukaan tembok membentuk verticalkulture.
Jerigen bekas:
  • Siapkan jerigen bekas lengkap dengan tutupnya
  • Lubangi salah satu sisi jerigen sebanyak 4 lubang,
  • Bagian bawahnya dibuatkan lubang untuk resapan air,
  • Isi jerigen dengan media tanam, pot ini dapat digantung atau disimpan dirak susun untuk menghemat tempat.
Paralon:
  • Siapkan paralon bekas berukuran diameter 5 inci danpanjang 2 meter,
  • Tandai dengan spidol untuk membuat lubang, dalam deretan 10 cm dengan berselang seling antara lubang tanam deret di sebelahnya,
  • Lubang yang telah kita tandai tersebut di potong dengan gergaji basi, lalu untuk memperbesar lubang agar bisa ditanami, caranya dengan memanaskan lubang tersebut dengan lampu spirtus, kemudian gunakan kayu untuk menekan paralon agar membentuk lubang,
  •  Siapkan dudukan untuk bagian bawah paralon berupa ember yang telah dilubangi bagian bawahnya untuk pembuangan air saat menyiram
  • Masukkan paralon kedalam ember kemudian di cor dengan semen,
  • Siapkan pipa kecil yang telah dilubangi dan masukkan kedalam paralon yang akan berfungsi sebagai alat menyiram tanaman,
  • Paralon dapat diisi dengan media tanam dan siap untuk digunakan.
Plastik bekas bungkus minyak goreng, detergent, pewangi pakaian, atau plastik bekas belanjaan:
  • Plastik diatas fungsinya hampir sama dengan polybag, hanya perlu dilibangi bawahnya untuk keluarnya air saat penyiraman.
Sandal, sepatu, tas dan panci tidak terpakai:
  • Barang bekas yang sudah tidak layak pakai ini dapat dimanfaatkan untuk media tanam sayuran yang justru akan terlihat unik
Pada prakteknya dilapangan pemanfaatan barang bekas tersebut dapat dikombinasikan serta disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa bahan yang biasa digunakan pada lahan yang sempit lainnya diantaranya adalah:
  1. ban bekas,
  2. Batok kelapa,
  3. Botol dan kaleng bekas minuman dingin,
  4. ember,
  5. Tong dan masih banyak lagi lainnya.
Selamat mencoba dan berkarya dalam rangka Optimalisasi pemanfaatan pekarangan.

Share this:

Related Posts

You Might Also Like:

Add your comment Hide comment

Disqus Comments