Embung Andalan Petani Sumedang

Embung adalah kolam penampungan kelebihan air hujan pada masa musim penghujan yang dapat digunakan paa saat musim kemarau. Saat kemarau, Embung menjadi solusi pertanian yang sangat diandalkan para petani Sumedang.
Sejatinya Embung diairi oleh air hujan yang mampu disimpan atau dijadikan cadangan pada musim kemarau, Embung di Sumedang sebagian besar diairi dari mata air. Sekarang sudah banyak Embung yang diairi dari hasil pipianisasi yang kapasitas airnya lebih terjamin daripada mata air saja.
Saaat ini telah terpenuhi warga di Ujungjaya yang telah mendapatkan bantuan untuk membuat Embung demi tersedianya air pada saat musim kemarau tiba, sebab pertanian di Kecamatan Ujungjaya lebih banyak pertanian tadah hujan.

Ada 5700 hektare sawah tadah hujan di Sumedang, selain mengandalakan Embung yang langsung dialirkan ke persawahan, air Embung juga bisa menyuplai irigasi.
Meski kebutuhan Embung di beberapa wilayah dibutuhkan namun perlu ada kajian teknis pertanian mengenai jenis dan karakter tanah yang cocok di buat dengan tanah berstektur liat berlempung.
Baca juga
Sementara pada tanah berpasir yang mudah meresapkan air sangat tidak dianjurkan dibuat Embung. Di Sumedang, karakter tanah iniada di Tomo, Tanjungkerta, dan Buahdua. Di Ujung jaya masih dapat ditoleransi untuk dapat dibuat Embung.

Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger