Geomembran adalah

Geomembran adalah material geosintetik yang kedap air yang terbuat dari HDPE, LLDPE atau PVC. Geomembran memiliki sifat permeabilitas yang rendah, tahan terhapan sinar UV, dan bahan kimia, tahan lama dan kuat. Geotekstil dapat diletakan pada satu atau kedua sisinya (atas dan bawah) dari geomembran untuk melindungi dari tegangan berlebihan. Geotekstil melindungi geomembran dengan aksinya sebagai bantalan.
Geotekstil memperkecil kemungkinan robek atau tertusuknyanya geomembran oleh material tajam.
Menurut ASTM D4439, geomembrane didefinisikan sebagai berikut:
Geomembrane 
Sebuah membran permeaibility sintetis yang dibentangkan atau di jadikan penghalang yang digunakan dengan bahan polymer guna memisahkan dan mengontrol baik cairan maupun gas serta migrasi keduanya. Dengan bahasa yang lebih mudah, geomembrane adalah lapisan membrane yang dihampar guna melapisi/melindungi/memisahkan antara satu area dan area dibawahnya.

Geomembranes terbuat dari lembaran polimer yang relatif tipis  dapat dibuat dari geotekstil dengan semprotan aspal, elastomer atau polimer, yang dibuat berlapis-lapis.
Pada konstruksi jalan, Geomembrane dapat digunakan untuk lapisan tanah dasar yang berair (memiliki mata air) yang sulit kering. Geomembrane berfungsi sebagai separator dan juga lapis kedap sehingga timbunan tanah bagus / timbunan perkerasan diatasnya menjadi terjaga dan tidak terganggu dari air maupun tanah lunak yang mendesak ke atas. Ketika memilih geomembrane untuk aplikasi tertentu aspek berikut perlu dipertimbangkan:
  • Pilihan polimer
  • Jenis penguatan kain
  • Warna atas misalnya putih untuk menjaga suhu yang lebih rendah untuk terkena sinar matahari aplikasi
  • Ketebalan
Kelebihan geomembran sendiri adalah:
  • Tahan terhadap larutan kimia (eg.H SO 4 Daya tahan terhadap elongasi/kemuluran akibat deformasi tanah dasar
  • Tahan terhadap retak/pecah dan anti-UV Index leleh yang relatif tinggi
  • Dapat dikombinasikan degan berbagai desain struktur
Namun demikian, geomembran juga rentan terhadap kerusakan fisik akibat penetrasi benda tajam seperti batu/ kerikil, api dan kesalahan instalasi/ perawatan akibat alat berat (Stamper, compactor, dan lain-lain).
Kerusakan ini dapat menimbulkan lubang atau sobek pada bagian2 tertentu dimana lebih dr 75 % diakibatkan oleh tekanan material diatasnya, hal ini dapat diatasi degan pemberian lapisan pelindung yang sesuai (Tebal, tambahan plat, dan lain-lain).

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa kombinasi desain degan timbunan material pelindung berupa pasir, gravel, thin plat dan geotekstil memberikan deformasi yang kurang dr 0,25% dari regangan.
Ini berarti dapat diterapkan dengan syarat desain tersebut dilakukan degan metode konstruksi yang baik.
Cara lain yang dapat digunakan adalah degan menambahkan ban2 bekas yang diisi pasir/ agregat lainnya sehinga dapat selain mencegah kerusakan pada membran juga menahan material keluar dari slope/ talud.
Umur layan dari material ini juga sangat dipengaruhi oleh proses pembuatan dan komposisi materialnya.
Suatu geomembran yang memenuhi tes beban ASTM D 5397 diperkirakan secara ekstrapolasi akan berumur 1000 tahun pada suhu 20

Alat Uji Gelembung
Gambar diatas adalah uji gelembung pada sambungan las (welding) pada geomembran overlap. Sangat penting diperhatikan bahwa pada Proyek Lining System pada TPA/ penampungan sampah (Landfill), tidak akan mungkin dilakukan suatu perbaikan pada membran yang sudah terpasang. Karena itu, personel yg berpengalaman, desain, instalasi, dan material yg tepat merupakan kunci keberhasilan project lining dan solusi alami yang tepat.
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger