Mencari Makanan, Mayat pun di Makan


Mencari Makanan, Mayat pun dimakan ~ Demi mengisi perut, dan demi sesuap dua suap makanan, siapapun akan berbuat dan berusaha maksimal untuk mendapatkannya, segala resiko dan bahaya yang mengancam demi mendapatkannya pun kadang diabaikan, bahkan ada sebagian mahluk yang siap bertempur hingga titik darah terakhir demi mendapatkan makanan, yang terutama jika makanan tersebut untuk diberikan kepada anak-anak dan keluarganya tercinta.

Kisah diatas merupakan gambaran dari sifat manusiawi yang kerap terjadi yang kadang membuat kita yang melihatnya merasa prihatin tetapi tidak dapat berbuat apa-apa selain mendoakan agar orang-orang yang mencari makannya harus berjibaku dengan berbagai resiko berat yang dapat mengancam nyawa itu dapat tetap nyantey kaya di pantey

Mencari Makanan, Mayat pun dimakan
Contoh dibawah ini justru lebih miris dibandingkan dengan apa yang telah dijelaskan diatas, betapa tidak, selaindia tidak menghiraukan resiko yang menghadangnya sangat mungkin dapat membuat dia tewas tenggelam, tetapi karena demi mendapatkan makanan yang sudah berada didepan mata, dia pun tidak memperdulikan jika makanan incarannya itu adalah mayat

Dengan segala daya dan upaya dia kerahkan segala kemampuan dan potensi dirinya demi dapat melawan perasaan takutnya demi mendapatkan makanan tersebut.
Doa yang ikhlas, kesabaran yang tinggi ditambah dengan ketekunan....pada akhirnya dapat mengalahkan segala resiko.
Dan....akhirnya makanan berupa mayat pun dapat dilahapnya yang sebagiannya diberikan kepada anak-anaknya.

Sayang....pada saat usaha kerasnya telah berhasil mendapatkan makanan yang telah jadi mayat itu...dia melarang saya untuk mengabadikannya lewat foto, hingga saya tidak dapat menampilkan mimik wajah anak-anaknya yang sumringah ketika mereka disuguhi makanan mayat tersebut oleh si dia (ibu mereka)
Maafkan saya yah....
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger