Hantu Pocong di antara Dua Kerbau

Hantu Pocong di antara Dua Kerbau


Hantu Pocong di antara Dua Kerbau ~ Pesatnya teknologi dan kecanggihan informasi telah menggeser pola pikir serta keyakinan banyak orang untuk tidak percaya dan meyakini atas keberadaan hantu dan mahluk-mahluk atau binatang jadi-jadian, oleh karenanya seringkali keberadaan dan eksistensi para hantu serta mahluk ghaib yang sesungguhnya memang ada tersebut menjadi semakin berkurang.

Obrolan Mamang dengan Perwakilan Hantu dan Mahluk ghaib
Pada suatu kesempatan di malam jumat kliwon, salah satu perwakilan hantu bersama-sama dengan mahluk ghaib yang berwujud seekor kerbau hitam bertamu keberanda rumah dan curhat kepada mamang. Perwakilan hantu dan mahluk ghaib tersebut mengisahkan kesedihan dan kekecewaan mereka kepada prilaku serta rasa hormat para manusia kepada komunitas mereka.
Keluhan mereka yang disampaikan kepada Mamang, diantaranya adalah:
  1. Manusia jaman Now sudah tidak lagi memberikan sebagian makanan dan kopi pahit-nya dalam bentuk sesaji atau sajen pada setiap malam Jumat Kliwon kepada mereka,
  2. Manusia jaman Now, tidak lagi merasa takut ketika mereka melintas ke rumah dimana mereka tinggal,
  3. Manusia jaman Now, tidak pernah lagi menghormati keberadaan mereka, sehingga tidak mau lagi mengucapkan salam ketika mereka melintasi rumah tinggal mereka,
  4. Manusia jaman Now, tidak lagi mau berbagi dan meminta penglaris (jika seorang pedagang), tidak mau meminta jangjawokan atau ilmu pelet penakluk para gadis dan para janda (mereka yang masih jomblotragis).
  5. Manusia jaman Now, pokoknya mah....pika sebeleun-lah pokoknya mah
Meskipun demikian perasaan takut pada tempat-tempat yang dianggap angker yang dihuni oleh para hantu atau mahluk halus tetap melekat pada hati orang-orang tersebut...sungguh sebuah kemunafikan yang membuat mereka (menurut perwakilan hantu) para hantu tersebut merasa sakit hati.

Atas dasar perasaan kecewa dan rasa marah mereka terhadap semua manusia, maka dengan pertimbangan bahwa Mamang adalah salah satu diantara jutaan mahluk bernama manusia yang tetap mau menjaga tali silaturahmi dengan para hantu tersebut dipilih untuk dapat kiranya menyampaikan 5 poin tersebut diatas kepada seluruh umat manusia agar tidak lagi berprilaku tidak baik kepada mereka, karena bagaimanapun keberadaan mereka sebagai hantu dan mahluk ghaib bukanlah sebuah pilihan, tetapi takdir-Nya jua.
Sebagai penghargaan Mamang kepada Hantu Pocong di antara Dua Kerbau tersebut maka telah disiapkan kopi pahit dan bakakak ayam

Share this:

Related Posts

You Might Also Like:

Add your comment Hide comment

Disqus Comments